Pencarian

Jakarta, 30 Maret 2011 (16:57) FIF menawarkan...

 

Jakarta, 30 Maret 2011 (10:17) Kenaikan laba bersih PT JASA MARGA (Persero) Tbk

 

Jakarta, 30 Maret 2011 (10:14) Pendapatan PT KRAKATAU STEEL Tbk

 

Jakarta, 29 Maret 2011 (14:15) Peningkatan laba bersih

 
Berita Lainnya
Indeks BEI
  Index %
IHSG 3578.9 -0.66
LQ45 639.36 -0.92
Pertanian 2092.47 0.12
Pertambangan 3136.3 0.01
Industri Dasar 378.3 -0.87
Aneka Industri 965.67 -3.11
Industri Kons 1088.91 -0.84
Property 189.27 -0.12
Infrastruktur 738.52 -0.41
Keuangan 461.31 -0.37
Perdagangan 474.27 -0.72
Manufaktur 815.48 -1.55
29 Maret 2011 13:55:00
 
Market

 

 

 

Jumat 28-10-2011 (11:45)

 

 

 

Hijaunya Asia Dorong IHSG Naik 21 Poin

Pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti hijaunya pergerakan saham-saham di Asia. IHSG, Jumat (28/10/2011) siang ini ditutup naik 21,60 poin atau setara 0,57 persen ke posisi 3.834,60. Pada siang ini, perdagangan telah terjadi sebesar Rp3,023 triliun dengan volume transaksi sebesar 3,175 miliar lembar saham diperdagangkan. Selain itu, investor asing membukukan aksi beli sebesar Rp417,329 miliar.
Tercatat, 110 saham menguat, 98 saham melemah, dan 99 saham diam di tempat alias stagnan, dengan indeks LQ45 naik 4,46 poin ke 684,35, serta Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,11 poin ke 535.72. Pada pergerakan saham-saham di Asia, juga menuai hasil positif, dengan indeks Shanghai bergerak naik 23,77 poin ke 2.462,38, indeks Hang Seng naik 372,74 poin dan berada pada 20.061,44, indeks Nikkei naik 98,61 poin atau 9.025,15, serta indeks Straits Times yang meningkat 40,65 poin ke 2.888,22.
Saham-saham yang menguat di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.650 ke Rp60.950, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.300 ke Rp44.050, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp950 ke Rp69.900.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turun Rp400 menjadi Rp15.650, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun Rp350 menjadi Rp9.900, serta PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp7.350

Jumat 28-10-2011 (09:36)

 

 

 

Dibuka Positif, IHSG Siap Menuju Level 3.900-an

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka cerah, mengikuti pergerakan Wall Street yang melambung serta bursa Asia yang seluruhnya berada di jalur hijau. Faktor eksternal sehingga membuat pergerakan yang bagus di dalam negeri membuat IHSG menghijau. IHSG Jumat (28/10/2011) pagi dibuka naik 49,76 poin atau setara 1,31 persen ke posisi 3.862,76. Sementara indeks LQ45 naik 9,66 poin ke 689,55, serta Jakarta Islamic Index (JII) naik 8,36 poin ke 540,97.
Nilai transaksi pagi ini saja sudah sebanyak Rp239,19 miliar dengan volume transaksi sebesar 222,02 juta lembar saham. Tercatat, 101 saham menguat, dua saham melemah, dan 19 saham diam di tempat alias stagnanBeberapa sektor pun terpantau menguat yang dipimpin dari sektor pertambangan yang melesat 49,84 poin, sektor perkebunan naik 40,51 poin, sektor manufaktur naik 13,62, serta sektor konsumer naik 19,77 poin.
Saham-saham yang menguat di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.500 ke Rp60.800, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp750 ke Rp69.700, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp750 ke Rp43.500, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp600 ke Rp22.050.
Serta saham-saham yang melemah di antaranya PT Nippon Sari Tbk (ROTI) turun Rp100 ke Rp3.325, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp50 ke Rp7.450, serta PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) turun Rp25 ke Rp2.000.

Kamis 27-10-2011 (16:09)

 

 

 

Regional Dukung IHSG Menguat 1,9% ke 3.813

Bursa saham Indonesia menguat 74,4 poin atau 1,9% ke 3.813 pada penutupan perdagangan Kamis sore ini. Volume perdagangan mencapai 9,1 milair saham senilai Rp7,9 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 236 saham naik, 34 saham turun dan 61 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp586,3 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,9 triliun dan penjualan asing Rp2,3 triliun.
Indeks JII naik 10,03 poin ke 532, indeks ISSI naik 2,3 poin ke 123,17 dan indeks LQ45 naik 13,2 poin ke 679,77. Penguatan didukung sektor 103,9 poin ke 2.180 diikuti sektor pertambangan yang naik 99,6 poin ke 2.739. Dengan kepastian hasil KTT Uni Eropa maka indeks terus menguat. Indeks berhasil menembus level 3.800. Level tertinggi hari ini di 3.814 dan terendah di 3.739.
Bursa Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 3,2% ke 19.688, indeks Shanghai naik 0,3% ke 2.435, indeks Nikkei naik 2,04% ke 8.926, indeks Kospi naik 1,4% ke 1.922, indeks STI naik 3,2% ke 2.858,85, indeks KLSE naik 0,8% ke 1.470.
Saham yang menguat seperti saham MLBI naik Rp9.950 ke Rp340.000, ITMG naik Rp1.450 ke Rp42,750, GGRM naik Rp1.250 ke Rp59.500, ADMF naik Rp1.200 ke Rp11.400, AALI naik Rp1.050 ke Rp18.200, PTBA naik Rp950 ke Rp18.200, MBAI naik Rp850 ke Rp14.750, HERO naik Rp800 ke Rp9.800, ASII naik Rp550 ke Rp68,950, DSSA naik Rp550 ke Rp13.050, INTP naik Rp500 ke Rp16.000, HMSP naik Rp450 ke Rp31.950, IMAS naik Rp45o ke Rp12.450, SMAR naik Rp450 ke Rp6.500, HRUM naik Rp400 ke Rp8.250.
Saham yang turun seperti saham GYDR turun Rp500 ke Rp9.700, ACES turun Rp125 ke Rp3.275, SRAJ turun Rp105 ke Rp360.

Kamis 27-10-2011 (12:38)

 

 

 

Kinerja Emiten Tutup IHSG Sesi I Naik Dekati 3.800

IHSG pada perdagangan sesi I Kamis (27/10) ditutup naik 1,42% ke level 3.791,88. Penguatan indeks siang ini seiring penguatan bursa regional dan sentimen positif kinerja emiten kuartal 3-2011.Bursa Asia siang ini naik signifikan dengan Shanghai naik 0,39%, Hang Seng naik 1,74%, KLSE naik 1,03%, Nikkei naik 1,67%, STI naik 1,71%, dan Seoul naik 1,36%. Sebanyak 191 saham tercatat naik siang ini, 31 saham turun, dan 563 saham masig stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,51% ke level 676,61, sedang JII naik 1,21% ke level 676,61. Volume perdagangan siang ini sebanyak 2,31 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,41 triliun. Asing pun siang ini masih melanjutkan pembelian dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp505,34 miliar.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 9,36 poin (0,39%) ke level 2.436,84.  
  • Indeks Hang Seng menanjak 332,49 poin (1,74%) ke level 19.399,03.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 135,23 poin (1,55%) ke level 8.883,70.  
  • Indeks Straits Times melesat 46,54 poin (1,68%) ke level 2.816,48.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Adira Multifinance (ADMF) naik Rp 1.250 ke Rp 11.450, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 42.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 59.100, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 800 ke Rp 9.800.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 9.900, Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 2.525, Ace Hardware (ACES) turun Rp 225 ke Rp 3.175, dan Hotel Sahid (SHID) turun Rp 60 ke Rp 530.

Kamis 27-10-2011 (09:38)

 

 

 

IHSG Dibuka Naik 0,36%

IHSG pada perdagangan Kamis (27/10) dibuka naik 0,36% ke level 3.752,35. Penguatan indeks pagi ini seiring penguatan bursa regional. Namun demikian, Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan penguatan indeks akan relatif terbatas seiring beberapa saham khususnya sektor banking telah menguat signifikan dalam 3 hari terakhir dan cukup rawan profit taking. Resistance indeks berada di level 3.780. Bursa AS ditutup menguat semalam memfaktorkan sentimen positif dari hasil pertemuan kepala negara Uni eropa yang sepakat untuk merekapitalisasi sektor perbankan yang terkena imbas krisis utang di Eropa. Sementara, harga komoditas terkoreksi semalam dengan harga minyak dunia turun 3,2% ke level US$90,2/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel -3,1% dan Timah -3,9.
Bursa Asia sendiri pagi ini dibuka mixed dengan kecenderungan menguat tipis memfaktorkan penguatan bursa AS semalam. Harga komoditas bergerak rebound pagi ini dengan harga minyak naik ke level US$91,5/barel. Sebanyak 97 saham tercatat naik pagi ini, hanya 5 saham yang turun, dan 50 saham masig stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,51% ke level 669,91, sedang JII naik 0,37% ke level 524,21.

Volume perdagangan pagi ini sebanyak 246,28 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp283,71 miliar. Asing pun pagi ini lebih banyak melakukan pembelian dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp35,47 miliar.

Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah ITMG naik 0,96%, ASII naik 0,43%, PTBA naik 1,44%, GGRM naik 0,25%, HRUM naik 1,27%, dan SMGR naik 1,09%.

Rabu, 26-10-2011 (16:12)

 

 

 

IHSG Menguat 28 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 28 poin akibat aksi beli di saham-saham lapis dua. Investor masih berhati-hati dalam bertransaksi karena menunggu keputusan pertemuan petinggi Eropa hari ini. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 17,574 poin (0,48%) ke level 3.692,904 tertekan pelemahan bursa global. Pertemuan petinggi Eropa yang belum juga membuahkan hasil membuat investor semakin was-was. Aksi ambil untung marak terjadi di awal-awal perdagangan, indeks pun jatuh ke posisi terendahnya di 3.680,152. Setelah itu, indeks bergerak sangat labil, mondar-mandir antara zona merah dan hijau.Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 4,841 poin (0,13%) ke level 3.715,319. Indeks masih bergerak fluktuatif hingga pertengahan hari.
Aksi beli selektif di saham-saham unggulan menyelamatkan IHSG dari teritori negatif. Meski tipis, namun indeks berhasil kembali ke zona hijau. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di level 3.740,732. Mengakhiri perdagangan, Rabu (26/10/2011), IHSG ditutup menguat 28,129 poin (0,75%) ke level 3.738,607. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik 5,825 poin (0,88%) ke level 666,495. Perburuan saham-saham berlanjut di sesi II. Namun, investor tetap berhati-hati sambil menunggu keputusan petinggi-petinggi Eropa dalam menanggulangi krisis setempat. Hari ini merupakan hari terakhir pertemuan tingkat tinggi negara-negara Eropa. Para pelaku pasar sangat berharap para pemimpin Eropa bisa menelurkan langkah penyelesaian krisis utangnya.
Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa menghijau, hanya sektor aneka industri yang masih terkoreksi. Penguatan kali ini dipimpin oleh indeks sektor agribisnis.Dana asing kembali parkir di bursa saham dalam negeri. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 230,237 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 110.213 kali pada volume 3,987 miliar lembar saham senilai Rp 4,7 triliun. Sebanyak 125 saham naik, sisanya 90 saham turun, dan 84 saham stagnan. Bursa saham di Asia masih bergerak mixed, namun kini dengan kecenderungan menguat. Sementara bursa saham Singapura hari ini tidak berdagang.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 16,54 poin (0,69%) ke level 2.426,22.
  • Indeks Hang Seng naik 98,34 poin (0,52%) ke level 19.066,54.
  • Indeks Nikkei 225 turun 13,84 poin (0,16%) ke level 8.748,47.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 58.250, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 24.650, Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 15.350, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 20.400.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 1.450 ke Rp 330.050, Indomobil (IMAS) turun Rp 400 ke Rp 12.000, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 3.600, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 41.300.

Rabu, 26-10-2011 (12:08)

 

 

 

Labil Sepanjang Perdagangan, IHSG Rehat Dulu di 3.715

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif sejak dibukanya perdagangan akibat aksi ambil untung. Indeks pun berhenti menguat tipis ke 3.715. Mengawali perdagangan, IHSG melemah 17,574 poin (0,48%) ke level 3.692,904 tertekan pelemahan bursa global. Pertemuan petinggi Eropa yang belum juga membuahkan hasil membuat investor semakin was-was. Aksi ambil untung marak terjadi di awal-awal perdagangan, indeks pun jatuh ke posisi terendahnya di 3.680,152. Setelah itu, indeks bergerak sangat labil, mondar-mandir antara zona merah dan hijau. Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (26/10/2011), IHSG naik tipis 4,841 poin (0,13%) ke level 3.715,319. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,656 poin (0,25%) ke level 662,326.ksi beli selektif di saham-saham unggulan menyelamatkan IHSG dari teritori negatif. Meski tipis, namun indeks berhasil kembali ke zona hijau. Investor asing bergerak cukup lincah membeli saham di perdagangan hari ini. Langkah ini akhirnya diikuti para investor lokal, yang sebelumnya sempat mengambl untung di awal perdagangan. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 56.162 kali pada volume 2,346 miliar lembar saham senilai Rp 2,869 triliun. Sebanyak 80 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 82 saham stagnan. Aksi beli investor belum terlalu gencar. Pasalnya, hari ini merupakan pertemuan terakhir para petinggi Eropa dalam rangka membahas langkah penanganan krisis utang di negara-negaranya. Para pelaku pasar sangat berharap pertemuan tersebut membuahkan hasil yang signifikan untuk mengakhiri krisis. Bursa-bursa di Asia pun bergerak mixed sambil menanti selesainya pertemuan tersebut.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 16,17 poin (0,67%) ke level 2.425,84.  
  • Indeks Hang Seng turun tipis 20,43 poin (0,11%) ke level 18.947,77.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah tipis 10,19 poin (0,12%) ke level 8.752,12.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 24.550, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 15.350, Gas Negara (PGAS) naik Rp 150 ke Rp 2.900, dan AKR (AKRA) naik Rp 125 ke Rp 3.025.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 1.450 ke Rp 330.050, Multibreeder (MBAI) turun Rp 400 ke Rp 13.700, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 41.150, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 200 ke Rp 12.200.

Rabu, 26/10/2011 (09:36)

 

 

 

Penyelesaian Krisis Eropa Belum Jelas, IHSG Menciut 17 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 17 poin tertekan pelemahan bursa global. Pertemuan petinggi Eropa yang belum juga membuahkan hasil membuat investor semakin was-was.Pada perdagangan preopening, IHSG turun 17,345 poin (0,47%) ke level 3.693,133. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 4,310 poin (0,65%) ke level 656,360. Mengawali perdagangan, Rabu (26/10/2011), IHSG melemah 17,574 poin (0,48%) ke level 3.692,904. Indeks LQ 45 turun 4,322 poin (0,65%) ke level 656,348. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG berkurang 21,112 poin (0,57%) ke level 3.689,366. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,001 poin (0,61%) ke level 656,669.

Pertemuan yang belum membuahkan hasil itu menekan pergerakan bursa global dan regional. Sentimen negatif kembali membayangi pergerakan IHSG, menyusul anjloknya bursa Wall Street yang diikuti pelemahan bursa regional.


Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 5,66 poin (0,23%) ke level 2.415,33.  
  • Indeks Hang Seng melemah 175,41 poin (0,92%) ke level 18.792,79.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 53,33 poin (0,61%) ke level 8.708,98.  

Kamis 20-10-2011 (16:12)

 

 

 

IHSG Turun 1,76% ke level 3.620,14

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,76% ke level 3.620,14 pada perdagangan saham Kamis sore. Penurunan IHSG juga seiring penurunan bursa saham Asia. Adapun saham-saham yang mengalami penurunan antara lain saham ITMG turun 3,90% ke level Rp40.600 per saham, saham ASII turun 2,23% ke level Rp67.750 per saham, saham CNTX turun 15,49% ke level Rp6.000 per saham, saham BATA turun 1,78% ke level Rp55.000 per saham, saham GGRM turun 1,33% ke level Rp55.350 per saham, dan saham PTBA turun 3,44% ke level Rp16.800 per saham. Sekitar 204 saham mengalami penurunan, sekitar 55 saham tidak mengalami perubahan harga, dan sekitar 43 saham mengalami kenaikan. Total nilai perdagangan saham secara reguler senilai Rp2,91 triliun dan volume 3.065.124.500. Nilai transaksi foreign buy senilai Rp1 triliun dan foreign sell senilai Rp1,19 triliun.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 46,15 poin (1,94%) ke level 2.331,37.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 326,12 poin (1,78%) ke level 17.983,10.  
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 90,39 poin (1,03%) ke level 8.682,15.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 25,23 poin (0,93%) ke level 2.694,98.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 9.900, Multibreeder (MBAI) naik Rp 300 ke Rp 14.800, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 150 ke Rp 3.825, dan BFI Finance (BFIN) naik Rp 100 ke Rp 6.050.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 40.600, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.500 ke Rp 67.800, Century Textile (CNTX) turun Rp 1.100 ke Rp 6.000, dan Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 55.000.

Kamis, 20-10-2011 (12:12)

 

 

 

IHSG Ditutup Turun 0,99%

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,99% atau 36,43 poin ke level 3.648,88 pada sesi I perdagangan saham Kamis siang ini. Penurunan indeks saham ini seiring dengan penurunan bursa saham Asia pada perdagangan saham Kamis (20/10). Indeks Hang Seng turun 1,8%, indeks Shanghai turun 1,3%, dan indeks Nikkei tutun 0,9%. Sementara itu, indeks Kospi turun 0,1% setelah perdagangan saham sempat di wilayah positif. Indeks Australian S&P turun 1,7%. Bursa saham Asia turun karena aksi ambil untung dan penyelesaian krisis utang Eropa belum jelas.A
Saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengalami penurunan antara lain saham ASII ke level Rp68.500 per saham atau turun 1,15%, saham PTBA turun 2,87% ke level Rp16.900 per saham, saham BYAN turun 2,29% ke level Rp19.200 per saham, saham ITMG turun 1,06% ke level Rp41.800 per saham, saham SMGR turun 2,77% ke level Rp8.750 per saham, dan saham EXCL turun 3,84% ke level Rp5.000.
Saham-saham yang mengalami penurunan ada 176 saham, pergerakan saham tidak berubah ada 61 saham, dan 37 saham mengalami kenaikan. Nilai transaksi mencapai Rp1,15 triliun dengan volume perdagangan saham 1.569.356.500. Indek saham LQ45 turun 0,93% ke level 647,91, indeks saham JII turun 1,24% ke level 508,9, dan indeks ISSI turun 1,13% ke level 118,22.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 46,28 poin (1,95%) ke level 2.331,23.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 359,46 poin (1,96%) ke level 17.949,76.
  • Indeks Nikkei 225 melemah 86,05 poin (0,98%) ke level 8.686,49.  
  • Indeks Straits Times turun 20,48 poin (0,75%) ke level 2.699,73.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 9.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 56.500, Sumber Alfaria (AMR) naik Rp 200 ke Rp 4.000, dan Jasa Marga (JSMR) naik Rp 150 ke Rp 3.825.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 ke Rp 68.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 16.900, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 41.800, dan Bayan (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 19.200.

Kamis 20-10-2011 (09:38)

 

 

 

IHSG Dibuka Terkoreksi 24 Poin

Setelah ditutup menguat 63 poin pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi 24 poin tersapu negatifnya indeks di Asia. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis hari ini, IHSG turun tipis 24,75 poin atau 0,67 persen dan berada di level 3.660,55. Pada pagi ini, terpantau terjadi total transaksi sebesar Rp121,719 miliar dengan total volume transaksi 139,894 saham diperdagangkan, dengan aksi beli oleh investor asing sebesar Rp19,872 miliar. IHSG mengawali pembukaan dengan 106 saham melmah, 10 saham menguat, dan 52 saham bergerak stagnan. Sementara pada indeks favorit, terpantau Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 3,31 poin ke 511,98 serta indeks LQ45 turun 4,82 poin menjadi 649,20.
Pada perdagangan saham di Asia, terpantau kompak melemah dengan indeks Shanghai turun 21,74 poin atau 0,91 persen ke level 2.355,77, indeks Hang Seng turun 274,17 poin atau 1,50 persen ke level 18.035,05, indeks Nikkei turun 79,97 atau 0,91 persen ke 8.692,57, dan indeks Straits Times terkoreksi 7,29 poin atau 0,27 persen ke 2.712,92. Merahnya indeks di Asia, seiring melemahnya Indeks Dow Jones industrial average yang tersapu tekanan jual minor sebesar 72,43 poin atau 0,63 persen ke level 11.504,62. Indeks S&P500 terseret 15,50 poin atau 1,26 persen ke level 1.209,88 dan Nasdaq merosot 53,39 poin atau 2,01 persen ke level 2.604,04. Di sisi lain, saham-saham di Eropa terpantau berada pada jalur hijau dengan indeks FTSE 100 naik 40,14 poin atau 0,74 persen menjadi 5.450,49, indeks DAX bergerak naik 36,12 poin atau 0,61 persen ke 5.913.53, dan indeks CAC 40 melaju 16,24 poin atau 0,52 persen dan berada pada level 3.157,34.
Saham-saham yang terpantau menguat antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat Rp100 ke Rp15.800, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menguat Rp50 ke Rp2.825, serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menguat Rp50 ke ke Rp2.875.      

Saham-saham yang terpantau melemah antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp450 menjadi Rp68.850, PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp400 menjadi Rp19.200, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp300 menjadi Rp19.350

Rabu 19-10-2011 (16:10)

 

 

IHSG Menguat 1,7%

Bursa saham Indonesia menguat 63,28 poin atau 1,7% ke 3.685,31 pada penutupan perdagangan Rabu (19/10). Volume perdagangan 6,7 miliar saham senilai Rp4,09 triliun. Perdagangan diwarnai dngan 215 saham naik, 30 saham turun dan 72 saham stagnan. IHSG mengalami net foriegn buy sekitar Rp210,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,06 triliun dan penjualan asing sekitar Rp855 miiar.
Indeks JII naik 8,8 poin ke 514, indeks ISSI naik 1,8 poin ke 119 dan indeks LQ45 naik 11,6 poin ke 652,85. Penguatan didukung sektor pertambangan yang naik 63,5 poin ke 2.631 dan sektor perkebunan naik 35,7 poin ke 2.012,74.
Bursa saham Asia mixed seperti indeks Hang Seng naik 1,2% ke 18.309, indeks Nikkei naik 0,3% ke 8.772, indeks Kospi naik 0,9% ke 1.855, indeks KLSE naik 0,75 ke 1.450, indeks Shanghai turun 0,25 ke 2.377.
Saham yang menguat
seperti saham ASII naik Rp1.250 ke Rp63.300, MBAI naik Rp800 ke Rp14.500, AALI naik Rp600 ke Rp19.600, MLBI naik Rp500 ke Rp340.000, INTP naik Rp450 ke Rp14.750, ITMG naik Rp450 ke Rp42.250, SMGR naik Rp450 ke Rp9.000, PTBA naik Rp400 ke Rp17.400, INDS naik Rp375 ke Rp8.850, HMSP naik Rp250 ke Rp31.150, INDF naik Rp250250 le R[5.550, MBRI naik Rp200 ke Rp6.600, KKGI naik Rp200 ke Rp5.200, SMDR naik Rp200 ke Rp3.875, INDR naik Rp175 ke Rp2.600. Saham yang melemah seperti saham CNTX turun Rp600 ke Rp7.100

Rabu 19-10-2011 (12:41)

 

 

 

IHSG Sesi I Rebound Ditutup Naik 1,7%

IHSG pada perdagangan sesi I Rabu siang ditutup naik 1,70% ke level 3.683,66. Penguatan indeks siang ini terjadi karena technical rebound setelah kemarin terkoreksi cukup signifikan. Investor asing terlihat sudah kembali ke pasar dengan melakukan aksi beli sebanyak 236,08 juta saham senilai Rp452,73 miliar atau terjadi net foreign buy sebesar Rp78,94 miliar. Bursa AS berhasil rebound dengan indeks S&P500 menguat sekitar 2% seiring rilis kinerja kuartal 3-2011 beberapa emiten yang lebih baik dari ekspektasi dan menguatnya saham-saham sektor finansial yang dipimpin oleh Bank of America yang berhasil membukukan laba.
Bursa Asia siang ini menguat kecuali Seoul yang turun 0,08%. Rebound ini seiring sentimen positif dari penguatan bursa AS semalam mengkompensasi sentimen negatif dari diturunkannya rating Spanyol oleh Moody’s sebanyak 2 level menjadi A1. Shanghai naik 0,06%, Hang Seng naik 1,25%, KLSE naik 0,36%, Nikkei naik 0,20%, dan STI naik 0,24%.
Sebanyak 200 saham tercatat naik siang ini, 22 saham turun, dan 57 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,94% ke level 653,69, sedang JII naik 1,73% ke level 514,11. Volume perdagangan siang ini sebanyak 3,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,91 triliun.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,54 poin (0,06%) ke level 2.385,03.
  • Indeks Hang Seng menanjak 226,37 poin (1,25%) ke level 18.302,83.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 10,12 poin (0,12%) ke level 8.752,03.  
  • Indeks Straits Times naik 7,57 poin (0,28%) ke level 2.732,26.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 57.200, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.000 ke Rp 69.050, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 42.400, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 19.500.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Jembo Cable (JECC) turun Rp 70 ke Rp 500, Mayora (MYOR) turun Rp 50 ke Rp 13.900, Hotel Sahid (SHID) turun Rp 50 ke Rp 450, dan Rig Tender (RIGS) turun Rp 50 ke Rp 550.

Rabu 19-10-2011 (09:35)

 

 

 

Sentimen Eropa Dorong IHSG Dibuka Naik 0,96%

IIHSG pada perdagangan Rabu (19/10) dibuka naik 0,96% ke level 3.656,84. Penguatan indeks pagi ini terjadi karena technical rebound setelah kemarin terkoreksi cukup signifikan. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memprediksi beberapa saham yang kemarin terkoreksi cukup dalam seperti saham-saham sektor banking, batubara dan ASII akan bergerak menguat hari ini. Sementara isu reshuffle kabinet oleh presiden SBY akan direspon netral oleh pasar. Resistance indeks berada di level 3.706.
Bursa AS berhasil rebound dengan indeks S&P500 menguat sekitar 2% seiring rilis kinerja kuartal 3-2011 beberapa emiten yang lebih baik dari ekspektasi dan menguatnya saham-saham sektor finansial yang dipimpin oleh Bank of America yang berhasil membukukan laba. Harga minyak dunia turut menguat semalam sekitar 2,2% ke level US$88,3/barel sementara harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel +0,9% dan Timah -0,7. Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring sentimen positif dari penguatan bursa AS semalam mengkompensasi sentimen negatif dari diturunkannya rating Spanyol oleh Moody’s sebanyak 2 level menjadi A1. Sebanyak 61 saham tercatat naik pagi ini, 3 saham turun, dan 19 saham masig stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 1,34% ke level 649,89, sedang JII naik 1,34% ke level 512,15. Volume perdagangan pagi ini sebanyak 112,21 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp111,81 miliar. Namun, asing masih menyisakan aksi jualnya kemarin pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp287,57 juta.
Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,86 poin (0,04%) ke level 2.382,62.  
  • Indeks Hang Seng menguat 146,25 poin (0,81%) ke level 18.222,71.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 47,92 poin (0,55%) ke level 8.789,83.
  • Indeks Straits Times naik tipis 9,10 poin (0,33%) ke level 2.733,79.

Selasa, 18-10-2011 (16:14)

 

 

 

IHSG Jatuh 106 Poin, 248 Saham Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 106 poin di tengah perdagangan penuh aksi ambil untung dan banyak saham melemah. Nilai transaksi hanya Rp 4 triliun, lebih kecil dari rata-rata transaksi harian Rp 6 triliun. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 52,495 poin (1,40%) ke level 3.676,520. Koreksi indeks sejalan dengan melemahnya bursa-bursa di Asia dan Global. Aksi ambil untung terus terjadi sejak dibukanya perdagangan. Hal ini menyebabkan indeks terkoreksi tajam tak lama setelah pembukaan. Hampir saja indeks tinggalkan level 3.600.Pada perdagangan sesi I, IHSG jatuh 110,498 poin (2,97%) ke level 3.618,517 terkena aksi ambil untung yang marak terjadi. Saham-saham yang dilepas antara lain berbasis komoditas, properti dan finansial.
Aksi jual saham dalam rangka ambil untung semakin sore semakin gencar. Koreksi indeks pun semakin dalam dan sempat jatuh hingga ke posisi terendahnya 3.580,769. Mengakhiri perdagangan, Selasa sore ini, IHSG ditutup jatuh 106,988 poin (2,87%) ke level 3.622,027. Sementara Indeks LQ 45 terpangkas 19,932 poin (3,02%) ke level 641,238. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi, yaitu saham-saham berbasis komoditas, finansial dan properti. Indeks sektor tambang langsung menjadi pemberat bursa dengan jatuh lebih dari 4%.
Profit taking tak hanya dilakukan investor lokal, tetapi juga para pemodal asing. Hingga penutupan perdagangan sore ini, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 33,045 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 122.338 kali pada volume 6,03 miliar lembar saham senilai Rp 4,116 triliun. Sebanyak 24 saham naik, sisanya 248 saham turun, dan 33 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 56,92 poin (2,33%) ke level 2.383,49.  
  • Indeks Hang Seng terjun 797,53 poin (4,23%) ke level 18.076,46.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 137,69 poin (1,55%) ke level 8.741,91.  
  • Indeks Straits Times jatuh 57,06 poin (2,05%) ke level 2.721,91.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textile (CNTX) naik Rp 300 ke Rp 7.700, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 15.700, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 200 ke Rp 2.300, dan Metro Realty (MREI) naik Rp 110 ke Rp 620.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 41.800, Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.100 ke Rp 13.700, Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 68.050, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 750 ke Rp 17.000.

Selasa, 18-10-2011 (12:08)

 

 

 

IHSG Terpangkas 3% 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar di zona merah terkena aksi ambil untung yang marak terjadi. Saham-saham yang dilepas antara lain berbasis komoditas, properti dan finansial. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 52,495 poin (1,40%) ke level 3.676,520. Koreksi indeks sejalan dengan melemahnya bursa-bursa di Asia dan Global. Aksi ambil untung terus terjadi sejak dibukanya perdagangan. Hal ini menyebabkan indeks terkoreksi tajam tak lama setelah pembukaan. Hampir saja indeks tinggalkan level 3.600. Pada perdagangan sesi I, Selasa (18/10/2011), IHSG jatuh 110,498 poin (2,97%) ke level 3.618,517. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 20,441 poin (3,10%) ke level 640,729. Sudah bisa ditebak, aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi. Saham-saham tersebut diantaranya berbasis komoditas, finansial dan properti.Indeks sektor tersebut pun langsung jatuh cukup dalam, rata-rata lebih dari tiga persen. Indeks sektor lainnya pun terseret ke zona merah, tak satu pun yang berhasil menguat.
Kekhawatiran investor akan krisis utang Eropa kembali mencuat setelah pernyataan Menteri Keuangan Jerman memutus harapan akan segera rampungnya krisis di Eropa. Hal tersebut juga memicu aksi jual investor asing. Hingga siang ini nilai penjualan bersihnya masih tidak terlalu besar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 63.496 kali pada volume 3,237 miliar lembar saham senilai Rp 1,904 triliun. Sebanyak 11 saham naik, sisanya 242 saham turun, dan 25 saham stagnan. Bursa-bursa Asia masih terkena jeratan negatif terkait krisis utang Eropa. Bursa saham Hong Kong menderita koreksi paling tajam.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 40,82 poin (1,67%) ke level 2.399,58.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 630,68 poin (3,34%) ke level 18.243,31.
  • Indeks Nikkei 225 turun 129,34 poin (1,46%) ke level 8.750,26.
  • Indeks Straits Times melemah 48,02 poin (1,73%) ke level 2.730,95.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textile (CNTX) naik Rp 300 ke Rp 7.700, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 200 ke Rp 2.300, Metro Realty (MREI) naik Rp 110 ke Rp 620, dan Enseval (EPMT) naik Rp 30 ke Rp 780.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.000 ke Rp 41.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.000 ke Rp 54.150, Astra Internasional (ASII) turun Rp 850 ke Rp 68.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 18.800.

Selasa, 18-10-2011 (09:36)

 

 

IHSG Jatuh 52 Poin Terkena Tekanan Bursa Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena tekanan negatif bursa global sehingga jatuh 52 poin. Koreksi indeks sejalan dengan melemahnya bursa-bursa di Asia. Pada perdagangan preopening, IHSG langsung jatuh 50,918 poin (1,36%) ke level 3.678,097. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 12,654 poin (1,91%) ke level 648,516. Mengawali perdagangan, Selasa (18/10/2011), IHSG dibuka terpangkas 52,495 poin (1,40%) ke level 3.676,520. Indeks LQ 45 dibuka turun 13,046 poin (1,98%) ke level 648,124. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah 97,622 poin (2,62%) ke level 3.631,393. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 19,869 poin (3,01%) ke level 641,301.
 IHSG kemarin berhasil mempertahankan momentum penguatannya dengan kenaikan sebanyak 64 poin. Indeks mantap bercokol di level 3.279.Bursa Wall Street semalam berhenti di titik terendahnya dalam 2 pekan terakhir gara-gara pernyataan dari Menteri Keuangan Jerman, yang mengkandaskan harapan akan segera selesainya krisis di Eropa. Bursa-bursa di regional kompak melemah setelah merespons jatuhnya bursa global tersebut. Bursa saham Hong Kong yang sudah naik tinggi kini jatuh sangat dalam.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 28,14 poin (1,15%) ke level 2.412,26.
  • Indeks Hang Seng jatuh 591,51 poin (3,13%) ke level 18.282,48.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 137,03 poin (1,54%) ke level 8.742,57.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 44,72 poin (1,61%) ke level 2.734,25.  

Senin 17-10-2011 (16:15)

 

 

 


IHSG Ditutup Melesat 1,68%

IHSG pada perdagangan Senin (17/10) ditutup naik tajam 1,68% ke level 3.726,55. Penguatan indeks sore ini masih seiring penguatan bursa global dan aksi beli investor asing. Asing sore ini tercatat melakukan net foreign buy sebesar Rp164,57 miliar. Sepertinya investor juga tidak begitu terpengaruh dengan terjadinya reshuffle di sejumlah menteri KIB II. Selama pekan kemarin, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,94 triliun seiring membaiknya optimisme di pasar global. Bursa AS kembali menguat signifikan di akhir pekan lalu dan membawa S&P 500 menguat 6% selama pekan kemarin. Sentimen positif datang dari rilis kinerja beberapa emiten kuartal 3-2011 yang lebih baik dari estimasi dan rilis data retail sales di bulan September yang lebih tinggi dari ekspektasi.
Bursa Asia sore ini juga menguat signifikan seiring sentimen positif dari penguatan bursa global di akhir pekan kemarin dan optimisme solusi krisis utang di Eropa seiring pertemuan negara-negara G20 di akhir pekan kemarin. Harga batubara Newcastle pekan ini terkoreksi tipis ke level US$120,7/ton. Harga minyak pagi ini kembali melanjutkan rallynya ke level US$87,1/barel.

Shanghai naik 0,37%, Hang Seng naik 2,01%, KLSE naik 1,59%, Nikkei naik 1,50%, STI naik 1,26%, dan Seoul naik 1,62%. Sebanyak 211 saham naik sore ini, sedang 45 saham turun, dan 66 saham stagnan. Indeks LQ45 ditutup naik 1,73% ke level 660,98, sedang JII naik 2,15% ke level 517,74.Volume perdagangan sore sebanyak 7,33 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,28 triliun. Saham-saham yang menguat tajam sore ini adalah MLBI naik 4,14%, ASII naik 3,06%, ITMG naik 4,57%, UNTR naik 3,25%, AALI naik 3,98%, dan DSSA naik 5,38%

Senin, 17-10-2011 (12:12)

 

 

 


Asing Bantu IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,35%

IHSG pada sesi I perdagangan Senin (17/10) ditutup naik 1,35% ke level 3.714,36.Penguatan indeks siang ini masih seiring penguatan bursa global dan pembelian investor asing. Asing siang ini tercatat melakukan net foreign sell sebesar Rp41,81 miliar. Selama pekan kemarin, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,94 triliun seiring membaiknya optimisme di pasar global. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan indeks akan kembali mencoba menembus level psikologis 3.700 dengan resistance di level 3.715.
Bursa AS kembali menguat signifikan di akhir pekan lalu dan membawa S&P 500 menguat 6% selama pekan kemarin. Sentimen positif datang dari rilis kinerja beberapa emiten kuartal 3-2011 yang lebih baik dari estimasi dan rilis data retail sales di bulan September yang lebih tinggi dari ekspektasi. Harga komoditas dunia khususnya minyak di akhir pekan kemarin juga menguat signifikan sekitar 3% ke level US$86,8/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel +2,3% dan Timah 0,9%.
Bursa Asia siang ini juga menguat signifikan seiring sentimen positif dari penguatan bursa global di akhir pekan kemarin dan optimisme solusi krisis utang di Eropa seiring pertemuan negara-negara G20 di akhir pekan kemarin. Harga batubara Newcastle pekan ini terkoreksi tipis ke level US$120,7/ton. Harga minyak pagi ini kembali melanjutkan rallynya ke level US$87,1/barel.Shanghai naik 0,18%, Hang Seng naik 1,54%, KLSE naik 1%, Nikkei naik 1,48%, STI naik 0,86%, dan Seoul naik 1,26%.
Sebanyak 192 saham naik siang ini, sedang 38 saham turun, dan 66 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,48% ke level 659,32, sedang JII naik 1,46% ke level 514,23. Volume perdagangan siang sebanyak 3,98 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,02 triliun. Saham-saham yang menguat tajam siang ini adalah ASII naik 1,49%, ITMG naik 2,16%, PTBA naik 3,80%, UNTR naik 2,38%, HMSP naik 1,13%, dan AALI naik 1,59%.

Senin, 17-10-2011 (09:12)

 

 

 


IHSG Akan Kembali Tembus Level Psikologis di 3.700

IHSG pada perdagangan Senin pagi ini diperkirakan akan menguat seiring penguatan bursa global dan penguatan nilai tukar Rupiah. Selama pekan kemarin, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,94 triliun seiring membaiknya optimisme di pasar global. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan indeks akan kembali mencoba menembus level psikologis 3.700 dengan resistance di level 3.715. Bursa AS kembali menguat signifikan di akhir pekan lalu dan membawa S&P 500 menguat 6% selama pekan kemarin. Sentimen positif datang dari rilis kinerja beberapa emiten kuartal 3-2011 yang lebih baik dari estimasi dan rilis data retail sales di bulan September yang lebih tinggi dari ekspektasi. Harga komoditas dunia khususnya minyak di akhir pekan kemarin juga menguat signifikan sekitar 3% ke level US$86,8/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel +2,3% dan Timah 0,9%. Bursa Asia pagi ini dibuka menguat signifikan sekitar 1,5% seiring sentimen positif dari penguatan bursa global di akhir pekan kemarin dan optimisme solusi krisis utang di Eropa seiring pertemuan negara-negara G20 di akhir pekan kemarin. Harga batubara Newcastle pekan ini terkoreksi tipis ke level US$120,7/ton. Harga minyak pagi ini kembali melanjutkan rallynya ke level US$87,1/barel.

Jumat, 14-10-2011 (16:10)

 

 

 


IHSG Anjlok 10 Poin 

Akhir pekan yang suram bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi ambil untung di saham-saham unggulan membuat harus terpangkas 10 poin di tengah perdangan yang sepi. Mengawali perdagangan akhir pekan, pagi tadi IHSG dibuka turun tipis 3,469 poin (0,10%) ke level 3.671,915. Situasi ekonomi global yang kembali terguncang oleh turunnya peringkat Spanyol membuat bursa regional memerah. Pergerakan IHSG masih serba tipis dan berfluktuatif, beberapa kali indeks bolak-balik antara zona merah dan hijau. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di 3.688,140. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 14,202 poin (0,39%) ke level 3.661,182. Investor masih menunggu hasil pertemuan G20 tentang penyelesaian krisis utang Eropa. Aksi ambil untung mulai marak terjadi memasuki perdagangan sesi II, indeks pun jatuh ke posisi 3.639,343. Namun, aksi beli selektif menjelang penutupan bisa menahan jatuhnya bursa. Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (14/10/2011), IHSG ditutup turun tipis 10,704 poin (0,30%) ke level 3.664,680. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah tipis 2,362 poin (0,37%) ke level 649,690. Saham-saham bank kelas berat menjadi penopang jatuhnya pasar saham hari ini setelah banyak diburu investor asing, seperti BRI dan BNI. Sementara saham Telkom (TLKM) dan tambang seperti Harum Energy (HRUM), Bukit Asam (PTBA) dan lain-lain menjadi pemberat bursa. Investor pun masih banyak melakukan aksi tunggu sambil sesekali mengurangi portofolionya sambil menanti hasil keputusan dari pertemuan G20 yang membahas penyelesaian krisi utang Eropa.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 115,803 kali pada volume 5,359 miliar lembar saham senilai Rp 5,340 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 90 saham stagnan. Nilai transaksi cukup tinggi karena ada pembelian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di pasar negosiasi hingga sebesar Rp 1,64 triliun. Pengalihan saham itu difasilitasi Credit Suisse (CS) dan Deutsche Securities (DB). Para pemodal asing kembali mengurangi investasinya, hingga sore ini transaksi investor asing terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 169,087 miliar di seluruh pasar.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 7,42 poin (0,30%) ke level 2.431,37.
  • Indeks Hang Seng anjlok 256,02 poin (1,36%) ke level 18.501,79.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 75,29 poin (0,85%) ke level 8.747,96.
  • Indeks Straits Times turun tipis 3,19 poin (0,12%) ke level 2.730,78.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Supreme Cable (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 2.500, Indospring (INDS) naik Rp 350 ke Rp 3.725, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 8.950, dan Central Omega (DKFT) naik Rp 300 ke Rp 2.825

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.850 ke Rp 57.100, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.100 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 41.550,dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 66.950.

Jumat, 14-10-2011 (11:43)

 

 

 


Investor Tunggu Hasil G20, IHSG Menipis 14 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14 poin di tengah transaksi yang sepi. Investor masih menunggu hasil pertemuan G20 tentang penyelesaian krisis utang Eropa. Mengawali perdagangan akhir pekan, pagi tadi IHSG dibuka turun tipis 3,469 poin (0,10%) ke level 3.671,915. Situasi ekonomi global yang kembali terguncang oleh turunnya peringkat Spanyol membuat bursa regional memerah.Pergerakan IHSG masih serba tipis dan berfluktuatif, beberapa kali indeks bolak-balik antara zona merah dan hijau. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di 3.688,140, sedangkan terendahnya di 3.662,108. Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat sebelum sholat jumat, IHSG menipis 14,202 poin (0,39%) ke level 3.661,182. Sementara Indeks LQ 45 turun 2,477 poin (0,38%) ke level 649,575.
Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu keputusan atas pertemuan G20 yang sedang membahas penanganan krisis utang Eropa. Maka dari itu nilai transaksi di lantai bursa tidak terlalu ramai. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 56.734 kali pada volume 2,486 miliar lembar saham senilai Rp 2,953 triliun. Sebanyak 73 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 84 saham stagnan. Nilai transaksi cukup tinggi karena ada pembelian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di pasar negosiasi hingga sebesar Rp 1,61 triliun. Pengalihan saham itu difasilitasi Credit Suisse (CS) dan Deutsche Securities (DB).  Meski cenderung memerah, tak semua indeks sektoral jatuh di zona negatif. Beberapa sektor masih mampu bertahan di zona hijau atas aksi beli selektif, seperti indeks sektor agri, dan industri dasar. Investor asing masih konsisten menanamkan modalnya di pasar saham dalam negeri. Hingga siang ini, meski tipis, investor asing mencatat pembelian bersih. Sentimen negatif dari Eropa menghajar bursa-bursa regional hingga terkapar di teritori negatif, padahal pagi tadi masih ada yang mampu menguat.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,76 poin (1,10%) ke level 2.412,03.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 261,64 poin (1,39%) ke level 18.496,17.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 62,07 poin (0,70%) ke level 8.761,18.
  • Indeks Straits Times turun 5,91 poin (0,22%) ke level 2.728,06.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Supreme Cable (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 2.500, Indospring (INDS) naik Rp 325 ke Rp 3.700, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 19.000, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 8.850.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 57.950, Astra Internasional (ASII) turun Rp 850 ke Rp 67.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 30.200, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 700 ke Rp 14.750.

Jumat, 14-10-2011 (09:36)

 

 

 


Bursa Regional Memerah, IHSG Terpangkas 3 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri reli empat hari dengan melemah tipis 3 poin membuka perdagangan akhir pekan. Situasi ekonomi global yang kembali terguncang oleh turunnya peringkat Spanyol membuat bursa regional memerah. Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 5,528 poin (0,13%) ke level 3.670,856. Sedangkan Indeks LQ 45 turun tipis 1,125 poin (0,17%) ke level 650,927. Mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (14/10/2011), IHSG dibuka turun tipis 3,469 poin (0,10%) ke level 3.671,915. Indeks LQ 45 dibuka melemah tipis 0,982 poin (0,15%) ke level 651,070. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, pergerakan IHSG masih belum mengembirakan, turun 10,646 poin (0,29%) ke level 3.664,738. Sementara Indeks LQ 45 menipis 2,011 poin (0,31%) ke level 650,041.Kemarin, IHSG ditutup menguat 39 poin namun tidak berhasil mempertahankan level tertingginya di 3.700. Profit taking setelah kenaikan yang cukup tinggi membuat IHSG tak berhasil mempertahankan performa terbaiknya. Kabar negatif datang dari Eropa, peringkat Spanyol diturunkan oleh Standard & Poor's sebanyak 1 notch dari "AA" menjadi "AA-" dengan outlook negatif akibat tingginya pengangguran, kondisi finansial yang lebih ketat dan melemahnya perekonomian negara mitra dagang utang Spanyol.
Bursa-bursa Asia langsung terkoreksi merespons sentimen negatif tersebut. Hanya bursa saham Singapura yang masih kuat naik tipis.
Berikut situasi di bursa regional pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 14,59 poin (0,60%) ke level 2.424,20.
  • Indeks Hang Seng melemah 252,60 poin (1,35%) ke level 18.505,21.
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 63,68 poin (0,72%) ke level 8.759,57.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 2,59 poin (0,09%) ke level 2.736,56.

Kamis 13-10-2011 (16:04))

 

 

 


IHSG Melambung 39 Poin

Menjelang reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang akan diumumkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diutup naik 39 poin. Pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG naik 39,45 poin atau setara 1,09 persen ke posisi 3.675,38. IHSG, mencapai level tertinggi di kisaran 3.702,71, sedangkan level terendah IHSG berada pada kisaran 3.635,931. Sementara untuk indeks favorit, indeks LQ45 yang naik 6,54 poin ke level 652,05 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,08 poin ke level 509,57.

Kenaikan IHSG ini, disokong dengan adanya aksi beli oleh asing sebesar Rp908,152 miliar dari total transaksi perdagangan sebesar Rp5,803 triliun dengan volume transaksi sebesar 8,845 miliar lembar saham diperdagangkan. Selain itu, tercatat 165 saham menguat, 88 saham melemah, dan 71 saham terpantau stagnan.
Sementara, indeks Asia terpantau bergerak mixed, indeks Hang Seng naik 428,35 atau 2,34 persen ke level 18.757,81, indeks Nikkei naik 84,35 poin atau 0,97 persen ke 8.823,25, indeks Straits Times terkoreksi 2,29 atau 0,08 persen ke level 2.735,46, serta indeks Shanghai menguat tipis 18,79 poin atau 0,78 persen ke level 2.438,79.
Pada siang ini, saham-saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.950 menjadi Rp67.900, PT Bukit Asam (Persero) TbK (PTBA) naik Rp1.200 menjadi Rp17.400  serta PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp800 menjadi Rp9.800.

Saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.050 ke Rp58.950, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) turun Rp250 ke Rp10.250, dan PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) turun Rp150 ke Rp11.75

Kamis 13-10-2011 (12:09)

 

 

 


Naik 1,5% IHSG Bersiap Masuki Level 3.700

Pergerakan indeks Asia membuat investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp443 miliar, imbasnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 56 poin dan bersiap menuju level 3.700. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG meluncur mulus 56,75 poin atau setara 1,56 persen ke posisi 3.692,68. Begitu pula dengan indeks LQ45 yang naik 10,46 poin ke level 655.97 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 9,61 poin ke level 512,10. Kenaikan IHSG ini, disokong dengan adanya aksi beli oleh asing sebesar Rp443,479 miliar dari total transaksi perdagangan sebesar Rp3,046 triliun dengan volume transaksi sebesar 5,379 miliar lembar saham diperdagangkan. Selain itu, tercatat 190 saham menguat, 50 saham melemah, dan 65 saham terpantau stagnan.
Indeks Asia mayoritas mengalami kenaikan, indeks Hang Seng naik 27,69 atau 0,16 persen ke level 18.680,08, indeks Nikkei naik 82,35 poin atau 0,94 persen ke 8.821,25, indeks Straits Times naik 12,59 atau 0,46 persen ke level 2.750,34 serta indeks Shanghai menguat tipis 12,19 poin atau 0,50 persen ke level 2.432,19.Pada siang ini, saham-saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.500 menjadi Rp67.450 PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp1.450 menjadi Rp10.450, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp900 menjadi Rp23.450.
Saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2,000 ke Rp59,000, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 ke Rp7.500, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp100 ke Rp7,250

Kamis 13-10-2011 (09:35)

 

 

 


IHSG Buntuti Kekuatan Wall Street

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka cerah. IHSG mengikuti pergerakan indeks Asia dan Wall Street yang berada di jalur hijau. IHSG Kamis pagi, pada pukul 09.32 waktu JATS melesat 47,88 poin atau setara 1,32 persen ke posisi 3.683,81. Begitu pula dengan indeks LQ45 yang naik 8,74 poin dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,68 poin.
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average naik 102,55 poin, atau 0,90 persen menjadi 11.518,85. Sementara indeks Indeks Standard & Poor 500 rebound 11,71 poin atau 0,98 persen ke 1.207,25. Serta Nasdaq Composite Index naik 21,70 poin atau 0,84 persen menjadi 2.604,73. Nilai transaksi pagi ini tercatat sebesar Rp303,68 miliar dengan volume transaksi sebesar 408,54 juta lembar saham. Di mana 118 saham menguat, 12 saham melemah, dan 52 saham terpantau stagnan.

Pagi ini saham-saham yang menguat di antaranya PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp1.450 ke Rp10.450, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp800 ke Rp42.800, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp750 ke Rp20.000, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp700 ke Rp18.800.
Saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.700 ke Rp59.300, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp50 ke Rp7.300, dan PT Bank Pertama Tbk (BNII) turun Rp15 ke Rp410

Rabu, 12-10-2011 (16:06)

 

 

 


Melesat 104 poin, IHSG Parkir Lagi di 3.600 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat cukup tinggi atas perburuan saham-saham unggulan dan lapis dua. Aksi beli ini mendorong indeks kembali parkir di level 3.600. Mengawali perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis 13,871 poin (0,39%) ke level 3.517,882. Aksi jual terjadi didorong lambatnya penyelesaian krisis utang di Eropa. Namun pelemahan indeks tidak bertahan lama, aksi beli kembali terjadi sehingga membawanya ke zona positif. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi puncak pada level 3.597,354. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 61,090 poin (1,72%) ke level 3.592,843. Pemodal asing mulai kembali agresif setelah melakukan aksi jual di beberapa perdagangan lalu.Meski sempat terjadi aksi ambil untung di awal perdagangan sesi II, namun penguatan saham-saham unggulan masih mampu menahan indeks di zona hijau bahkan mengangkatnya kembali ke posisi tertinggi hari ini di 3.637,123.


Mengakhiri perdagangan, Rabu sore, IHSG ditutup melesat 104,178 poin (2,95%) ke level 3.635,931. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melonjak 22,606 poin (3,63%) ke level 645,506. Penguatan indeks masih dipimpim oleh saham-saham berbasis komoditas. Minat beli investor domestik terangsang atas aksi borong saham investor asing. Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat, tak satu pun yang terkena koreksi. Indeks sektor tambang melonjak lebih dari 4 persen. Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 156.270 kali pada volume 8,556 miliar lembar saham senilai Rp 5,969 triliun. Sebanyak 199 saham naik, sisanya 40 saham turun, dan 55 saham stagnan. Sementara dari sentimen global, investor masih menunggu hasil pemungutan suara Slovakia terkait pemberian dana talangan di zona Eropa. Hal ini membuat bursa Saham Wall Street ditutup flat pada perdagangan semalam. Kebanyakan bursa-bursa di Asia mampu bertahan di zona hijau, dengan bursa saham China memimpin penguatan. Pergerakan bursa saham Jepang masih mengecewakan dan terkoreksi tipis.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melesat 71,48 poin (3,04%) ke level 2.420,00.
  • Indeks Hang Seng menanjak 181,10 poin (1,00%) ke level 18.322,69.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 34,78 poin (0,40%) ke level 8.738,90.  
  • Indeks Straits Times naik 11,22 poin (0,42%) ke level 2.704,27.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 5.000 ke Rp 61.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.400 ke Rp 42.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.100 ke Rp 16.200, dan Indocement (INTP) naik Rp 1.100 ke Rp 14.700.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 300 ke Rp 19.250, Voksel (VOKS) turun Rp 180 ke Rp 570, Fastfood (FAST) turun Rp 75 ke Rp 2.900, dan Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 60 ke Rp 1.560.

Rabu, 12-10-2011 (12:08)

 

 

 


Investor Asing Kembali Agresif, IHSG Menguat 61 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 61 poin didorong aksi beli investor asing yang cukup tinggi. Pemodal asing mulai kembali agresif setelah melakukan aksi jual di beberapa perdagangan lalu. Mengawali perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis 13,871 poin (0,39%) ke level 3.517,882. Aksi jual terjadi didorong lambatnya penyelesaian krisis utang di Eropa. Namun pelemahan indeks tidak bertahan lama, aksi beli kembali terjadi sehingga membawanya ke zona positif. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi puncak pada level 3.597,354.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (12/11/2011), IHSG menguat 61,090 poin (1,72%) ke level 3.592,843. Sementara Indeks LQ 45 melesat 13,302 poin (2,13%) ke level 636,202. Saham-saham komoditas yang sudah murah kini menanjak cukup tinggi atas aksi beli yang dilakukan investor lokal dan asing. Indeks sektor agrikultur melesat lebih dari tiga persern. Transaksi yang dilakukan pemodal asing cukup menggembirakan, pembelian bersih yang dilakukan hingga siang ini nilainya cukup besar. Menguatnya bursa-bursa di regional menjadi pendorong aksi beli.Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 78.900 kali pada volume 3,824 miliar lembar saham senilai Rp 3,112 triliun. Sebanyak 166 saham naik, sisanya 47 saham turun, dan 67 saham stagnan. Sementara dari sentimen global, investor masih menunggu hasil pemungutan suara Slovakia terkait pemberian dana talangan di zona Eropa. Hal ini membuat bursa Saham Wall Street ditutup flat pada perdagangan semalam. Kebanyakan bursa-bursa di Asia mampu bertahan di zona hijau, dengan bursa saham China memimpin di depan. Sayangnya, bursa saham Jepang terkena koreksi tipis.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 50,66 poin (2,16%) ke level 2.399,18.  
  • Indeks Hang Seng menguat 113,64 poin (0,63%) ke level 18.255,23.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 30,68 poin (0,35%) ke level 8.743,00.
  • Indeks Straits Times naik tipis 3,85 poin (0,14%) ke level 2.696,90.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.150 ke Rp 58.150, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.650 ke Rp 41.250, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.000 ke Rp 18.000, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.000 ke Rp 16.100.Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 65.450, Bayan (BYAN) turun Rp 350 ke Rp 19.200, Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 5.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 50 ke Rp 30.600.

Rabu, 12-10-2011 (09:36)

 

 

 


IHSG Melemah Tipis Terkena Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis 13 poin akibat aksi ambil untung. Aksi jual terjadi didorong lambatnya penyelesaian krisis utang di Eropa. Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 13,475 poin (0,38%) ke level 3.518,278. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 3,349 poin (0,54%) ke level 619,551. Mengawali perdagangan, Rabu (12/11/2011), IHSG dibuka melemah tipis 13,871 poin (0,39%) ke level 3.517,882. Indeks LQ 45 dibuka turun tipis 3,306 poin (0,53%) ke level 619,594.


Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG balik arah ke zona hijau, naik tipis 8,704 poin (0,25%) ke level 3.540,457. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,603 poin (0,42%) ke level 625,503. Kemarin, IHSG ditutup menguat 80 poin dengan sentimen positif penguatan bursa regional dan penurunan BI Rate 25 basis poin. Investor asing kembali borong saham dengan nilai hampir Rp 600 miliar. Bursa Wall Street tadi malam ditutup flat. Investor menunggu musim laporan keuangan untuk menjadi sentimen pendorong berlanjutnya rebound pasar saham. Sentimen yang netral ini disambut negatif oleh bursa-bursa di Asia. Belum sepakatnya penyelesaian utang Eropa menjadi kekhawatiran tersendiri di mata para pelaku pasar.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 2,32 poin (0,10%) ke level 2.346,19.  
  • Indeks Hang Seng turun 129,08 poin (0,71%) ke level 18.012,51.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 58,58 poin (0,67%) ke level 8.715,10.  
  • Indeks Straits Times melemah tipis 4,51 poin (0,17%) ke level 2.688,54.

Selasa 11-10-2011 (16:13)

 

 

 


IHSG Menguat 2,3%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Selasa (11/10) menguat 80,6 poin atau 2,3% ke 3.531,75. Volume perdagangan mencapai 6,1 miliar saham senilai Rp4,7 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 217 saham naik, 30 saham turun dan 71 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy hingga Rp591,2 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,6 triliun dan penjualan asing Rp1,06 triliun.

Indeks JII naik 13,3 poin ke 487,04, indeks ISSI naik 2,6 poin ke 113,91 dan indeks LQ45 naik 16,9 poin ke 622,90. Penguatan didukung sektor pertambangan yang memimpin kenaikan hingga 85,5 poin ke 2.452 disusul sektor industri dasar naik 30,3 poin ke 1.174. Menjelang pengumuman BI rate, IHSG cenderung flat. Ekspektasi pasar pun akhirnya terjadi dengan penurunan BI rate menjadi 6,5% sehingga menjaga indeks bertahan di zona positif.

Penguatan IHSG juga seiring dengan penguatan bursa regional seperti indeks Hang Seng naik 2,4% ke 18.141, indeks Nikkei naik 1,9% ke 8.773, indeks Shanghai naik 0,1% ke Rp2.348 dan indeks ASX naik 0,6% ke 4.227. Demikian juga dengan bursa Eropa seperti indeks FTSE turun 0,3% ke 5.382, indeks DAX turun 0,1% ke 5.839 dan indeks CAC turun 0,4% ke 3.148, untuk saham yang menguat seperti saham MLBI naik Rp2.100 ke Rp325.100, ITMG naik Rp1.800 ke Rp39.600, ASII naik Rp1.750 ke Rp65.900, PTBA naik Rp1.250 ke Rp15.100, IMAS naik Rp850 ke Rp11.350, UNTR naik Rp750 ke Rp21.500, INTP naik Rp700 ke Rp13.600, HMSP naik Rp550 ke Rp30.650, MYOR naik Rp550 ke Rp13.550, ADMF naik Rp500 ke Rp10.250, HRUM naik Rp450 ke Rp7.300, GGRM naik Rp400 ke Rp56.000, AALI naik Rp300 ke Rp17.000.


Saham yang melemah seperti saham DLTA turun Rp9.000 ke Rp110.000, GYDR turun Rp200 ke Rp9.000, SMAR turun Rp100 ke Rp5.800, SMDR turun Rp100 ke Rp3.500, INVS turun Rp50 ke Rp5.600.

Selasa 11-10-2011 (12:09)

 

 

 


IHSG Sesi I Berakhir Naik 3,15%

IHSG pada perdagangan sesi I Selasa (11/10) ditutup naik 3,15% ke level 3.559,82. Penguatan indeks siang ini masih mengikuti gairah di saham regional dan global di tengah harapan penyelesaian utang di Zona Euro. Bursa Asia siang ini menguat, di mana Hang Seng melesat 3,26% seiring aksi beli pemerintah di saham perbankan besar, Shanghai naik 0,72%, KLSE naik 0,98%, Nikkei naik 2,03%, STI naik 2,27%, dan Seoul naik 1,87%.  Sebanyak 216 saham tercatat naik siang ini, 26 saham turun, dan 52 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 3,74% ke level 628,68, sedang JII naik 3,44% ke level 489,97.
Volume perdagangan siang ini sebanyak 3,10 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,66 triliun. Asing juga masih lebih banyak melakukan pembelian hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp221,53 miliar.
Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah MBLI naik 2,13%, ASII naik 3,66%, ITMG naik 3,96%, DSSA naik 10%, GGRM naik 2,24%, dan PTBA naik 8,66%

Selasa 11-10-2011 (09:38)

 

 

 


Gairah Regional Topang IHSG Dibuka Naik 1,71%

IIHSG pada perdagangan Selasa pagi ini dibuka naik 1,71% ke level 3.510,3. Penguatan indeks pagi ini mengikuti gairah di saham regional dan global di tengah harapan penyelesaian utang di Zona Euro. Bursa Asia pagi ini menguat seiring pernyataan kanselir Jerman Angela Merkel yang akan melakukan yang terbaik untuk melindungi bank-bank di Eropa dari efek krisis utang di Eropa. Shanghai naik 1,72%, Hang Seng naik 3,6%, KLSE naik 0,82%, Nikkei naik 2,17%, STI naik 1,93%, dan Seoul naik 2,10%. Sebanyak 147 saham tercatat naik pagi ini, 3 saham turun, dan 29 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 2,42% ke level 620,68, sedang JII naik 2,37% ke level 484,91.
Volume perdagangan pagi ini sebanyak 352,59 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp416,46 miliar. Asing juga lebih banyak melakukan pembelian pagi ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp21,47 miliar.


Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 2,88%, ITMG naik 2,64%, GGRM naik 1,61%, UNTR naik 2,65%, PTBA naik 3,24%, dan INTP naik 3,10%

Senin, 10-10-2011 (16:11)

 

 

 


IHSG Masih Menguat

Sentimen positif Asia, nampaknya masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan kali ini, IHSG mampu menguat 25 poin. Pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG naik tipis 25,40 poin atau sebesar 0,74 persen ke posisi 3.451,08, Senin (10/10/2011). IHSG, sempat mencapai level tertinggi di 3.448,79 dan level terendahnya pada 3.413,26. Sementara, indeks LQ45 naik tipis 5,73 poin ke 605,96, serta Jakarta Islamic Index (JII) naik 1.46 poin ke 473.67.
Pada penutupan perdagangan, bursa Asia masih bergerak mixed, di mana Shanghai Composite Index turun 14,43 poin atau 0,61 persen ke 2.344,79 indeks Hang Seng bergerak flat dengan naik 4,05 poin atau 0,02 persen ke 17.711,06, indeks Nikkei naik 83,60 poin atau 0,98 persen ke 8.605,62, serta indeks Strait Times naik 27,70 poin atau 1,05 persen ke 2.668.

Di sisi lain, tercatat sebanyak 111 saham menguat, 85 saham melemah, dan 91 saham stagnan. Adapun volume transaksi pada penutupan hari ini, sebesar 2,182 miliar lembar saham dengan total transaksi mencapai Rp2,627 triliun, di mana investor asing telah melakukan aksi jual sebesar Rp5,135 miliar.
Saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik Rp1.700 ke Rp10,250, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp900 ke Rp64.150, dan PT Nipress Tbk (NIPS) naik Rp750 ke Rp3.850.
Saham-saham yang melemah (top loosers) di antaranya PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp12.000 menjadi Rp323.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp400 menjadi Rp16.700, serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp350 menjadi Rp19.550

Senin 10:10:2011 (09:34)

 

 

 


Awali Pekan, Saham Blue Chip Sokong IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini tercatat melaju tipis dibandingkan dengan penutupan di akhir pekan lalu. Saham-saham blue chips pagi ini juga menyokong pergerakan IHSG. Pagi ini, IHSG Senin  pukul 09.34 waktu JATS melambung tipis 14,96 poin atau sebesar 0,44 persen ke posisi 3.440,65. Sementara indeks LQ45 naik tipis 1,97 poin ke 602,2, serta Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,95 poin ke 473,16.
Bursa Asia pagi ini pun juga terpantau bergerak mixed, di mana Shanghai Composite Index ambles 7,95 poin ke 2.351, indeks Hang Seng anjlok 189,44 poin ke 17.517, serta indeks Strait Times naik 6,85 poin. Nilai transaksi pagi ini pun tercatat sebesar Rp91,65 miliar dengan volume sebesar 65,69 juta lembar saham. Di mana 47 saham menguat, 55 saham stagnan, dan 20 saham melemah.

Adapun saham-saham yang menguat pagi ini di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp700 ke Rp55.700, PT Astra International Tbkl (ASII) naik Rp400 ke Rp63.650, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp200 ke Rp17.300, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp200 ke Rp37.800.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp75 ke Rp3.725, PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun Rp50 ke Rp6.850, serta PT Indika Energy Tbk (INDY) turun Rp25 ke Rp2.300

Jumat, 07-10-2011 (16:11)

 

 


Terkena Profit Taking, IHSG Turun Tipis 17 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena profit taking dan terpaksa turun 17 poin. Koreksi ini menahan IHSG di level 3.400 padahal siang tadi sempat ke 3.500. Membuka perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG menguat 37,096 poin (1,07%) ke level 3.480,202 menyusul kabar dari Eropa yang akan melakukan rekapitalisasi perbankan untuk menghindari kolaps. Bursa-bursa Asia juga menyambut positif sentimen ini. Aksi beli di saham-saham unggulan mendorong IHSG naik lagi ke level 3.500. Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG hari ini di posisi 3.526,801. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menanjak 65.680 poin (1,90%) ke level 3.508,786 didorong menguatnya saham-saham berkapitalisasi besar. Saham-saham ini berlomba mengambil tempat di top gainers.Investor banyak yang bermain cepat dengan mengambil keuntungan dari penguatan saham-saham yang masih murah pagi tadi. Aksi ambil untung pun marak terjadi di saham-saham yang pagi tadi memimpin penguatan. Indeks pun sempat jatuh ke zona merah akibat aksi ambil untung ini, berhenti di posisi terendahnya 3.418,136 sebelum akhirnya kembali naik namun poin yang dicetaknya masih tipis. Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (7/10/2011), IHSG kembali jatuh, terkoreksi 17,422 poin (0,51%) ke level 3.425,684. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,398 poin (0,57%) ke level 600,231.
Saham-saham tambang dan bank yang sempat memimpin laju penguatan bursa, langsung terkena profit taking. Akhirnya indeks sektor tambang malah terperosok ke zona merah. Banyak investor yang ingin mengambil keuntungan dengan cepat dalam rangka mengganti kerugian yang dialaminya dalam beberapa perdagangan terakhir, saat IHSG terjun bebas akibat buruknya sentimen global. Meski marak aksi ambil untung, investor asing secara perlahan konsisten mulai kembali menanamkan sahamnya di pasar modal dalam negeri. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 381,392 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 150.026 kali pada volume 5,167 miliar lembar saham senilai Rp 4,557 triliun. Sebanyak 72 saham naik, sisanya 155 saham turun, dan 75 saham stagnan.Pergerakan bursa-bursa Asia masih kuat di zona hijau, tidak IHSG yang beda sendiri akibat berfluktuasi. Bursa saham Hong Kong mencetak poin paling tinggi di regional.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Hang Seng melesat 534,73 poin (3,11%) ke level 17.707,01.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 83,60 poin (0,98%) ke level 8.605,62.  
  • Indeks Straits Times menanjak 44,84 poin (1,72%) ke level 2.647,96.  
  • Indeks Kospi melonjak 49,45 poin (2,89%) ke level 1.759,77.  

 

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.550 ke Rp 63.250, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.100 ke Rp 12.500, Bank Mega (MEGA) naik Rp 500 ke Rp 3.500, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 475 ke Rp 2.600.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.650 ke Rp 8.550, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 37.600, Century Textille (CNTX) turun Rp 700 ke Rp 6.900, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 17.100.

Jumat, 07-10-2011 (11:41)

 

 

 


Saham Unggulan Diburu, IHSG Melaju ke Level 3.500

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 65 poin didorong menguatnya saham-saham berkapitalisasi besar. Saham-saham ini berlomba mengambil tempat di top gainers. Membuka perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG menguat 37,096 poin (1,07%) ke level 3.480,202 menyusul kabar dari Eropa yang akan melakukan rekapitalisasi perbankan untuk menghindari kolaps. Bursa-bursa Asia juga menyambut positif sentimen ini. Aksi beli di saham-saham unggulan mendorong IHSG naik lagi ke level 3.500. Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG hari ini di posisi 3.526,801. Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat siang ini, IHSG menanjak 65.680 poin (1,90%) ke level 3.508,786. Sementara Indeks LQ 45 melesat 14,647 poin (2,52%) ke level 618,276.Saham-saham bank dan tambang kembali memimpin penguatan indeks. Selain harganya yang sudah sangat murah, peningkatan harga komoditas dunia juga turut menyumbang sentimen.
Investor asing mulai mengoleksi saham, hingga siang ini sudah melakukan pembelian bersih dengan nilai yang cukup besar. Sebaliknya, investor domestik ada beberapa yang main cepat memanfaatkan penguatan indeks dengan profit taking. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 76.738 kali pada volume 2,898 miliar lembar saham senilai Rp 2,262 triliun. Sebanyak 152 saham naik, sisanya 59 saham turun, dan 65 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia melaju semakin kencang menyusul positifnya bursa saham Wall Street dan bursa Eropa semalam. Krisis utang di Eropa pun sedikit mereda atas rencana rekapitalisasi perbankan Eropa untuk menghindari kolaps


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Hang Seng melesat 606,06 poin (3,53%) ke level 17.778,34.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 138,12 poin (1,62%) ke level 8.660,14.  
  • Indeks Straits Times menanjak 55,84 poin (2,15%) ke level 2.658,96.  
  • Indeks Kospi melompat 51,52 poin (3,01%) ke level 1.761,84.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 3.100 ke Rp 63.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.150 ke Rp 56.750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 30.750, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 38.800.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain BFI Finance (BFIN) turun Rp 350 ke Rp 5.600, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 300 ke Rp 3.200, Tifico (TFCO) turun Rp 130 ke Rp 650, dan Berlina (BRNA) turun Rp 100 ke Rp 1.820.

Jumat, 07-10-2011 (09:36)

 

 


IHSG Menguat 37 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 37 poin menyusul kabar dari Eropa yang akan melakukan rekapitalisasi perbankan untuk menghindari kolaps. Bursa-bursa Asia juga menyambut positif sentimen ini.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 36,658 poin (1,06%) ke level 3.479,764. Sedangkan Indeks LQ 45 menguat 9,102 poin (1,50%) ke level 612,731. Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (7/10/2011), IHSG menguat 37,096 poin (1,07%) ke level 3.480,202. Indeks LQ 45 naik 9,194 poin (1,52%) ke level 612,823. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menanjak 67,671 poin (1,97%) ke level 3.510,777. Sementara Indeks LQ 45 naik 15,746 poin (2,57%) ke level 619,375.Kemarin, IHSG menguat hingga 149 poin dan berhasil bertengger kembali di level 3.400. Tren positif bursa-bursa regional sangat membantu laju IHSG. Harapan penyelesaian krisis Eropa itu tadi malam sudah berhasil mendorong penguatan indeks saham di Wall Street. Indeks Dow Jones pun akhirnya kembali lagi ke level 11.000. Sentimen ini turut membantu pergerakan bursa-bursa di regional memberikan penguatan yang cukup signifikan. Sementara bursa saham China belum juga berdagang karena masih libur.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Hang Seng melonjak 479,90 poin (2,79%) ke level 17.652,18.  
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 96,94 poin (1,14%) ke level 8.618,96.  
  • Indeks Straits Times menguat 32,63 poin (1,25%) ke level 2.635,75.
  • Indeks Kospi melesat 47,93 poin (2,80%) ke level 1.758,25.

Kamis, 06-10-2011 (16:09)

 

 

 


IHSG Naik ke Level 3.400

Acara kumpul-kumpul para investor, Investor Summit and Capital Market Expo 2011, nampaknya memberikan sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan mengusung tema investing in Capital Market: A Journey for a Better Future, event tahunan ini yang bertempat di Ritz Carlton, Pacific Place akan diikuti oleh 28 emiten dan akan menghadirkan kegiatan seminar, presentasi emiten, dan pameran (expo). Adapun penyelenggaraan acara ini, bertujuan untuk memantapkan posisi dan peran Pasar Modal Indonesia sebagai representasi komitmen pemerintah dan Self Regulation (SRO), dan masyarakat bisnis dalam meningkatkan investasi di Indonesia.
Hasilnya, pada penutupan perdagangan Kamis sore ini, sempat turun ke level terendah 3.293,23, IHSG mampu bangkit dan berada pada level 3.443,11 dengan naik 149,87 poin atau 4,55 persen. Pada indeks favorit, tercatat indeks LQ45 naik 29,54 poin ke level 603,63 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang menguat 20,38 poin ke level 474,51. Penguatan IHSG tak lepas dari 248 saham yang menguat, 18 saham melemah, dan 41 sahan stagnan. Sementara, aksi beli yang dilakukan oleh investor asing sebesar Rp29,533 miliar dari total transaksi sebesar Rp4,720 triliun dan total volume perdagangan 5,292 miliar saham.
Pada indeks Asia, terpantau Nikkei menguat 139,04 poin atau 1,66 persen ke level 8.522,02. Indeks Hang Seng naik 922,01 poin atau 5,67 persen ke level 17.172,28 dan indeks Straits Times naik 70,48 atau 2,79 persen ke 2.599,19. Sedangkan indeks Shanghai justru belum mampu naik dan turun tipis 6,12 poin atau 0,26 persen ke 2.359,22.

Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp3.400 ke Rp60.700, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp2.700 ke Rp38.300, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.350 ke Rp54.600,

Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) turun Rp160 menjadi Rp1.100, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun Rp125 menjadi Rp2.600, serta PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun Rp100 menjadi Rp7.600.

Kamis, 06-10-2011 (12:08)

 

 

 


206 Saham Menguat, IHSG Lanjutkan Penguatan

Dengan 206 saham menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berhasil melaju di jalur hijau. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat hampir 90 poin. Dalam penutupan perdagangan sesi I, Kamis siang hari ini, IHSG melaju 89,76 poin atau 2,73 persen ke level 3.383. Pada indeks favorit, tercatat indeks LQ45 naik 18,78 poin ke level 592,87 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang menguat 12,08 poin ke level 466,21. Penguatan IHSG tak lepas dari aksi beli yang dilakukan oleh investor asing sebesar Rp88,006 miliar dari total transaksi sebesar Rp2,334 triliun dan total volume perdagangan 2,474 miliar saham. Selain itu, tercatat 206 saham yang menguat, 28 saham melemah dan 43 sahan stagnan.
Pada indeks Asia, terpantau Nikkei menguat 132,17 poin atau 1,58 persen ke level 8.515,15. Indeks Hang Seng naik 700,96 poin atau 4,31 persen ke level 16.951,23 dan indeks Straits Times naik 54,51 atau 2,16 persen ke 2.583,22. Sedangkan indeks Shanghai justru tercatat melemah tipis 5,87 poin atau 0,25 persen ke 2.359,47. Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp2.750 ke Rp60.050, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.100 ke Rp54.350, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp2.050 ke Rp37.650.
Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun Rp250 menjadi Rp7.450, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp7.300, serta PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun Rp75 menjadi Rp2.650

Kamis 06-10-2011 (09:44)

 

 

 


IHSG Dibuka Melejit 80 Poin

Pada Kamis pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melejit 80 poin. Kenaikan IHSG ini juga disokong aliran dana asing yang mulai mencatatkan aksi beli. Dalam pembukaan perdagangan, Kamis pagi , IHSG melaju 82,22 poin atau 2,50 persen ke level 3.375,46. Pada indeks favorit, tercatat indeks LQ45 naik 18,15 poin ke level 592,24 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang menguat 13,25 poin ke level 467,38Sokongan IHSG datang dari 145 saham yang menguat, enam saham melemah dan 16 sahan stagnan. Selain itu, tercatat investor asing mulai melakukan aksi beli sebesar Rp39,075 miliar dari total transaksi sebesar Rp411,080 miliar dan total volume perdagangan 331,282 juta.
Sementara pada indeks ASia, terpantau Nikkei menguat 161,70 poin atau 1,93 persen ke level 8.544,68. Indeks Hang Seng naik 755,02 poin atau 4,65 persen ke level 15.792,41 dan indeks Straits Times naik 60,98 atau 2,41 persen ke 2.589,69. Sedangkan indeks Shanghai justru tercatat melemah tipis 5,87 poin atau 0,25 persen ke 2.359,47. Pada indeks Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat 131,24 poin atau 1,21 persen ke level 10.939,95. Indeks S&P 500 menguat 20,09 poin atau 1,79 persen ke level 1.144,04 dan Nasdaq menguat 55,69 poin atau 2,32 persen ke level 2.460,51.

Saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp2.100 ke Rp59.400, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.950 ke Rp54.200, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.550 ke Rp37.150

Saham-saham yang melemah (top loosers) di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun Rp100 menjadi Rp7.600, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun Rp75 menjadi Rp2.650, serta PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) turun Rp50 menjadi Rp3.125

Selasa 04-10-2011 (16:11)

 

 

 


IHSG Rontok 2,3%

Bursa saham Indesia ditutup melemah hingga 79,26 poin atau 2,3% ke 3.269,45. Volume perdagangan mencapai 4,4 miliar saham senilai Rp4,5 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 205 saham turun, 44 saham naik dan 55 saham stagnan. IHSG mengalami net forign sell hingga Rp459,7 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,9 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,4 triliun. Indeks JII turun 9,5% ke 452,46, indeks ISSI turun 2,06 poin ke 106,64 dan indeks LQ45 turun 14,7 poin ke 569,46. Pelemahan terdalam dalami sektor pertambangan hingga 117,01 poin ke 2.221 disusul sektor perkebunan yang turun 41,31 poin ke 1.828,23.
Pelemahan IHSG mengikuti bursa Asia yang memerah seperti indeks Hang Seng turun 3,45 ke 16.250, indeks Nikkei turun 1,05% ke 8.456, indeks Shanghai turun 0,25 ke 2.359 dan indeks ASX turun 0,65 ke 3.872,10. Bursa Eropa juga melemah tertekan sektro perbankan seperti indeks FTSE turun 2,1% ke 4.967, DAX turun 2,7% ke 5.230 dan indeks CAC turun 2,4% ke 2.855. Indeks tertekan seiring pelemahan bursa regional dan bursa Eropa yang melanjutkan pelemahan Senin kemarin. Level terendah hari di 3.256,44 dan level tertinggi di 3.352,40.
Saham yang melemah seperti saham GGRm turun Rp1.400 ke Rp51.100, PTBA turun Rp1.300 ke Rp14.400, ITMG turun Rp1.200 ke Rp34.600, UNTR turun Rp800 ke Rp19.350, INTP turun Rp700 ke Rp12.000, BYAN turun Rp600 ke Rp20.350, HRUM turun Rp600 ke Rp6.050, SMMA turun Rp500 ke Rp4.000, BFIN turun Rp400 ke Rp5.400, MBAI turun Rp400 ke Rp13.800, SCMA turun Rp350 ke Rp5.350, HMSP turun Rp29.200.
Saham yang menguat seperti IMAS naik Rp550 ke Rp10.600, FAST naik Rp450 ke Rp9.250, TPIA naik Rp250 ke Rp3.500, MYOR naik Rp150 ke Rp12.150, SMDR naik Rp100 ke Rp3.300, BRNA naik Rp60 ke Rp1.850.

Selasa, 04-10-2011 (12:18)

 

 

 


Terendah 2011,IHSG Sesi I Ditutup Anjlok Hampir 2%

IHSG pada perdagangan sesi I Selasa siang ini ditutup anjlok 1,67% ke level 3.292,54. Pelemahan IHSG siang ini masih seiring koreksi yang terjadi di bursa regional terkait krisis utang Yunani. Bursa AS semalam kembali terkoreksi sekitar 2,5% semalam dan mencetak rekor terendah sepanjang 2011 dengan indeks S&P500 akhirnya menembus level psikologis 1.100. Sentimen negatif dari krisis utang di Yunani terkait keputusan pemberian bail out berikutnya pada 13 Oktober mengkompensasi sentimen positif dari rilis data manufacturing index di bulan September yang naik. Harga komoditas dunia melanjutkan koreksinya dengan harga minyak kembali turun 2% ke level US$77,6/barel sementara harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel +8,2% dan Timah +0,7%.
Bursa Asia siang ini juga masih rontok, di mana Shanghai jatuh 0,25%, Hang Seng anjlok 1,59%, KLSE melemah 0,29%, Nikkei meluncur 1,45%, STI turun 1,81%, dan Seoul ambruk 4,85%. Sebanyak 204 saham turun siang ini, 32 saham naik, dan 47 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup anjlok 1,74% ke level 574,05, sementara JII melorot 0,89% ke level 457,83. Volume perdagangan siang ini mencapai 2,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,89 triliun. Asing terpantau masih melakukan aksi jual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp175,27 miliar.

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah GGRM turun 1,52%, PTBA turun 4,14%, HRUM turun 8,27%, ITMG turun 1,25%, UNVR turun 2,17%, dan INTP turun 2,36%.

Senin, 03-10-2011 (16:12)

 

 

 


IHSG Teperosok 200 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 200 poin akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Koreksi ini membuat IHSG jatuh paling dalam diantara bursa Asia. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG jatuh 50,029 poin (1,41%) ke level 3.499,003. Buruknya data ekonomi China serta krisis utang Eropa yang tak kunjung usai menjadi sentimen negatif. Tekanan jual tak henti-hentinya terjadi sejak pembukaan perdagangan, bahkan indeks sempat hampir kembali ke level 3.300. Namun, koreksi IHSG masih belum terlalu besar.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 143,596 poin (4,05%) ke level 3.405,436 dibayang-bayangi banyaknya sentimen negatif, antara lain lemahnya data ekonomi China, potensi gagal bayar Yunani dan potensi lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Memasuki perdagangan sesi II, tekanan jual semakin tinggi. Tak ada satu pun sentimen positif yang bisa membantu IHSG sehingga meluncur tajam.
Menutup perdagangan, Senin sore hari ini, IHSG terjun 200,324 poin (5,65%) ke level 3.348,708. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 38,418 poin (6,18%) ke level 584,218. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan laju inflasi di September 2011 cukup jinak mencapai 0,27%. Harga beras stabil, dan emas perhiasan masih menyumbang inflasi. Tingkat inflasi yang terkendali itu tidak mampu menahan kejatuhan IHSG. Aksi jual tak hanya dilakukan investor asing tetapi juga investor domestik. Pemodal asing yang sejak pagi sudah melepas saham, sore ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 531,962 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Indeks sektoral di lantai bursa selurunnya terkoreksi rata-rata lebih dari 6%. Hanya indeks sektor perdagangan yang terkoreksi paling 'tipis' yaitu hanya 4,7%.Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 118.364 kali pada volume 4,517 miliar lembar saham senilai Rp 4,028 triliun. Sebanyak 5 saham naik, sisanya 279 saham turun, dan 22 saham stagnan.


Koreksi yang diderita IHSG merupakan yang paling buruk di Asia hari ini, ditempel bursa saham Hong Kong yang juga jatuh cukup dalam sekitar 4,4%. Bursa regional lainnya juga terpuruk di zona merah.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Hang Seng anjlok 770,26 poin (4,38%) ke level 16.822,15.  
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 154,81 poin (1,78%) ke level 8.545,48.  
  • Indeks Straits Times jatuh 57,55 poin (2,15%) ke level 2.617,61.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 1.000 ke Rp 118.000, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 150 ke Rp 2.300, Eterindo (ETWA) naik Rp 5 ke Rp 400, dan Verena (VRNA) naik Rp 4 ke Rp 125.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 4.700 ke Rp 58.950, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 3.450 ke Rp 35.800, Astra Agro (AALI) turun Rp 2.000 ke Rp 17.300, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 1.850 ke Rp 20.150.

Senin, 03-10-2011 (12:07)

 

 

 

Banyak Dibayangi Sentimen Negatif Akhirnya IHSG Anjlok 143 poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 143 poin dibayang-bayangi banyaknya sentimen negatif, antara lain lemahnya data ekonomi China, potensi gagal bayar Yunani dan potensi lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG jatuh 50,029 poin (1,41%) ke level 3.499,003. Buruknya data ekonomi China serta krisis utang Eropa yang tak kunjung usai menjadi sentimen negatif. Tekanan jual tak henti-hentinya terjadi sejak pembukaan perdagangan, bahkan indeks sempat hampir kembali ke level 3.300 ketika berhenti di level terendahnya 3.402,093.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (3/9/2011), IHSG anjlok 143,596 poin (4,05%) ke level 3.405,436. Sementara Indeks LQ 45 terjun 27,933 poin (4,49%) ke level 594,703. Sentimen negatif yang beredar pada perdagangan hari ini cukup marak, mulai dari lemahnya data manufaktur China yang sudah turun dalam tiga bulan terakhir, sampai Yunani yang gagal mencapai target defisit, Target defisit Yunani untuk bisa mendapatkan bailout yaitu 7,4% pada kesepakatan Juni lalu. Namun ternyata, defisit anggaran Yunani hanya akan turun menjadi 8,5% dari PDB pada 2011. Investor asing pun tak berlama-lama memegang portofolio sahamnya dan langsung menarik dananya keluar dari lantai bursa. Hingga siang ini, transaksi asing tercatat melakukan jual bersih dengan nilai cukup besar.Lemahnya harga-harga komoditas dunia juga ikut memicu aksi jual di saham-saham yang berbasis komoditas. Selain itu, saham-saham properti dan finansial juga ikut dilepas.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 53.390 kali pada volume 1,838 miliar lembar saham senilai Rp 1,823 triliun. Sebanyak 9 saham naik, sisanya 243 saham turun, dan 25 saham stagnan.


Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:

  • Indeks Hang Seng terjun bebas 869,95 poin (4,95%) ke level 16.722,46.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 223,27 poin (2,57%) ke level 8.477,02.  
  • Indeks Straits Times ambruk 67,46 poin (2,52%) ke level 2.607,70.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 1.000 ke Rp 118.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 53.050, Multibreeder (MBAI) naik Rp 350 ke Rp 14.650, dan Sorini Agro (SOBI) naik Rp 150 ke Rp 2.300.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.250 ke Rp 60.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.950 ke Rp 37.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.150 ke Rp 20.850, dan Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 12.900.

Senin, 03-10-2011 (09:36)

 

 

 

IHSG Jatuh 50 Poin, Bursa Regional Berjatuhan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 50 poin terseret pelemahan bursa-bursa regioanl. Buruknya data ekonomi China serta krisis utang Eropa yang tak kunjung usai menjadi sentimen negatif. Pada perdagangan preopening, IHSG anjlok 49,312 poin (1,38%) ke level 3.499,720. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 12,242 poin (1,96%) ke level 610,394.Membuka perdagangan awal pekan, Senin (3/10/2011), IHSG jatuh 50,029 poin (1,41%) ke level 3.499,003. Indeks LQ 45 ambruk 12,420 poin (1,99%) ke level 610,216. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG jatuh semakin dalam, terpangkas 112,269 poin (3,16%) ke level 3.436,763. Sementara Indeks LQ 45 melemah 24,295 poin (3,90%) ke level 598,341.

Pada akhir pekan lalu, IHSG naik tipis 11 poin setelah berfluktuasi menjelang penutupan. Aksi ambil untung di akhir perdagangan sempat menyeret indeks ke zona merah. Buruknya data perekonomian China serta krisis Eropa yang berkepanjangan membuat bursa-bursa di regional berguguran dengan koreksi yang cukup dalam. Sentimen ini juga menyeret IHSG terkoreksi.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 5,87 poin (0,25%) ke level 2.359,47.  
  • Indeks Hang Seng terjun 657,49 poin (3,74%) ke level 16.934,92.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 196,41 poin (2,26%) ke level 8.503,88.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 47,71 poin (1,78%) ke level 2.627,45.

Jumat, 30-09-2011 (11:41)

 

 

 

Disokong Asing, IHSG Hanya Menguat Tipis

IAksi beli mencapai Rp7 triliun oleh investor asing, mampu menyokong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melanjutkan penguatannya.   Penurunan tingkat pengangguran di Jerman yang berada di luar ekspektasi juga membuat sentimen positif perdagangan kali ini. Di mana ekspektasi awal tingkat pengangguran akan turun sebesar 8.000, namun ternyata turun sebanyak 26 ribu. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 8,74 poin yang setara 0,25 persen 3.545,92 atau naik sebesar. Sedangkan indeks LQ 45 menguat 2,46 poin ke level 623,27. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,45 poin ke level 493,48.Dengan nilai transakasi sebesar Rp9,293 triliun dan volume transaksi sebesar 4,579 miliar, investor asing tercatat melakukan aksi beli mencapai Rp7,632 triliun. Selain itu, sebanyak 84 saham menguat, 102 saham melemah, dan 87 saham tercatat tak bergerak (stagnan).
Pada indeks Asia, terpantau pergerakan _mixed dengan indeks Hang Seng turun 374,59 poin atau 2,08 persen ke 17.626,47. Indeks Nikkei turun 34,13 poin atau 0,39 persen ke 8.667,10. Sedangkan, indeks Straits Times juga turun 41,63 poin atau 1,54 persen menuju ke 2.666,50. Saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.900 ke Rp52.400, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp650 ke Rp16.350, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp600 ke Rp64.650.
Saham-saham yang melemah (top loosers) di antaranya yakni PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) turun Rp600 menjadi Rp14.500, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun Rp325 menjadi Rp3.325, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp250 menjadi Rp19.050. Pada indeks Eropa, tercatat indeks FTSE  menurun 20,79 atau 0,40 persen ke level 5,196.84, indeks DAX naikl 61,16 atau 1,10 persen ke level 5,639.58, dan indeks CAC 40 naik 32,03 atau 1,07 persen ke level 3.027,65

Jumat 30-09-2011 (09:48)

 

 

 

IHSG Naik Hingga Level 3.600

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan mulai menunjukkan taringnya. Setelah disokong sentimen positif dari luar, IHSG mulai bergerak di jalur hijau. IHSG Jumat pagi sempat dibuka hanya menguat tipis sebesar tujuh poin, namun perlahan IHSG menguat dan mulai percaya diri. IHSG pun kini bertengger di level 3.573,81 atau naik sebesar 36,63 poin yang setara 1,04 persen. Sedangkan indeks LQ 45 menguat 9,19 poin ke level 630. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,83 poin ke level 496,86. Nilai transaksi saham pada pagi ini tercatat sebesar Rp509,48 miliar dengan volume sebesar 516,67 juta lembar saham. Adapun 116 saham menguat, 56 saham stagnan, dan 31 saham melemah.
Saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.600 ke Rp52.100, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp650 ke Rp64.700, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp650 ke Rp16.350, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp300 ke Rp40.500.
 Saham-saham yang melemah (top loosers) di antaranya yakni PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp150 ke Rp5.300, PT BFI Finance Tbk (BFIN) turun Rp100 ke Rp5.750, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp5 ke Rp415

Kamis, 29-09-2011 (16:12)

 

 

 

Bursa Asia Menguat, IHSG Bertambah 24 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24 poin didorong bursa-bursa Asia yang mulai rebound. Aksi jual asing masih menghambat penguatan. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 35,314 poin (1,00%) ke level 3.477,852 dihantam jatuhnya harga-harga komoditas dunia. Lambatnya penyelesaian utang Eropa juga membuat investor semakin khawatir. Aksi ambil untung menghantam IHSG hingga ke posisi terendahnya di 3.466,626. Namun aksi beli selektif di saham yang sudah murah membawa IHSG kembali ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,058 poin (0,14%) ke level 3.518,224. Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu pulihnya ekonomi global. Aksi beli semakin ramai memasuki perdagangan sesi II. Saham-saham unggulan yang sudah murah langsung diburu investor, IHSG pun sempat naik hingga ke posisi tertingginya di 3.549,184. Menutup perdagangan, Kamis sore ini, IHSG menguat 24 poin (0,68%) ke level 3.537,178. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,283 poin (1,02%) ke level 620,814. Hanya indeks sektor tambang dan perdagangan yang terkena koreksi. Sisa indeks sektoral lainnya masih mampu meneruskan penguatan. Penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik lebih dari dua persen.
Penguatan ini atas jasa para investor lokal yang berburu saham, sementara beberapa investor asing masih melepas sahamnya. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 209,501 miliar di seluruh pasar.Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 99.982 kali pada volume 1,723 miliar lembar saham senilai Rp 4,12 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 87 saham stagnan. Rata-rata bursa Asia mulai rebound mengikuti rencana IMF untuk memberikan bantuan terhadap utang Yunani sebesar US$150 miliar. Hanya bursa saham China yang masih terpuruk di zona merah dengan koreksi cukup banyak.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,72 poin (1,12%) ke level 2.365,34.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 85,58 poin (0,99%) ke level 8.701,23.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,49 poin (0,06%) ke level 2.702,66.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.850 ke Rp 64.050, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 650 ke Rp 12.500, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 13.900, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 10.700.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 50.500, Century Textille (CNTX) turun Rp 700 ke Rp
6.200, Samudera Indonesia (SMMA) turun Rp 350 ke Rp 4.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 40.200.

Kamis, 29-09-2011 (12:10)

 

 

 

Transaksi Sepi, IHSG Naik Tipis 5 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 5 poin di tengah perdagangan yang sepi. Investor masih melakukan aksi tunggu sambil menunggu pulihnya ekonomi global. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 35,314 poin (1,00%) ke level 3.477,852 dihantam jatuhnya harga-harga komoditas dunia. Lambatnya penyelesaian utang Eropa juga membuat investor semakin khawatir. Aksi ambil untung menghantam IHSG hingga ke posisi terendahnya di 3.466,626. Namun aksi beli selektif di saham yang sudah murah membawa IHSG kembali ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan preopening, Kamis siang ini, IHSG naik tipis 5,058 poin (0,14%) ke level 3.518,224. Indeks LQ 45 menguat tipis 3,908 poin (0,63%) ke level 618,439.
Indeks bergerak fluktuatif karena belum ada sentimen positif yang mampu mendorong pergerakannya. Sebaliknya sentimen negatif masih banyak beredar, salah satunya penyelesaian krisis utang di zona Eropa yang tak kunjung usai. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 53.039 kali pada volume 1,723 miliar lembar saham senilai Rp 1,959 triliun. Sebanyak 60 saham naik, sisanya 156 saham turun, dan 61 saham stagnan Bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terpengaruh koreksi Wall Street dan bursa Eropa semalam. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu yang mampu menguat bersama bursa saham Korea Selatan dan Jepang.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 19,75 poin (0,83%) ke level 2.372,31. 
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,48 poin (0,01%) ke level 8.616,13.  
  • Indeks Straits Times melemah 6,11 poin (0,23%) ke level 2.695,06.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.200, Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 ke Rp 62.650, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 13.600, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 250 ke Rp 10.450.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 39.700, Samudera Indonesia (SMMI) turun Rp 350 ke Rp 4.500, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 300 ke Rp 11.550, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 300 ke Rp 15.100

Kamis, 29-09-2011 (09:36)

 

 

 

Harga Komoditas Dunia Anjlok, IHSG Turun 35 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 35 poin dihantam jatuhnya harga-harga komoditas dunia. Lambatnya penyelesaian utang Eropa juga membuat investor semakin khawatir. Pada perdagangan preopening, IHSG turun 33,987 poin (0,96%) ke level 3.479,179. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 8,437 poin (1,37%) ke level 606,094. Membuka perdagangan, Kamis (29/9/2011), IHSG melemah 35,314 poin (1,00%) ke level 3.477,852. Indeks LQ 45 turun 8,762 poin (1,43%) ke level 605,769.Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terkoreksi 44,731 poin (1,27%) ke level 3.468,435. Sementara Indeks LQ 45 terpangkas 9,542 poin (1,55%) ke level 604,989.
Kemarin, IHSG berhasil mencetak 39 poin meski dibayangi merosotnya harga komoditas. Perburuan saham-saham unggulan mendorong IHSG naik paling tinggi di Asia. Anjloknya harga komoditas sebelumnya telah memangkas saham-saham di Wall Street. Saham-saham berbasis komoditas yang berjatuhan langsung menghentikan reli di Wall Street yang sudah berlangsung selama 3 hari.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 13,63 poin (0,57%) ke level 2.378,44.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 84,63 poin (0,98%) ke level 8.531,02.  
  • Indeks Straits Times melemah 13,99 poin (0,52%) ke level 2.687,18.

Rabu, 28-09-2011 (16:16)

 

 

 

Asing Nett Buy Rp252 M, IHSG Melaju ke Level 3.500

 

Meningkatnya aksi beli investor, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bursa Asia, tercatat sebagai kenaikan tertinggi. Di tengah mixed-nya pergerakan indeks Asia, IHSG, pada penutupan Rabu sore, naik 39,23 poin atau 1,13 persen ke level 3.513,17 pada Rabu (28/9/2011). Sementara, indeks LQ45 naik 9,35 poin ke posisi 614,06. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) naik 8,18 poin ke 482,66. Di sisi lain, investor asing terpantau melakukan aksi beli sebesar Rp252,260 miliar, dengan 106 saham tercatat menguat, 136 saham melemah, dan 72 saham stagnan. Nilai transaksi pada penutupan perdagangan sore ini mencapai Rp5,244 triliun dengan volume perdagangan sebesar 5,076 miliar saham. Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.650 ke Rp62.200, PT United  Tractors Tbk (UNTR) naik Rp850 ke Rp21.950, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp600 ke Rp40.500. PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) turun Rp800 menjadi Rp15.000, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp800 menjadi Rp7.200, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp550 menjadi Rp7.650.  
Pada bursa Asia, indeks Hang Seng masih turun 119,49 poin atau 0,66 persen ke posisi 18.011,06 Indeks Nikkei 225 naik 5,70 poin atau 0,07 persen ke level 8.615,65, dan indeks Straits Times yang turun 30,29 poin atau 1,11 persen ke level 2.695,62.
Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp600 menjadi Rp7.600, PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) turun Rp400 menjadi Rp29.700, ke PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun Rp200 menjadi Rp5.700.

Rabu, 28-09-2011 (12:12)

 

 

 

IHSG Naik 1,41%  Jadi Jawara Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada area jenuh beli atau oversold, membuat IHSG naik 48 poin dan menjadi jawara pada bursa Asia. Setelah bergerak flat pada pembukaan perdagangan, IHSG mengalami kenaikan tertinggi di indeks Asia pada penutupan sesi I. IHSG, naik 48,98 poin atau 1,41 persen ke level 3.522,92 pada Rabu (28/9/2011). Sementara, indeks LQ45 naik 11,59 poin ke posisi 616,30. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) naik 9,96 poin ke 484,44. Pulihnya kepercayaan investor asing nampaknya makin meningkat, dengan aksi beli sebesar Rp68,896 miliar, sebanyak 132 saham tercatat menguat, dengan 76 saham melemah, dan 76 saham stagnan. Di sisi lain, nilai transaksi pada penutupan sesi I ini mencapai Rp2,959 triliun volume perdagangan sebesar 2,856 miliar saham.
Pergerakan pada indeks Asia tercatat masih mixed, dengan indeks Hang Seng turun 163,24 poin atau 0,90 persen ke posisi 17.967,31 Indeks Nikkei 225 naik 14,82 poin atau 0,17 persen ke level 8.624,77, dan indeks Straits Times yang turun 17,71 poin atau 0,65 persen ke level 2.708,20.
Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.550 ke Rp62.100, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp700 ke Rp21.800, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp650 ke Rp13.500.
Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp600 menjadi Rp7.600, PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) turun Rp400 menjadi Rp29.700, ke PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun Rp200 menjadi Rp5.700.

Rabu 28-09-2011 (09:42)

 

 

 

IHSG Bergerak Tidak Pasti

Pada Penutupan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat rebound 4,75 persen, pada pembukaan perdagangan kali ini IHSG cenderung bergerak flat. Menurut Analis pasar modal Andy WG, secara teknikal potensi rebound IHSG karena perdagangan sudah memasuki area jenuh beli atau oversold. Namun kepercayaan investor, khususnya investor asing belum pulih kembali. Imbasnya, IHSG, pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, naik 0,67 poin atau 0,02 persen ke level 3.474,61. Sementara, indeks LQ45 naik 2,67 poin ke posisi 602,04. Sedangkan Jakarta IslamicIndex (JII) naik 2,25 poin ke 472,23.
Perdagangan yang terjadi kali ini pun cukup lesu, dengan volume perdagangan sebesar 27,983 juta saham dan nilai transaksi mencapai Rp68,475 miliar. Tercatat sebanyak 14 saham tercatat menguat, dengan 13 saham melemah dan 25 saham stagnan. Investor asing pun nampak masih wait and see, hasilnya, tercatat pemeblian oleh asing hanya sebesar Rp10,165 miliar.Pada indeks Asia, terjadi pergerakan yang {mixed}. Tercatat, indeks Hang Seng turun 154,08 poin atau 0,85 persen ke posisi 17.976,47, Indeks Nikkei 225 naik 15,45 poin atau 0,18 persen ke level 8.625,40, dan indeks Straits Times yang turun 20,52 poin atau 0,38 persen ke level 2.715,50.
Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp350 ke Rp51.950, PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) naik Rp200 ke Rp16.000, dan PT Indosat Tbk (ISAT) naik Rp150 ke Rp5.500.
Saham-saham yang melemah (top loosers), di antaranya PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) turun Rp900 menjadi Rp29.200, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp200 menjadi Rp19.200, serta PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) turun Rp200 menjadi Rp15.250.
Pada indeks di Amerika Serikat (AS),Dow Jones Industrial Average naik 146,83 poin atau 1,33 persen ke 11.190,69. Indeks Standard & Poor 500 naik 12,44 poin atau 1,07 persen menjadi 1.175,39 dan Nasdaq Composite Index naik 30,14 poin atau 1,20 persen ke 2.546,83

Selasa, 27-09-2011 (16:07)

 

 

 

IHSG Menguat 4,7%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Selasa (27/9) ditutup menguat 157,8 poin atau 4,7% menjadi 3.473,94. Volume perdagangan mencapai 5,2 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 263 saham naik, 26 saham turun dan 33 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp42,2 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp1,7 triliun dan penjualan asing sebesar Rp1,6 triliun.

Indeks JII naik 23,92 poin ke 475,38, indeks ISSI naik 5,17 poin ke 112,06 dan indeks LQ45 naik 32,35 poin ke 606,50. Penguatan dimotori sektor perkebunan yang naik 106,63 ke 2.015,99, sektor pertambangan naik 97,35 poin ke 2.488,53. Perdagangan terus menguat dengan sentimen eksternal yang positif. Level terendah pada hari ini di 3.316,69 dan tertinggi di 3.487,76.


Penguatan ini seiring dengan bursa Asia seperti indeks Hang Seng naik 4,1% ke 18.130, indeks Nikkei naik 2,8% ke 8.609,95, indeks Shanghai naik 0,9% ke 2.415,05, indeks ASX naik 3,6% ke 4.004,60.
Bursa Eropa juga mengikuti kenaikan bursa Asia seperti indeks FTSe naik 1,8% ke 5.185, indeks DAX naik 2,8% ke 5.496 dna indeks CAC naik 2,85 ke 2.940.
Saham yang menguat dipimpin saham ASII naik Rp3.550 ke Rp60.550, GGRM naik Rp2.650 ke Rp51.650, UNTR naik Rp1.400 ke Rp21.100, HMSP naik Rp1.150 ke Rp30.100, ITMG naik Rp1.100 ke Rp39.900, INTP naik Rp1.050, MYOR naik Rp800 ke Rp13.000, HEXA naik Rp750 ke Rp7.300, IMAS naik Rp700 ke Rp9.900, PTBA naik Rp650 ke Rp15.400, AALI naik Rp600 ke Rp19.400, AMFG naik Rp600 ke Rp8.200, SMDR naik Rp575 ke Rp3.700, ADMF naik Rp550 ke Rp10.150, BMRI naik Rp450 ke Rp5.950.

Saham yang turun seperti saham SQBI turun Rp27.800 ke Rp117.000, EMTK turun Rp175 ke Rp2.025, ROTI turun Rp100 ke Rp3.000, ASRM turun Rp90 ke Rp1.290, FISH turun Rp50 ke Rp1.800.

Selasa 27-09-2011 (12:11)

 

 

 

IHSG Sesi I Ditutup Melesat 4,3%

IHSG pada perdagangan sesi I Selasa siang ini ditutup naik 4,3% ke level 3.458,82. Bursa AS ditutup menguat signifikan semalam sekitar 2,5% dan membawa indeks Dow kembali ke atas level psikologis 11.000 seiring spekulasi Bank Sentral Eropa akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga serta melakukan buyback obligasi. Bursa Asia siang ini masih menguat seiring sentimen penguatan bursa Eropa dan AS semalam serta reboundnya harga minyak dunia dan komoditas lainnya. Shanghai naik 0,3%, Hang Seng naik 2,4%, KLSE naik 1,62%, Nikkei naik 1,8%, STI naik 1,36%, dan Seoul naik 3,59%. Sebanyak 236 saham tercatat naik siang ini, sementara 23 saham yang turun, dan 36 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 5,03% ke level 603,04, sedan JII naik 4,72% ke level 472,79.
Sementara, harga minyak dunia juga berhasil rebound semalam kembali ke level US$80,2/barel setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$77/barel seiring koreksi yang terjadi di nilai tukar dolar AS. Harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel -1,5% dan Timah +0,6%. harga minyak dunia juga berhasil rebound semalam kembali ke level US$80,2/barel setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$77/barel seiring koreksi yang terjadi di nilai tukar dolar AS. Harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel -1,5% dan Timah +0,6%.
Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 2,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,6 triliun. Asing pun terpantau masih lebih banyak melakukan aksi beli saham hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp135,44 miliar.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah ASII yang naik 5,43%, GGRM naik 4,89%, ITMG naik 2,83%, UNTR naik 4,56%, HMSP naik 2,93%, dan INTP naik 6,69%.

Selasa 27-09-2011 (09:36)

 

 

 

Rebound, IHSG Dibuka Naik 2,01% ke 3.383

IHSG pada perdagangan Selasa (27/9) dibuka rebound dengan naik 2,01% ke level 3.383. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini memperkirakan beberapa saham yang telah mengalami intraday rebound signifikan pada akhir perdagangan kemarin diperkirakan akan kembali menguat hari ini seperti ASII, BUMI, ADRO dan saham-saham sektor banking. Resistance indeks hari ini berada di level 3.400.
Bursa AS ditutup menguat signifikan semalam sekitar 2,5% dan membawa indeks Dow kembali ke atas level psikologis 11.000 seiring spekulasi Bank Sentral Eropa akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga serta melakukan buyback obligasi.Sementara, harga minyak dunia juga berhasil rebound semalam kembali ke level US$80,2/barel setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$77/barel seiring koreksi yang terjadi di nilai tukar dolar AS. Harga metal dunia bergerak mixed dengan Nikel -1,5% dan Timah +0,6%.
Bursa Asia pagi ini dibuka menguat sekitar 1,5% seiring sentimen penguatan bursa Eropa dan AS semalam serta reboundnya harga minyak dunia dan komoditas lainnya. Nilai tukar Rupiah pagi ini juga dibuka menguat signifikan sekitar 2,1% ke level Rp8.933 per dolar AS. Sebanyak 103 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 2 saham yang turun, dan 18 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 2,89% ke level 590,75, sedan JII naik 2,66% ke level 463,49.Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 115,04 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp162,09 miliar. Asing pun terpantau lebih banyak melakukan aksi beli saham dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp1,83 miliar.
Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII yang naik 3,07%, ITMG naik 2,57%, GGRM naik 1,42%, INTP naik 4,6%, UNTR naik 2,53%, dan PTBA naik 3,05%.

Senin, 26-09-2011 (16:12)

 

 

 

IHSG Makin Terpuruk, Ambles 110 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 110 poin pasca investor terus mengurangi portofolionya akibat situasi global yang tidak menentu. Jatuhnya harga-harga komoditas dunia juga turut memberi sentimen negatif. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 4,984 poin (0,15%) ke level 3.421,362 terus jatuh secara perlahan. Indeks pun kembali bertengger di level 3.300.Tak lama setelah pembukaan, indeks sempat menanjak ke zona hijau meski hanya naik tipis ke 3.429,463. Setelah itu, tekanan aksi jual memaksa indeks jatuh sangat dalam hingga ke level 3.217,951. Pada penutupan perdagangan tadi siang, IHSG jatuh 137,497 poin (4,02%) ke level 3.288,849. Tekanan jual masih tinggi dilakukan baik investor asing maupun lokal. Setelah sempat menyentuh posisi terendahnya, indeks mulai mengurangi tingkat koreksinya meski belum berhasil kembali ke zona hijau. Meski jatuh cukup dalam, namun koreksi IHSG ini bukan yang paling parah di Asia.
Menutup perdagangan, Senin Sore ini, IHSG anjlok 110,209 poin (3,22%) ke level 3.316,137. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 18,565 poin (3,15%) ke level 574,153. Investor seolah masih alergi untuk mengkoleksi saham, terbukti dari tekanan jual yang tak henti-hentinya menghantam IHSG. Hal ini membuat seluruh indeks sektoral 'kebakaran'. Saham-saham tambang memimpin koreksi bursa saham dengan anjlok lebih dari 7% dipicu rontoknya harga-harga komoditas. Selain itu krisis utang Eropa yang tak kunjung usai juga memberi tekanan kepada investor. Dana asing pun kembali mengalir keluar lantai bursa. Transaksi investor asing pada perdagangan hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreig net sell) senilai Rp 114,928 miliar di seluruh pasar.Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 166.292 kali pada volume 5,381 miliar lembar saham senilai Rp 5,572 triliun. Sebanyak 25 saham naik, sisanya 263 saham turun, dan 35 saham stagnan.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 39,98 poin (1,64%) ke level 2.393,18.
  • Indeks Hang Seng jatuh 261,03 poin (1,48%) ke level 17.407,80.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 186,13 poin (2,17%) ke level 8.374,13.
  • Indeks Straits Times turun 44,28 poin (1,64%) ke level 2.654,52.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mandom (TCID) naik Rp 700 ke Rp 8.600, BFI Finance (BFIN) naik Rp 450 ke Rp 6.000, Multibreeder (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 15.800, dan Inti Agri (IIKP) naik Rp 70 ke Rp 720.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 8.000 ke Rp 335.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.950 ke Rp 18.800, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.850 ke Rp 57.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.850 ke Rp 38.800.

Senin, 26-09-2011 (12:08)

 

 

 

Tekanan Jual Masih Tinggi, IHSG Tinggalkan Level 3.300

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi tajam dan terpaksa jatuh meninggalkan level psikologis 3.300. Tekanan jual masih tinggi dilakukan baik investor asing maupun lokal. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 4,984 poin (0,15%) ke level 3.421,362 terus jatuh secara perlahan. Indeks pun kembali bertengger di level 3.300. Tak lama setelah pembukaan, indeks sempat menanjak ke zona hijau meski hanya naik tipis ke 3.429,463. Setelah itu, tekanan aksi jual memaksa indeks jatuh sangat dalam hingga ke level 3.264,723.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin siang, IHSG jatuh 137,497 poin (4,02%) ke level 3.288,849. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 24,403 poin (4,12%) ke level 568,315. Indeks terseret melemahnya bursa-bursa Asia, selain itu koreksi harga-harga komoditas dunia semakin membuat investor tidak percaya diri. Meskipun posisinya sudah sangat jenuh jual, namun situasi pasar yang belum kondusif memaksa investor kembali lakukan aksi jual.Koreksi yang terjadi di indeks sektoral sangat tinggi, rata-rata turun lebih dari 4%, bahkan indeks sektor properti turun lebih dari 6% dan memimpin kejatuhn bursa.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 79.132 kali pada volume 2,597 miliar lembar saham senilai Rp 2,573 triliun. Sebanyak 11 saham naik, sisanya 250 saham turun, dan 27 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa di Asia juga tidak terlalu menggembirakan, sejak dibuka pagi tadi masih terjebak di zona merah. Penurunan IHSG ini kembali menjadi yang paling parah di Asia.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 12,07 poin (0,50%) ke level 2.421,09.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 316,83 poin (1,79%) ke level 17.352,00.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 160,25 poin (1,87%) ke level 8.400,01.
  • Indeks Straits Times anjlok 43,33 poin (1,61%) ke level 2.655,47.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 7.350, First Media (KBLV) naik Rp 90 ke Rp 590, Ultra Jaya (UTLJ) naik Rp 50 ke Rp 1.100, dan Berlina (BRNA) naik Rp 50 ke Rp 1.890.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 3.050 ke Rp 12.350, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.550 ke Rp 56.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 48.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.500 ke Rp 39.150.

Senin, 26-09-2011 (09:36)

 

 

 

Menipis 4 Poin, IHSG Terus Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis 4 poin dan terus jatuh secara perlahan. Indeks pun kembali bertengger di level 3.300. Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 3,564 poin (0,11%) ke level 3.422,782. Sedangkan Indeks LQ 45 turun tipis 0,884 poin (0,14%) ke level 691,834. Membuka perdagangan awal pekan, Senin pagi, IHSG turun tipis 4,984 poin (0,15%) ke level 3.421,362. Indeks LQ 45 menipis 1,237 poin (0,20%) ke level 591,481.Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG turun 36,034 poin (1,05%) ke level 3.390,312. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,376 poin (1,24%) ke level 585,342.
IHSG berhasil rebound 57 poin setelah dalam empat hari perdagangan terpuruk di zona merah. Indeks pun sempat mengalami koreksi harian terburuknya hingga hampir sembilan persen.Bursa-bursa di Asia merespons turunnya Wall Street akhir pekan lalu dengan terkoreksi cukup signifikan. Meski para pemimpin G20 sepakat menanggulangi krisis utang Eropa namun para pelaku pasar belum percaya diri.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 5,14 poin (0,21%) ke level 2.428,02.  
  • Indeks Hang Seng melemah 131,84 poin (0,75%) ke level 17.536,99.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 140,90 poin (1,65%) ke level 8.419,36.
  • Indeks Straits Times jatuh 32,47 poin (1,20%) ke level 2.666,33.  

Senin 19-09-2011 (12:09)

 

 

 

IHSG Kembali Menjauh Dari Level 3.800

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nampaknya kian terseret imbas sentimen negatif bursa Asia. IHSG bergerak makin menjauh dari level 3.800. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ditutup turun 49,57 poin atau 1,29 persen ke level 3.785,61 pada Senin siang ini. Indeks saham unggulan LQ45 turut turun 9,73 poin ke posisi 660,37. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) turut melemah 7,03 poin ke level 519,76. Sementara di bursa Asia, indeks Hang Seng anjlok 408,16 poin atau 2,10 persen ke 19.047,15. Index Shanghai Composite Index  terkoreksi 34,96 poin atau 1,41 persen ke 2.447,38. Sedangkan indeks Straits Times turun 21,55 atau 0,77 persen ke posisi 2.767,49.
Pada nilai transaksi, tercatat sebanyak 2,700 miliar lembar saham diperdagangkan denggan total transakasi mencapti Rp1,267 triliun. Di mana 29 saham tercatat menguat, 59 saham stabil, dan 192 saham melemah, dan nett sell sebesar Rp43.960 miliar.
Saham-saham yang menguat (top gainers), di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp275 menjadi Rp5.200, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp100 menjadi Rp44.650, serta PT Skybee Tbk (SKYB) naik Rp80 menjadi Rp680.
Saham-saham yang melemah (top losers), di antaranya PT Sepatu Bata Tbk (BATA) turun Rp1.000 ke Rp59.000, PT Astra International (ASII) turun Rp800 ke Rp65.100, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp650 ke Rp55.500.

Senin 19-09-2011 (09:38)

 

 

IHSG Masih Terseret Regional

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya masih betah berada di jalur merah. Kendati pagi ini pergerakannya tidak seambles pekan kemarin.Merahnya IHSG ini mengikuti pergerakan bursa Asia yang seluruhnya terpantau anjlok. IHSG Senin pagi ini dibuka melemah 33,92 poin atau sebesar 0,88 persen ke posisi 3.801,26.Indeks saham unggulan LQ45 juga melemah 7,92 poin ke posisi 662,18. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) turut melemah 5,77 poin ke level 521,02.
Bursa Asia yang terpantau melemah di antaranya yakni indeks Hang Seng anjlok 418,81 poin ke 19.036,5. Shanghai Composite Index terkoreksi 30,42 poin ke 2.451,92. Setra indeks Straits Times turun 25,67 ke posisi 2.763,37. Nilai transaksi pagi ini terpantau sebesar Rp272,43 miliar dengan volume sebanyak 254,75 juta lembar saham. Di mana 20 saham tercatat menguat, 67 saham stabil, dan 101 saham melemah. Pelemahan dari faktor internal sendiri juga turut menjadi pemicunya. Sektor tambang tercatat memimpin perlemahan terdalam sebesar 25,37 poin, yang kemudian diikuti dari sektor perkebunan, sektor consumer, keuangan, hingga infrastruktur.
Oleh karena itu, saham-saham yang melemah (top losers) di antaranya yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp400 ke Rp23.100, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp350 ke Rp22.050, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp350 ke Rp55.800, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp300 ke Rp16.550.
Serta saham-saham yang menguat (top gainers) di antaranya yakni PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDK) naik Rp30 ke Rp1.600, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik Rp25 ke Rp3.575, PT Modernland Indonesia Tbk (MDRN) naik Rp25 ke Rp2.600.

Jumat, 16-09-2011 (16:10)

 

 

IHSG Menanjak 60 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 60 poin atas aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks mengakhiri pelemahan yang sudah terjadi dalam lima hari perdagangan terakhir. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 34,215 poin (0,90%) ke level 3.808,549. Krisis utang Eropa mendapat sedikit titik cerah setelah bank-bank setempat siap memberikan kemudahan pinjaman. Indeks masih betah berjalan di teritori positif sejak dibukanya perdagangan pagi tadi. Akumulasi saham-saham yang sudah murah terus dilakukan investor.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 35,895 poin (0,95%) ke level 3.810,229. Tekanan jual asing masih mengancam pergerakan indeks. Minat beli investor kembali meninggi memasuki perdagangan sesi II, indeks pun naik secara perlahan dan menyentuh posisi tertingginya di level 4.840,731. Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat sore ini, IHSG menanjak 60,847 poin (1,61%) ke level 3.835,181. Sementara Indeks LQ 45 menguat 10,338 poin (1,56%) ke level 670,096Kepercayaan diri investor kembali meninggi setelah sentimen krisis utang di Eropa sedikit berkurang setelah adanya kesepatakan pemerintah untuk memberikan pinjaman dolar. Saham-saham unggulan di seluruh sektor pun langsung menjadi incaran. Tak hanya investor lokal, pemodal asing yang sudah lima hari melakukan jual bersih senilai total Rp 3,64 triliun pun kini melakukan pembelian bersih (foreign net buy). Nilainya tipis, sebesar Rp 25,258 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 126.617 kali pada volume 4,027 miliar lembar saham senilai Rp 4,102 triliun. Sebanyak 176 saham naik, sisanya 55 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 3,29 poin (0,13%) ke level 2.482,34.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 273,81 poin (1,43%) ke level 19.455,31.  
  • Indeks Nikkei 225 melesat 195,30 poin (2,25%) ke level 8.864,16.  
  • Indeks Straits Times menanjak 26,19 poin (0,95%) ke level 2.792,14

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 44.550, Asahimas (AMFG) naik Rp 700 ke Rp 8.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 700 ke Rp 9.850, dan Astra Agro (AALI) naik RP 600 ke Rp 22.400.


Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 200 ke Rp 8.000, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 150 ke Rp 3.300, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.350, dan Central Omega (DKFT) turun Rp 125 ke Rp 3.575.

Jumat, 16-09-2011 (11:36)

 

 

Investor Akumulasi Saham Murah, IHSG Menguat 35 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 35 poin atas akumulasi saham-saham yang sudah murah oleh investor lokal. Tekanan jual asing masih mengancam pergerakan indeks. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 34,215 poin (0,90%) ke level 3.808,549. Krisis utang Eropa mendapat sedikit titik cerah setelah bank-bank setempat siap memberikan kemudahan pinjaman. Indeks masih betah berjalan di teritori positif sejak dibukanya perdagangan pagi tadi. Indeks pun sempat menanjak ke level tertingginya hari ini di 3.820,908.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat siang ini, IHSG menguat 35,895 poin (0,95%) ke level 3.810,229. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 7,547 poin (1,14%) ke level 667,305.Investor lokal mengakumulasi saham-saham yang sudah sangat murah akibat koreksi yang terjadi IHSG dalam lima perdagangan terakhir. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun menghijau, dipimpin oleh saham-saham konsumer. Meski demikian, ancaman dari investor asing masih ada melalui tekanan jualnya. Hingga siang ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai yang masih belum terlalu tinggi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66.909 kali pada volume 1,63 miliar lembar saham senilai Rp 1,746 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 75 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Berikut situasi bursa-bursa regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 10,34 poin (0,42%) ke level 2.489,39.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 394,77 poin (2,06%) ke level 19.576,27.  
  • Indeks Nikkei 225 melesat 185,89 poin (2,14%) ke level 8.854,75.  
  • Indeks Straits Times menanjak 37,38 poin (1,35%) ke level 2.803,33.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.350 ke Rp 66.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 56.600, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 44.300, dan Multi Bintang (MLBI) naik Rp 500 ke Rp 343.000.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 21.650, Hexindo (HEXA) turun Rp 100 ke Rp 8.300, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 100 ke Rp 4.100, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 5.600.

Jumat, 16-09-2011 (09:36)

 

 

Bursa Global dan Regional Semangati IHSG 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 34 poin setelah disemangati bursa-bursa regional yang kompak menghijau. Krisis utang Eropa mendapat sedikit titik cerah setelah bank-bank setempat siap memberikan kemudahan pinjaman. Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 32,795 poin (0,86%) ke level 3.807,129. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 8,139 poin (1,23%) ke level 667,897. Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (16/9/2011), IHSG menanjak 34,215 poin (0,90%) ke level 3.808,549. Indeks LQ 45 menguat 8,492 poin (1,28%) ke level 668,250. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menguat 36,518 poin (0,97%) ke level 3.810,852. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,928 poin (0,90%) ke level 667,653. Kemarin, IHSG kembali melemah 24 poin akibat masih tingginya tekanan jual. Saham-saham unggulan masih mengalami koreksi meski sebagian bursa regional sudah menguat.
Bursa Wall Street tadi malam kembali menguat berkat perkembangan positif dari penanganan krisis di Eropa. Sentimen positif datang dari rencana Bank Sentral Eropa (European Central Bank) yang berkoordinasi dengan bank-bank sentral besar lainnya untuk memberikan kemudahan pinjaman dolar kepada bank-bank di kawasan Eropa. Rencana tersebut memberi angin segar terhadap pergerakan bursa-bursa di regional pagi ini.
Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi ini:
Indeks Komposit Shanghai naik 15,20 poin (0,61%) ke level 2.494,26.
Indeks Hang Seng melonjak 422,86 poin (2,20%) ke level 19.604,36.
Indeks Nikkei 225 menanjak 150,83 poin (1,74%) ke level 8.819,69.
Indeks Straits Times menguat 36,39 poin (1,32%) ke level 2.802,34.

Kamis 14-09-2011 (16:08)

 

 

IHSG Ditutup 0,6% ke 3.774,33

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (15/9) ditutup turun 24,7 poin atau 0,6% ke 3.774,33. Volume perdagangan mencapai 4,06 miliar saham senilai Rp5,2 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 146 saham turun, 76 saham turun dan 103 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp1,3 triliun dengan penjualan asing mencapai Rp2,7 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,3 triliun.
Indeks JII turun 3,5 poin ke 522,94, indeks ISSI turun 0,9 poin ke 122,93 dan indeks LQ45 turun 6,3 poin ke 658,62. Pelemahan terdalam dialami sektor perkebunan turun 38,55 poin ke 2.230, disusul sektor pertambangan turun 32,6 poin ke 2.843. Sementara sektor perbankan sudah naik 0,6 poin ke 490 dan sektor infrastruktur naik 10,8 poin ke 719,14. Sepanjang perdagangan IHSG terus tertekan. Level terendah di level 3.710,09 yang terjadi di sesi II dan level tertinggi di level 3.829,38 yang terjadi saat pembukaan. Padahal bursa Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,7% ke 19.181, indeks Nikkei naik 1,7% ke 8.668, indeks Shanghai turun 0,2% ke 2.479, indeks ASX naik 1,6% ke 4.071.
Saham yang masih turun seperti saham BATA turun Rp5.000 ke Rp60.000, GGRM turun Rp1.700 ke Rp56.300, ASII turun Rp1.650 ke Rp65.100, DSSA turun Rp1.150 ke 15.050, PTBA turun Rp750 ke Rp17.650, AMFG turun Rp650 ke Rp7.900, ITMG turun Rp550 ke Rp43.400, IMAS turun Rp400 ke Rp11.200, HMSP turun Rp300 ke Rp31.700, INTP turun Rp300 ke Rp13.850, BDMN turun Rp250 ke Rp4.950, UNTR turun Rp200 ke Rp22.900.

Saham yang menguat seperti saham MYOR naik Rp450 ke Rp14.650, HEXA turun Rp400 ke Rp8.400, SCMA naik Rp300 ke Rp5.700, ISAT naik Ro250 ke Rp5.700, BBCA naik Rp150 ke Rp7.900, BBRI naik Rp150 ke Rp6.300, EXCL naik Rp150 ke Rp5.150, TLKM naik Rp150 ke Rp7.500, LPGI naik Rp130 ke Rp1.790, AMRT naik Rp100 ke Rp3.400, TGKA naik Rp100 ke Rp1.000, CNBP naik Rp50 ke Rp1.650.

Kamis, 15-09-2011 (12:27)

 

 

Faktor Teknikal, IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,61%

IHSG pada perdagangan sesi I Kamis (15/9) ditutup anjlok 1,61% ke level 3.737,73. Menurut analis Corfina Securities Deni Hamzah, penurunan indeks siang ini lebih disebabkan faktor teknikal, di mana pergerakannya cebderung turun melanjutkan pola pergerakan indeks 3 hari terakhir yang juga cenderung turun. Dia memprediksi jika indeks jebol lagi, maka support lanjutan bisa berada di level 3.600-an. Indeks saham unggulan LQ45 sesi I ditutup anjlok 2,07% ke level 651,15, sedang JII melemah 2,07% ke level 515,57. Volume perdagangan siang ini sebanyak 1,57 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,88 triliun. Asing terpantau masih lebih banyak menjual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp449,05 miliar.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,37 poin (0,02%) ke level 2.484,45.
  • Indeks Hang Seng naik 89,01 poin (0,47%) ke level 19.134,45.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 128,37 poin (1,51%) ke level 8.646,94.
  • Indeks Straits Times menguat 15,43 poin (0,56%) ke level 2.754,78.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 14.700, Hexindo (HEXA) naik Rp 200 ke Rp 8.200, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 150 ke Rp 5.550, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 100 ke Rp 3.400.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.800 ke Rp 55.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.400, United Tractor (UNTR) turun Rp 900 ke Rp 22.200, dan Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 16.250.

Kamis 14-09-2011 (09:38)

 

 

Sentimen Global Topang IHSG Dibuka Naik 0,54%

IHSG pada perdagangan Kamis (15/9) ini naik 0,54% ke level 3.819,66. Penguatan indeks pagi ini diperkirakan seiring positifnya sentimen dari bursa global serta kembali menguatnya nilai tukar Rupiah pagi ini ke level Rp8.803 per dolar AS. Sebanyak 46 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 2 saham yang turun, dan 15 saham masih stagnan. Namun demikian, Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini menyebutkan investor tetap harus mewaspadai pergerakan di pasar obligasi, di mana dalam satu pekan terakhir, yield SUN 10 tahun telah naik sekitar 76 bps kembali ke level 7,22%. Samuel memprediksi Resistance indeks berada di level 3.872. IHSG kemarin kembali melemah yang lebih disebabkan oleh sentimen koreksi signifikan pada nilai tukar Rupiah yang sempat melemah ke level Rp8.938 per dolar AS. Koreksi tiba-tiba yang terjadi pada nilai tukar Rupiah disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kebijakan BI yang menerapkan aturan devisa ekspor ekspor disambut negatif oleh investor.
Sementara bursa AS dan Eropa semalam kembali ditutup menguat setelah Perancis dan Jerman kembali menyatakan komitmen dukungannya terhadap Yunani dan akan mempertahankan negara tersebut tetap di dalam zona Euro. Harga minyak terkoreksi 1.4% ke level US$88,9/barel diikuti mayoritas harga metal dunia seperti Timah yang turun 1%.Bursa Asia pagi ini kembali dibuka menguat seiring membaiknya optimisme di Eropa dan memfaktorkan penguatan bursa global. Indeks saham unggulan LQ45 dibuka naik 0,76% ke level 670,05, sedang JII naik 0,66% ke level 529,98. Volume perdagangan pagi ini sangat kecil hanya 20,86 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp54,18 miliar. Namun, asing terpantau lebih banyak menjual pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp7,72 miliar.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah UNTR naik 1,51%, ASII naik 0,37%, AALI naik 0,91%, ICBP naik 1,94%, BMRI naik 1,55%, dan TLKM naik 1,36%

Rabu, 14-09-2011 (16:17)

 

 

IHSG Terus Anjlok,  Sekarang Terlempar dari 3.800

Dana asing makin banyak keluar dari pasar saham, alhasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup kembali turun. Sempat rebound pada awal perdagangan, IHSG malah anjlok pada penutupan perdagangan. IHSG, turun 75,75 poin atau 1,95 persen ke 3.799,04, pada pebutupan Rabu (14/9/2011). Sementara, Saham LQ45 turun 5,61 poin atau 2,3 persen ke level 664.93, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 8,87 poin atau 1,7 persen ke 526,48.

Pada penutupan kali ini, dana investor asing keluar makin deras. Tercatat adanya nett selling yang meningkat menjadi Rp1,345 triliun, dengan 4,967 miliar saham diperdagangkan dan total transaksi Rp4,916 triliun. Pada sesi ini, sebanyak 45 saham tercatat menguat, 236 saham melemah, dan 43 lainnya stagnan. Adapun saham-saham yang menguat (top gainer), antara lain  PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik Rp500 menjadi Rp3.650, Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) naik Rp170, menjadi Rp880 dan Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp150 menjadi Rp21.900.Sedangkan saham-saham yang melemah (top looser), antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp2.250 ke Rp66.750, Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp1.000 ke Rp125.000, serta Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp750 ke Rp43,950.

 

Bursa Asia tercatat bergerak mixed dengan indeks Nikkei 225 harus turun 97,98 poin atau 1,14 persen ke 8.518,57, Indeks Straits Times naik 8,60 poin atau 0,65 persen ke level 2.737,97, diikuti dengan indeks Hang Seng yang naik tipis 14,90 poin atau 0,08 persen ke level 19.045,44. untuk indeks Eropa, Indeks FTSE naik 44,63 poin atau 0,8 persen ke 5.174,25, DAX naik 94,63 poin atau 1,85 persen ke 5.166,36 dan CAC mengikuti kenaikan dengan 40,12 poin atau 1,41 persen ke 2.894,93.

Rabu 14-09-2011 (12:15)

 

 

IHSG Ikuti Merahnya Bursa Asia

Tekanan dari indeks saham di Asia membawa sentimen negatif bagi Indeks Harga. Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan sesi I, IHSG harus rela kembali memerah. Awal pembukaan, IHSG sempat rebound namun kembali turun 67,62 poin atau 1,75 persen ke 3.807,16, Rabu (14/9/2011). Dalam sesi ini, Saham LQ45 turun 13,91 poin atau dua persen ke level 666,63, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 8,33 poin atau 1,6 persen ke 527,02.
Tercatat adanya nett selling yang meningkat menjadi Rp542.136 miliar, dengan 2,809 miliar saham diperdagangkan dan total transaksi Rp2,114 triliun. Meski demikian sesi ini mencatat sebanyak 33 saham tercatat menguat, 215 saham melemah, dan 52 lainnya stagnan.
 Adapun saham-saham yang menguat (top gainer), antara lain PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik Rp400 menjadi Rp3.550, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp250 menjadi Rp9.750, serta PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) naik Rp170 menjadi Rp880. Sedangkan saham-saham yang melemah (top looser), antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp1.250 ke Rp67.750, United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp1.050 ke 22.550, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP)    turun Rp700 ke Rp14.100. Kompak, bursa Asia turut mengalami penurunan, tercatat Nikkei 225 harus turun 81,16 poin atau 0,94 persen ke 8.535,39, Indeks Straits Times turun 5,67 poin atau 0,21 persen ke level 2.723,70, diikuti dengan indeks Hang Seng yang juga turun 255,15 poin atau 1,34 persen ke level 18.775,39. 
 
Penguatan juga terjadi pada indeks Wall Street, tercatat indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 44,73 poin atau 0,40 persen ke level 11.105,85. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,60 poin 0,91 persen ke level 1.172,87 dan Nasdaq menguat 37,06 poin 1,49 persen ke level 2532,15.
Sementara untuk indeks Eropa, Indeks FTSE naik 44,63 poin atau 0,8 persen ke 5.174,25, DAX naik 94,63 poin atau 1,85 persen ke 5.166,36 dan CAC mengikuti kenaikan dengan 40,12 poin atau 1,41 persen ke 2.894,93.

Rabu 14-09-2011(09:41)

 

 

Rabu Pagi IHSG Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka menguat, kendati masih banyaknya dana asing yang keluar di pasar saham serta bursa Asia yang bergerak mixed. Pada hari ini, Rabu Pagi , IHSG dibuka naik 19,92 poin atau 0,51 persen ke 3.894,70. Saham LQ45 naik 3,36 poin atau 0,5 persen ke level 683.90, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 3,74 poin atau 0,7 persen ke 539,09. Pada pembukaan ini, saham yang diperdagangkan cukup moderat dengan 222,296 juta saham diperdagangkan dan total transaksi Rp140 miliar. Sebanyak 89 saham tercatat menguat, 12 saham melemah, dan 56 lainnya stagnan. Sementara, dari dana investor asing masih mencatatkan adanya nett selling sebesar Rp21,926 miliar.
Sementara, bursa Asia turut mengalami kenaikan, tercatat Nikkei 225 harus turun 16,81 poin atau 0,20 persen ke 8.599,74, Indeks Straits Times naik 21,79 poin atau 0,8 persen ke level 2.751,16, diikuti dengan indeks Hang Seng yang juga naik 119,72 ppoin atau 0,63 persen ke level 19.150,26. Penguatan juga terjadi pada indeks Wall Street, tercatat indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 44,73 poin atau 0,40 persen ke level 11.105,85. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,60 poin 0,91 persen ke level 1.172,87 dan Nasdaq menguat 37,06 poin 1,49 persen ke level 2532,15.  Sementara untuk indeks Eropa, Indeks FTSE naik 44,63 poin atau 0,8 persen ke 5.174,25, DAX naik 94,63 poin atau 1,85 persen ke 5.166,36 dan CAC mengikuti kenaikan dengan 40,12 poin atau 1,41 persen ke 2.894,93.
Saham-saham yang menguat (top gainer), antara lain PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp400 menjadi Rp69.400, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik Rp400 menjadi Rp3.550, serta Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp200 menjadi Rp44.900.
 
Saham-saham yang melemah (top looser), antara lain Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp200 ke Rp57,800, Semen Gresik (Persero) Tbk. (SMGR) turun Rp50 ke Rp8.850, sementara Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun Rp25 ke Rp3.600.

Selasa, 13-09-2011 (16:11)

 

 

IHSG Terpangkas 21 Poin, Akibat Asing Lepas Saham Rp 592 Miliar  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tepangkas 21 poin atas larinya dana asing sebanyak Rp 592 miliar. Nilai transaksi di lantai bursa tidak terlalu tinggi dengan perdagangan yang cukup sepi. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 9,577 poin (0,24%) ke level 3.905,696. Kekhawatiran krisis utang Eropa sedikit reda setelah China berniat membeli obligasi Italia.Meski terus menguat secara perlahan, namun investor masih belum sepenuhnya percaya diri akan situasi ekonomi global. Pasalnya, krisis utang di Eropa masih belum benar-benar pulih. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya hari ini di 3.929,549. Setelah itu pergerakan naiknya IHSG tidak terlalu tinggi, hanya di kisaran 15-25 poin.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 14,804 poin (0,37%) ke level 3.910,923. Investor belum sepenuhnya percaya diri akan kondisi ekonomi global sehingga laju IHSG tersendat. Memasuki perdagangan sesi II, tekanan jual semakin terasa, terutama dilakukan investor asing. Indeks pun terpaksa jatuh ke zona merah dan sempat jatuh ke posisi terendahnya di 3.855,036. Mengakhiri perdagangan, Selasa Sore ini, IHSG ditutup terpangkas 21,336 poin (0,55%) ke level 3.874,783. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun 3,640 poin (0,53%) ke level 680,544.
Hanya dua indeks sektoral yang masih bertahan di zona hijau, sektor agribisnis dan konsumer. Sementara sisanya terpaksa puas bercokol di teritori negatif akibat tekanan jual.Aksi jual asing cukup besar, dibarengi dengan investor asing. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 592,055 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 139.854 kali pada volume 4,242 miliar lembar saham senilai Rp 3,343 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini :

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,45 poin (1,06%) ke level 2.471,30.
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 80,88 poin (0,95%) ke level 8.616,55.
  • Indeks Straits Times melemah 5,53 poin (0,20%) ke level 2.738,05.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 58.000, Central Omega (DKFT) naik Rp 625 ke Rp 3.150, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 44.700, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 300 ke Rp 11.900.



Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.500 ke Rp 16.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 23.600, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 11.000, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 18.800.

Selasa, 13-09-2011 (12:06)

 

 

IHSG Cuma Naik 14 Poin 

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 9,577 poin (0,24%) ke level 3.905,696. Kekhawatiran krisis utang Eropa sedikit reda setelah China berniat membeli obligasi Italia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14 poin atas aksi beli selektif investor. Sayangnya, investor belum sepenuhnya percaya diri akan kondisi ekonomi global sehingga laju IHSG tersendat. Meski China sudah berniat membantu Italia dengan membeli surat utangnya, namun krisis utang Eropa masih jauh dari berakhir. Dana asing pun mengalir keluar lantai bursa. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya hari ini di 3.929,549. Setelah itu pergerakan naiknya IHSG tidak terlalu tinggi, hanya di kisaran 15-25 poin. Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (13/9/2011), IHSG menguat 14,804 poin (0,37%) ke level 3.910,923. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,740 poin (0,40%) ke level 686,924.

Situasi ekonomi global yang belum kondusif membuat investor masih ragu berinvestasi. Beberapa saham unggulan diburu, namun tak sedikit juga yang melarikan dananya keluar dari pasar modal. Saat investor lokal memburu saham, sebaliknya investor asing justru mencairkan uangnya. Hingga siang ini transaksi pemodal asing tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai cukup besar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 74.729 kali pada volume 1,936 miliar lembar saham senilai Rp 1,385 triliun. Sebanyak 171 saham naik, sisanya 44 saham turun, dan 74 saham stagnan.Rata-rata bursa di regional mampu cetak poin dengan signifikan, kecuali bursa saham China yang masih ketinggalan di teritori negatif. Rencana China membeli surat utang Italia disambut negatif oleh investor setempat.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 35,65 poin (1,43%) ke level 2.462,10.
  • Indeks Nikkei 225 naik ke 58,06 poin (0,68%) level 8.593,73.
  • Indeks Straits Times menanjak 30,39 poin (1,11%) ke level 2.773,97.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 58.100, Central Omega (DKFT) naik Rp 550 ke Rp 3.075, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 22.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 17.300.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 11.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 23.900, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 18.950, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 175 ke Rp 3.625.

Selasa, 13-09-2011 (09:36)

 

 

Pagi Ini IHSG Naik 9 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 9 poin terbawa arus positif bursa-bursa Asia. Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 7,612 poin (0,19%) ke level 3.903,731. Sedangkan Indeks LQ 45 menguat tipis 1,889 poin (0,27%) ke level 686,073.
Mengawali perdagangan, Selasa (13/9/2011), IHSG dibuka menguat tipis 9,577 poin (0,24%) ke level 3.905,696. Indeks LQ 45 dibuka naik tipis 2,349 poin (0,34%) ke level 686,533. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menguat 26,073 poin (0,67%) ke level 3.922,192. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,667 poin (0,83%) ke level 689,851.Kemarin, IHSG merosot hingga 102 poin akibat mencuatnya lagi kekhawatiran krisis utang Eropa. Indeks pun meninggalkan level 3.900.
Bursa Wall Street berhasil menguat pada sesi-sesi akhir didorong harapan Italia akan mendapatkan support pendanaan dari China. Harapan itu mulai mengurangi kekhawatiran investor akan memburuknya krisis utang Eropa. Sentimen negatif masih ada, yaitu kemungkinan penurunan peringkat bank-bank besar Prancis oleh Moody's. Berita-berita ini membuat bursa-bursa di regional bergerak mixed pagi ini.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 33,69 poin (1,35%) ke level 2.464,06.
  • Indeks Nikkei 225 naik 26,30 poin (0,31%) ke level 8.561,97.
  • Indeks Straits Times menguat 20,60 poin (0,75%) ke level 2.764,18.

Senin, 12-09-2011 (16:12)

 

 

Sore Ini IHSG Jatuh hingga 2,5%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Senin (12/9) ditutup melemah hingga 102,38 poin atau 2,5% ke 3.896,12. Volume perdagangan mencapai 3,6 miliar saham senilai Rp2,9 triliun. Perdagangan mengalami 235 saham turun, 35 saham naik dan 48 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp271,5 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,2 triliun dan pembelian asing sebesar Rp941,6 miliar.


Indeks JII turun 14,04 poin ke 538,54, indeks ISSI turun 3,03 poin ke 126,43 dan indeks LQ45 turun 21,52 poin ke 683,73. Sektor pertambangan masih memimpin pelemahan hingga turun 79,52 poin ke 2.923,63 disusul sektor konsumer turun 38,68 poin ke 1.297,55.

Pelemahan ini sejalan dengan pelemahan bursa Asia seperti indeks Hang Seng turun 4,2% ke 19.030, indeks Nikkei turun 2,3% ke 8.535, indeks Shanghai turun 0,05% ke 2.497 dan indeks ASX turun 3,7% ke 4.038.
Saham yang terkoreksi seperti saham GGRM turun Rp2.550 ke Rp57.250, ITMG turun Rp1.400 ke Rp44.400, UNTR turun Rp1.000 ke Rp24.300, ASII turun Rp900 ke Rp69.400, AALI turun Rp750 ke Rp21.550, HMSP turun Rp600 ke Rp32.250, UNVR turun Rp550 ke Rp17.000, INTP turun Rp450 ke Rp15.000, PTBA turun Rp450 ke Rp19.225, AMRT turun Rp400 ke Rp3.350, HRUM turun Rp400 ke Rp8.200, MYOR turun Rp400 ke Rp14.550, BBCA turun Rp300 ke Rp8.050.

Saham yang masih naik seperti saham DSSA naik Rp1.050 ke 17.800, DKFT naik Rp300 ke Rp2.525, SMMA naik Rp200 ke Rp4.825, DPNS naik Rp110 ke Rp570, KKGI naik Rp100 ke Rp6.200, RMBA naik Rp50 ke Rp940.

Senin 12-09-2010 (12:08)

 

 

IHSG Sesi I Turun 1,8%

Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (12/9) sesi I ditutup turun 73,55 poin atau 1,8% ke 3.924,95. Volume perdagangan mencapai 1,4 miliar saham senilai Rp1,2 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 208 saham turun, 27 saham naik dan 49 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp86,02 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp470,9 miliar dan pembelian asing sebesar Rp384,9 miliar.
Indeks JII turun 10,8 poin ke 541,69, indeks ISSI turun 2,1 poin ke 127,28 dan indeks LQ45 turun 15,5 poin ke 689,73. Pelemahan indeks masih dimotori sektor pertambangan yang turun 60,19 poin ke 2.942,96 disusul sektor konsumsi turun 27,82 poin ke 1.308,41.
Bursa Asia terlebih dahulu terkoreksi seperti indeks Hang Seng turun 3,3% ke 19.194, indeks Nikkei turun 2,1% ke 8.553, indeks Shanghai turun 0,05% ke 2.497,75, indeks ASX turun 3,3% ke 4.052.
Saham yang terkoreksi seperti saham ITMG turun Rp1.200 ke Rp44.600, HMSP turun Rp1.050 ke Rp31.800, GGRM turun Rp650 ke Rp59.150, UNTR turun Rp600 ke Rp24.700, UNVR turun Rp500 ke Rp17.050, PTBA turun Rp450 ke 19.250, ASII turun Rp400 ke Rp69.900, INTP turun Rp400 ke Rp15.050, HRUM turun Rp350 ke Rp8.250, AALI turun Rp300 ke Rp22.000, MYOR turun Rp300 ke Rp14.650, BMRI turun Rp250 ke Rp6.950.

Saham yang masih naik seperti saham DSSA naik Rp1.250 ke Rp18.000, DKFT naik Rp200 ke Rp2.425, DPNS nak Rp110 ke Rp570, MAPI naik Rp100 ke Rp4.975, BCAP naik Rp60 ke Rp530.

Senin, 12-09-2011 (09:39)

 

 


IHSG Senin Pagi Dibuka Turun 1,7%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Senin (12/9) pagi dibuka turun 69,12 poin atau 1,7% ke 3.929,38. Volume mencapai 308,08 juta saham senilai Rp261,9 miliar. Perdagangan diwarnai dengan 175 saham turun, 9 saham naik dan 21 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp25,3 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp80,2 miliar dan pembelian asing sekitar Rp54,8 miliar.
Indeks JII turun 10,8 poion ke 541,78, indeks ISSI turun 2,2 poin ke 127,21 dan indeks LQ45 turun 13,3 poin ke 691,88. Pelemahaan dialami mayoritas sektor saham dan yang terdalam sektor pertambangan hingga 56,6 poin ke 2.946,53 disusul sektor konsumsi turun 26,1 poin ke 1.310,05.

IHSG, Jumat (9/9) lalu, ditutup turun 7 poin (0,17%) ke level 3,998.50 dengan asing tercatat melakukan net buy pada pasar regular sebesar Rp26 miliar. Demikian juga dengan indeks Dow Jones ditutup turun 304 poin (2.69%) ke level 10.992,13. Hal ini Dengan meningkatnya kekhawatiran akan kondisi ekonomi Yunani menutupi berita stimulus sebesar US$447 miliar yang akan dikeluarkan oleh Presiden AS, Barrack Obama. Pelemahan juga ditunjukkan bursa Asia seperti indeks Hang Seng turun 3,3% ke 19.203, indeks Nikkei turun 2,01% ke 8.562, indeks Shanghai turun 0,05% ke 2.497, indeks ASX turun 3,4% ke 4.049.

Saham yang terkoreksi seperti saham HMSP turun 1.050, ITMG turun Rp900 ke Rp44.900, ASII turun Rp800 ke Rp69.500, GGRM turun Rp450 ke Rp59.350, DSSA turun Rp400 ke Rp15.050, INTP turun Rp400 ke Rp15.050, UNVR turun Rp400 ke Rp17.150, PTBA turun Rp350 ke Rp19.350, UNTR turun Rp350 ke Rp24.950, HRUM turun Rp250 ke Rp8.350.

Saham yang masih menguat seperti saham DKFT naik Rp275 ke Rp2.500, RMBA naik Rp50 ke Rp940.

Jumat, 09-09-2011 (16:13)

 

 


Menipis 6 Poin, IHSG Tinggalkan Level 4.000 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 6 poin akibat tekanan jual di penghujung perdagangan. Atas koreksi ini IHSG tinggalkan level 4.000. Mengawali perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 7,400 poin (0,18%) ke level 4.012,790. Bursa Asia yang positif berhasil semangati indeks. Posisi tertinggi yang bisa didaki oleh indeks berada di level 4.028,484. Investor banyak memburu saham-saham lapis dua yang berpotensi menguat. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 10,657 poin (0,26%) ke level 4.016,047. Investor masih ragu untuk tanamkan modalnya. Hampir sepanjang perdagangan sesi II indeks berada di zona hijau, namun tekanan jual di menjelang penutupan akhirnya pertahanan IHSG jebol juga dan jatuh ke zona merah.


Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat sore ini, IHSG ditutup menipis 6,888 poin (0,18%) ke level 3.998,502. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 4,438 poin (0,63%) ke level 705,250. Investor mengekor aksi jual yang terjadi di bursa-bursa Asia. Saham-saham unggulan pun terkena aksi ambil untung dan melemah cukup dalam. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 52,868 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 103.296 kali pada volume 3,914 miliar lembar saham senilai Rp 3,326 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional di sore ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 1,19 poin (0,05%) ke level 2.497,75.  
  • Indeks Hang Seng turun 46,19 poin (0,23%) ke level 19.866,63.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 55,46 poin (0,63%) ke level 8.737,66.
  • Indeks Straits Times anjlok 30,77 poin (1,08%) ke level 2.826,13.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.650 ke Rp 16.750, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 59.800, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 25.300.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 700 ke Rp 70.300, Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 5.350, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 8.700, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.300.

Jumat, 09-09-2011 (11:37)

 

 


IHSG Cuma Naik 10 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 10 poin di tengah mixed-nya bursa regional. Investor masih ragu untuk tanamkan modalnya. Mengawali perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 7,400 poin (0,18%) ke level 4.012,790. Bursa Asia yang positif berhasil semangati indeks.  Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (9/92011), IHSG naik tipis 10,657 poin (0,26%) ke level 4.016,047. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,122 poin (0,02%) ke level 709,566.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 53.433 kali pada volume 1,831 miliar lembar saham senilai Rp 1,478 triliun. Sebanyak 120 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,31 poin (0,13%) ke level 2.502,26.
  • Indeks Hang Seng naik ke 44,36 poin (0,22%) level 19.957,18.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 19,23 poin (0,22%) ke level 8.773,89.  
  • Indeks Straits Times melemah 8,77 poin (0,31%) ke level 2.848,13.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.150 ke Rp 16.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 61.350, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 71.500, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.500.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asahimas (AMFG) turun Rp 250 ke Rp 8.650, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 4.300, Indosat (ISAT) turun Rp 150 ke Rp 5.650, dan Harum Energy (HRUM) turun Rp 150 ke Rp 8.650.

Jumat, 09-09-2011 (09:35)

 

 


IHSG Dibuka Masih Naik 0,19%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat  pagi ini dibuka naik 7,7 poin atau 0,19% menjadi 4.013,16. Volume 235,07 juta saham senilai Rp147,1 miliar. Perdagangan diwarnai dengan 48 saham naik, 31 saham turun dan 80 saham stagnan. IHSG masih mengalami net forign buy sebesar Rp10,2 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp38,1 miliar dan penjualan asing Rp27,9 miliar.
Indeks JII naik 2,3 poin ke 557,33, indeks ISSI naik 0,3 poin ke 129,92 dan indeks LQ45 naik 1,64 poin ke 711,33. Sektor konsumsi masih menguat tertinggi 13,4 poin ke 1.315,7 sementara sektor pertambangan turun terdalam 19,84 poin ke 3.036,04 disusul sektor infrastruktur turun 7,7 poin ke 754,8.
Saham yang masih naik seperti saham TRAM naik 24,29% ke Rp870, DSSA naik 20% ke Rp14.100, GYDR naik 18% ke Rp11.100, MRAT naik Rp16,6% ke Rp630, DKFT naik Rp10,5% ke 2.350, PJAA naik Rp9,8% ke Rp1.120.

Saham yang trun seperti saham GTBO turun 12,7% ke Rp165, MTFN turun 12,2% ke Rp430, NPS turun 9,09% ke Rp3.500, EMTK turun Rp8,3% ke Rp2.200, AKPI turun 8,15% ke Rp1.240. Untuk bursa Asia masih tertekan seperti indeks Hang Seng turun 135 poin ke 19.192, indeks Shanghai turun 17 pin ke 2.498, indeks Nikkei naik 29,7 poin ke 8.793.

Kamis 08-09-2011 (16:16)

 

 


IHSG Bertahan di Atas Level 4.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski sempat turun, namun IHSG ditutup melaju berada di jalur hijau. IHSG pada penutupan perdangan Kamis sore ini , tercatat berhasil naik tipis 3,96 persen atau 0,1 persen ke level  4.005. Namun, index LQ45 tercatat mengalami penurunan sebesar 1,177 atau 0,16 persen, hal serupa juga terjadi pada Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 3,117 atau 0,55 persen. Tercatat sebanyak 10,313 miliar saham diperdagangkan, dengan total transaksi mencapai Rp5,725 triliun. Sebanyak 107 saham menguat, 130 saham melemah dan 87 saham stagnan. Selain itu, aksi jual-beli oleh investor asing mencatatkan pemasukan sebesar Rp545,524 miliar. perdagangan mencapai 10,3 miliar saham senilai Rp5,7 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 130 saham turun, 107 saham naik dan 67 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp545,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp2,9 triliun dan penjualan asing sebesar Rp2,3 triliun.
Saham-saham yang menguat (top gainer), antara lain PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp11.800, menjadi Rp144.800, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) naik Rp5.550 menjadi Rp365.050, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp2.350 menjadi Rp14.100
Saham-saham yang melemah (top looser), antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp650 menjadi Rp46.000, PT Nipress Tbk (NIPS) turun Rp350 menjadi Rp3.500, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp300 menjadi Rp22.200.

Kamis, 08-09-2011 (12:09)

 

 


IHSG Sempat Jatuh,  Bangkit Lagi 17 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjatuh ke zona merah akibat tekanan jual di saham-saham unggulan. Namun, penguatan saham-saham konsumer dan finansial mengangkat IHSG 17 poin.Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 11,464 poin (0,28%) ke level 4.012,897. Indeks melanjutkan reli di hari keempatnya karena investor mulai percaya diri setelakrisis utang di eropa sedikit mereda. Tekanan jual di saham-saham lapis unggulan sempat membawa IHSG anjlok ke zona merah sampai di posisi 3.978,343, padahal sebelumnya baru saja naik tinggi ke level 4.017,308 sesaat setelah pembukaan perdagangan.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis siang ini, IHSG naik 17,079 poin (0,42%) ke level 4.018,512. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 2,619 poin (0,36%) ke level 712,714. Saham-saham tambang yang kemarin naik paling tinggi kini terkena tekanan jual, indeks tambang menjadi salah satu yang memerah bersamaan dengan sektor industri dasar, properti dan infrastruktur. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 81.277 kali pada volume 2,429 miliar lembar saham senilai Rp 2,364 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 45,57 poin (1,84%) ke level 2.516,09.  
  • Indeks Hang Seng melemah 150,85 poin (0,75%) ke level 19.897,15.  
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 17,03 poin (0,19%) ke level 8.780,44.  
  • Indeks Straits Times menguat tipis 3,92 poin (0,14%) ke level 2.836,05.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 59.950, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 126.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 750 ke Rp 12.500, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 ke Rp 71.700.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 46.350, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp15.700, Hexindo (HEXA) turun Rp 150 ke Rp 8.400, dan Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.750.

Kamis 08-09-2011 (09:38)

 

 



IHSG Dibuka masih Naik 0,35% 

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (8/9) pagi dibuka naik 14,08 poin atau 0,35% ke 4.015,51. Volume perdagangan mencapai 33,6 juta saham senilai Rp71,3 miliar Perdagangan diwarnai dengan 23 saham naik, 3 saham turun dan 20 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp14,5 miliar dengan pembelian asing mencapai Rp33,4 miliar dan penjualan asing sekitar Rp18,8 miliar. Indeks JII naik 0,5 poin ke 558,30, indeks ISSI naik 0,14 poin ke 130,07 dan indeks LQ45 naik 1,27 poin ke 711,36. Penguatan dialami sektor perkebunan naik 12,3 poin ke 2.329 sedangkan sektor pertambangan turun 12,3 poin ke 3.023.
Pada perdagangan Rabu (7/9) dini hari tadi, Indeks Dow Jones ditutup naik 275,56 poin (2,47%) ke level 11.414,86 setelah Presiden AS Barrack Obama dikabarkan akan mengeluarkan dana sebesar US$300 miliar lagi untuk meningkatkan perekonomian negara tersebut. Sementara bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 0,9% ke 19.856, indeks Nikkei naik 0,4% ke 8.804, indeks Shanghai turun 0,1% ke 2.513 dan indeks ASX turun 0,3% ke 4.168.

Saham yang menguat seperti saham GGRM naik Rp300 ke Rp59.000, IMAS naik Rp250 ke Rp11.450, KKGI naik Rp150 ke Rp6.350, SCMA naik Rp150 ke Rp6.000, AALI naik Rp100 ke Rp22.600, TRAM naik Rp100 ke Rp800, UNVR naik Rp100 ke Rp17.500, BBRI naik Rp50 ke Rp6.900.

Saham yang melemah seperti saham ASII truun Rp750 ke Rp70.500, ITMG turun Rp750 ke Rp45.900, INTP turun Rp200 ke Rp8.700.

Selasa, 06-09-2011 (16:12)

 

 


Jelang Penutupan IHSG Naik 23 Poin 

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Cahaya Kalbar (CTBN) turun Rp 300 ke Rp 3.200, Lion Metal (LION) turun Rp 250 ke Rp 5.250, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 10.700, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 5.000.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan menguat 23 poin berkat perburuan saham-saham unggulan di menit-menit terakhir. Indeks telah melalui perdagangan yang fluktuatif. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 28,188 poin (0,73%) ke level 3.837,984 mengikuti arus bursa-bursa di Asia. Tutupnya Wall Street membuat investor mengacu ke bursa Eropa yang sedang dalam kondisi kurang baik. Sempat jatuh hingga posisi terdalamnya di 3.829,609, IHSG berhasil naik ke zona hijau atas aksi beli di saham-saham lapis dua. Indeks pun sempat menyentuh zona hijau meski hanya sesaat.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 7,354 poin (0,20%) ke level 3.858,818. Indeks alami perdagangan yang berfluktuasi akibat investor masih ragu menanamkan modalnya di tengah maraknya sentimen negatif dari bursa global dan regional. Perburuan saham-saham tambang berhasil mengangkat IHSG ke puncak tertingginya hari ini di level 3.885,328. Menjelang penutupan perdagangan, aksi beli saham semakin ramai. Menutup perdagangan, Selasa sore ini , IHSG menguat 23,799 poin (0,61%)ke level 3.889,971. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,542 poin (0,66%) ke level 687,512. Aksi beli selektif yang dilakukan investor lokal akhirnya membuahkan hasil, indeks kembali berjalan di zona hijau meski poin yang dicetaknya belum terlalu tinggi. Beberapa saham masih terkan profit taking dan tertinggal di zona merah. Investor asing masih konsisten mengeluarkan dananya dari lantai bursa, hingga sore ini transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 402,348 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 135.725 kali pada volume 4,261 miliar lembar saham senilai Rp 5,018 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 8,21 poin (0,33%) ke level 2.470,52.
  • Indeks Hang Seng naik 94,10 poin (0,48%) ke level 19.710,50.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 193,89 poin (2,21%) ke level 8.590,57.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,98 poin (0,07%) ke level 2.775,15.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.700 ke Rp 44.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 56.600, Astra Internasional (ASII) naik Rp 700 ke Rp 68.500, dan Harum Energy (HRUM) naik Rp 550 ke Rp 8.150.

Selasa, 06-09-2011 (12:10)

 

 



Bergerak Labil, Tapi IHSG Melemah 7 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perdagangan yang berfluktuasi akibat investor masih ragu menanamkan modalnya di tengah maraknya sentimen negatif dari bursa global dan regional. Posisi IHSG yang jenuh jual membuatnya sempat naik ke zona hijau. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 28,188 poin (0,73%) ke level 3.837,984 mengikuti arus bursa-bursa di Asia. Tutupnya Wall Street membuat investor mengacu ke bursa Eropa yang sedang dalam kondisi kurang baik.
Sempat jatuh hingga posisi terdalamnya di 3.829,609, IHSG berhasil naik ke zona hijau atas aksi beli di saham-saham lapis dua. Indeks pun berhasil menanjak ke puncaknya hari ini di 3.877,785. Setelah itu, indeks mengalami pergerakan yang labil, naik-turun antara zona merah dan hijau. Investor masih ragu berinvestasi karena maraknya sentimen negatif dari global dan regional. Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa Siang hari ini, IHSG melemah 7,354 poin (0,20%) ke level 3.858,818. Sementara Indeks LQ 45 menipis 0,884 poin (0,13%) ke level 682,086.
Tekanan aksi jual masih tinggi di saham-saham unggulan, terutama berbasis finansial, konsumer dan properti. Namun, masih adanya aksi beli di sejumlah saham-saham lapis dua membuat gerak IHSG semakin fluktuatif. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 63.095 kali pada volume 1,738 miliar lembar saham senilai Rp 2,298 triliun. Sebanyak 86 saham naik, sisanya 115 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 1,98 poin (0,08%) ke level 2.476,76.  
  • Indeks Hang Seng turun 184,08 poin (0,94%) ke level 19.432,32.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 164,63 poin (1,87%) ke level 8.619,83.  
  • Indeks Straits Times jatuh 32,43 poin (1,17%) ke level 2.740,74.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.250 ke Rp 43.800, Harum Energy (HRUM) naik Rp 400 ke Rp 8.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 300 ke Rp 8.800, dan Indosat (ISAT) naik Rp 300 ke Rp 5.800.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 55.050, Indomobil (IMAS) turun Rp 400 ke Rp 10.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 24.100, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.000.

Selasa, 06-09-2011 (09:36)

 

 


Pagi Hari Ini IHSG Jatuh 28 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena koreksi poin mengikuti arus bursa-bursa di Asia. Tutupnya Wall Street membuat investor mengacu ke bursa Eropa yang sedang dalam kondisi kurang baik.
Pada perdagangan preopening, IHSG turun 27,313 poin (0,70%) ke level 3.838,859. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 6,780 poin (0,99%) ke level 676,190. Membuka perdagangan, Selasa (6/9/2011), IHSG turun 28,188 poin (0,73%) ke level 3.837,984. Indeks LQ 45 melemah 6,993 poin (1,02%) ke level 675,977. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terpangkas 26,137 poin (0,68%) ke level 3.840,035. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 6,301 poin (0,92%) ke level 677,340. Kemarin, IHSG tampil beda dengan menguat 24 poin di tengah jatuhnya bursa-bursa Asia. Investor kembali masuk ke pasar modal setelah libur panjang lebaran hingga satu pekan. Dengan liburnya bursa saham Wall Street, bursa Eropa menjadi acuan regional sehingga akhirnya terkena koreksi seluruhnya. Koreksi paling dalam diderita bursa saham Jepang.


Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,62 poin (0,02%) ke level 2.478,12.  
  • Indeks Hang Seng melemah 124,30 poin (0,63%) ke level 19.492,10.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 108,34 poin (1,23%) ke level 8.676,12.  
  • Indeks Straits Times turun 16,94 poin (0,61%) ke level 2.756,23.  

Jumat, 26-08-2011 (16:08)

 

 


IHSG Turun Tak Semangat Sambut Lebaran 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir di bulan puasa tahun ini dengan menipis 2 poin. Indeks telah melewati serangkaian perdagangan yang penuh tekanan jual akibat pencairan portofolio investor. Membuka perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG melemah 27,674 poin (0,71%) ke level 3.816,703 jelang pengumuman The Fed. Sentimen negatif melemahnya bursa Asia juga menghantui indeks. Indeks semakin tak bergairah, secara perlahan performanya terus turun sejak pembukaan perdagangan. Bahkan, indeks sempat jatuh hingga ke posisi terendahnya di level 3.800,480.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 38,950 poin (1,02%) ke level 3.805,427. Investor masih menahan rencana investasinya sampai ada penjelasan dari pidato Ben Bernanke mengenai stimulus AS. Memasuki perdagangan sesi kedua, beberapa investor memanfaatkan posisi saham-saham yang suda murah untuk aksi beli selektif. Sehingga IHSG sempat menanjak ke zona hijau meski hanya sesaat di level 3.847,254. Menutup perdagangan terakhir di bulan ramadan tahun ini, Jumat (26/8/2011), IHSG kembali menipis 2,646 poin (0,07%) ke level 3,841,731. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,148 poin (0,02%) ke level 676,255.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 85.775 kali pada volume 5,275 miliar lembar saham senilai Rp 3,742 triliun. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 3,07 poin (0,12%) ke level 2.612,19.  
  • Indeks Hang Seng melemah 169,60 poin (0,86%) ke level 19.582,88.  
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 25,42 poin (0,29%) ke level 8.797,78.  
  • Indeks Straits Times turun 22,60 poin (0,82%) ke level 2.743,14.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 55.500, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 16.900, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 15.200, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 9.400.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.250 ke Rp 66.150, Sepatu Bata (BATA) turun Rp 1.000 ke Rp 65.000, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 125.000, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 430 ke Rp 1.970.

Jumat 26-08-2011 (11:43)

 

 


Banyaknya Aksi Jual Tekan IHSG Sesi I Anjlok 1,01%

IHSG pada perdagangan sesi I Jumat (26/8) ditutup melemah 1,01% ke level 3.805,43. Pelemahan indeks siang ini seiring pergerakan bursa regional yang negatif dan aksi jual investor jelang liburan panjang. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, Volume perdagangan juga diperkirakan akan relatif sepi seiring hari ini adalah hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang lebaran. Indeks diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang yang relatif sempit antara 3.821 – 3.887.
Bursa AS ditutup terkoreksi semalam seiring rilis data initial jobless claims yang lebih buruk dari ekspektasi dan sell-off yang terjadi di bursa Jerman akibat pelarangan short selling di beberapa bursa Eropa. Citigroup dan UBS AG menurunkan estimasi pertumbuhan dunia masing-masing menjadi 3,8% dan 3,3%. Harga minyak bergerak cukup volatile semalam dengan sempat terkoreksi sekitar 4% sebelum akhirnya ditutup di level US$85/barel. Harga metal menguat tipis semalam dengan Nikel +0,1% dan Timah +0,4%. Bursa Asia siang ini mayoritas terkoreksi meski tidak sedalam koreksi yang terjadi di bursa AS semalam seiring sentimen positif dari kembali melemahnya nilai tukar Yen dan menantikan pidato gubernur The Fed sore ini. Shanghai turun 0,79%, Hang seng melemah 0,21%, KLSE merosot 1,27%, Nikkei jatuh 0,02%, dan STI turun 0,82%. Sementara Seoul mencatatkan kenaikan sebesar 0,11% siang ini. Sebanyak 186 saham tercatat turun siang ini, sedang hanya 33 saham yang naik, dan 53 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 1,05% ke level 669,26, sementara JII turun 1,2% ke level 523,22. Asing juga terpantau lebih banyak melakukan penjualan hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp182,68 miliar. Volume perdagangan siang sebanyak 969,59 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp961,24 miliar.  Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah BATA turun 1,51%, ASII turun 1,33%, UNTR turun 2,08%, LPCK turun 14,58%, PTBA turun 1,81%, dan SMGR turun 2,74%.

Jumat, 26-08-2011 (09:38)

 

 


IHSG Melemah 27 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan terakhir di bulan ramadan dengan koreksi 27 poin menjelang pengumuman The Fed. Sentimen negatif melemahnya bursa Asia juga menghantui indeks. Pada perdagangan preopening, IHSG turun 27,278 poin (0,70%) ke level 3.817,099. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 6,772 poin (1,00%) ke level 669,631. Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (26/8/2011), IHSG melemah 27,674 poin (0,71%) ke level 3.816,703. Indeks LQ 45 turun 6,870 poin (1,02%) ke level 669,533. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terpangkas 30,880 poin (0,80%) ke level 3.813,497. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,920 poin (1,02%) ke level 669,483.

Kemarin, aksi ambil untung di saham-saham tambang membuat IHSG melemah tipis 2 poin setelah melewati perdagangan yang berfluktuasi. Indeks ketinggalan reli bursa-bursa Asia. Jelang hari raya lebaran, investor pun mulai mencairkan portofolionya untuk mendapatkan dana segar. Tak heran tekanan jual pun marak terjadi di lantai bursa. Hanya bursa saham Hong Kong yang mampu menguat tipis, sisa bursa Asia lainnya terpuruk di zona merah. Pasar masih menunggu hasil keputusan rapat The Fed yang dilakukan esok hari.


Berikut situasi bursa-bursa regional di pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 3,34 poin (0,13%) ke level 2.611,92.  
  • Indeks Hang Seng menguat 161,42 poin (0,82%) ke level 19.913,90.  
  • Indeks Nikkei 225 menipis 5,82 poin (0,07%) ke level 8.766,54.  
  • Indeks Straits Times turun 9,71 poin (0,35%) ke level 2.756,03.  

Kamis 25-08-2011 (16:13)

 

 


IHSG Ditutup Turun 0,07%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis (25/8) ditutup melemah 2,64 poin atau 0,07% ke 3.844,38. Volume perdagangan 6,2 miliar saham senilai Rp4,1 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 118 saham naik, 102 saham turun dan 98 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp317,9 miliar dengan penjualan asing sebesar Rp2,07 triliun dan pembelian asing senilai Rp1,7 triliun. Indeks JII turun 2,7 poin ke 529, indeks ISSI turun 0,2 poin ke 124,16 dan indeks LQ45 turun 1,9 poin ke 676,40. Pelemahan diseret sektor pertambangan yang turun 18,9 poin ke 2.905,17 dan sektor konsumsi turun 13,99 poin ke 1.267,22. Pergerakan indeks tidak dapat bertahan di zona positif. Level tertinggi berada di 3.886,17 dan terendah di 3.835,59.
Bursa saham Eropa menguat seperti indeks FTSE naik 0,4% ke 5.228, indeks DAX naik 1,1% ke 5.747 dan indeks CAC naik 1,3% ke 3.182. Sedangkan bursa saham Asia juga menghijau seperti indeks Hang Seng naik 1,4% ke 19.752, indeks Nikkei naik 1,5% ke 8.772, indeks Shanghai naik 2,9% ke 2.615 dan indeks ASX naik 1,09% ke 4.212.
Saham yang menguat seperti saham TPIA naik Rp300 ke Rp3.600, ADMF naik Rp250 ke Rp11.250, ASII naik Rp250 ke Rp67.400, AALI naik Rp200 ke Rp21.750, EMTK naik Rp200 ke Rp2.400, GGRM naik Rp150 ke Rp54.150, BBCA naik Rp100 ke Rp8.000, BBRI naik Rp100 ke Rp6.500, BFIN naik Rp100 ke Rp6.900, GYDR naik Rp100 ke Rp9.100.

Saham yang melemah saham DLTA turun Rp500 ke Rp126.000, UNVR turun Rp300 ke Rp16.150, INDF turun Rp250 ke Rp6.200, SMDR turun Rp15 ke Rp4.175, CPIN turun Rp150 ke Rp2.700, PLIN turun Rp150 ke Rp2.700, SCMA turun Rp150 ke Rp2.700, SMGR turun Rp150 ke Rp9.100, PGAS turun Rp100 ke Rp3.000, SMAR turun Rp100 ke Rp5.950.

Kamis, 25-08-2011 (12:06)

 

 

Aksi Ambil Untung Bikin IHSG Cuma Naik 8 Poin

Laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit tertahan oleh aksi ambil untung di saham-saham lapis dua. Indeks masih terbantu sinyal positif dari bursa-bursa regional.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melaju 20,469 poin (0,53%) ke level 3.867,489. Membaiknya sektor perdagangan AS memberikan harapan ekonomi global tidak akan jatuh ke masa resesi. Sesaat setelah pembukaan, indeks langsung melesat ke posisi tertingginya hari ini di level 3.886,170. Namun, setelah posisi puncaknya itu indeks langsung meluncur akibat aksi ambil untung, hampir saja IHSG kembali jatuh di zona merah.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (25/8/2011), IHSG naik tipis 8,302 poin (0,21%) ke level 3.855,322. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,258 poin (0,18%) ke level 679,623. Penguatan pasar saham kali ini dipimpin oleh saham-saham properti. Namun demikian, profit taking di saham-saham berbasis industri dasar dan manufaktur hampir saja memaksa indeks ke jalur negatif. Investor asing masih enggan masuk ke pasar modal dalam negeri. Hingga siang ini dana asing masih keluar dari lantai bursa namun jumlahnya tidak sebesar perdagangan-perdagangan kemarin.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 50.149 kali pada volume 2,383 miliar lembar saham senilai Rp 2,416 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 80 saham stagnan.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 43,77 poin (1,72%) ke level 2.584,86.  
  • Indeks Hang Seng melaju 300,83 poin (1,55%) ke level 19.767,62.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 172,68 poin (2,00%) ke level 8.812,29.  
  • Indeks Straits Times melonjak 39,44 poin (1,45%) ke level 2.759,34.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp Rp 54.800, Astra Internasional (ASII) naik Rp 300 ke Rp 67.450, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 21.850, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 11.200.


Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 3.500 ke Rp 123.000, Surya Citra Media (SCMA) turun Rp 200 ke Rp 5.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 19.100, dan Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 16.300.

Kamis, 25-08-2011 (09:36)

 

 

IHSG Dibuka Naik 0,52%

IHSG pada perdagangan Kamis pagi  ini dibuka naik 0,53% ke level 3.867,49.Penguatan indeks pagi ini seiring sentimen positif dari penguatan bursa global. Hari ini memperkirakan indeks akan kembali mencoba menembus resistance terdekat di 3.908 hari ini. Bursa AS meneruskan penguatannya dalam 2 hari terakhir seiring rilis data durable goods order di bulan Juli yang naik 4% dan harga property di bulan Juni yang naik 0,9% MoM, lebih baik dari ekspektasi. Kembali munculnya optimisme ini juga membuat harga emas dunia terkoreksi signifikan sekitar 8% dari level tertingginya di awal pekan. Harga minyak dunia relatif flat di level US$85,3/barel sementara harga metal dunia masih bergerak mixed dengan Nikel +0,8% dan Timah -0,4%.
Bursa Asia pagi ini turut dibuka menguat seiring sentimen positif dari bursa AS semalam dan pelemahan nilai tukar Yen mengembalikan optimisme investor. Harga minyak dunia pagi ini relatif flat di level US$85,3/barel.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 10,70 poin (0,42%) ke level 2.551,79.  
  • Indeks Hang Seng menanjak 261,70 poin (1,34%) ke level 19.728,49.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 123,55 poin (1,43%) ke level 8.763,16.  
  • Indeks Straits Times menguat 27,07 poin (1,00%) ke level 2.746,97

Rabu, 24-08-2011 (16:09)

 

 

Aksi Ambil Untung Tapi IHSG Ditutup Melemah 0,8%

 

Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (24/8) ditutup melemah 33,44 poin atau 0,8% ke 3.847,02. Volume perdagangan mencapai 7,2 miliar saham senilai Rp4,6 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 164 saham turun, 69 saham naik dan 87 saham stagnan. Indeks JII turun 5,3 poin ke 532,39, indeks ISSI turun 1,01 ke 124,43 dan indeks LQ45 turun 7,9 poin ke 678,07.
Pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan 49,5 poin ke 2.929 disusul sektor perkebunan turun 26,7 poin ke 2.236,84. IHSG mengalami net foreign sell Rp484,02 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,5 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,07 triliun.Bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 2,065 ke 19.466, indeks Nikkei turun 1,07% ke 8.639, indeks Shanghai turun 0,5% ke 2.541 dan indeks ASX turun 0,1% ke 4.167. Sementara bursa Eropa cenderung flat seperti indeks FTSE naik 0,01% ke 5.129, indeks DAX naik Rp0,6% ke 5.568 dan indeks CAC naik 0,5% ke 3.101.
Untuk saham yang melemah seperti DSSA turun Rp700 ke Rp13.100, MYOR turun Rp450 ke Rp15.050, PTBA turun Rp400 ke Rp19.200, MBAI turun Rp350 ke Rp29.000, INDF turun Rp300 ke Rp6.450, INTP turun Rp250 ke Rp14.850, ROTI turun Rp200 ke Rp3.500, LPIN turun Rp175 ke Rp2.625, ADMF turun Rp150 ke Rp11.00, ICBP turun Rp150 ke Rp5.600, INCO turun Rp150 ke Rp3.575.
Saham yang masih menguat seperti saham CNTX naik Rp550 ke Rp6.500, DKFT naik Rp445 ke Rp2.275, NIPS naik Rp275 ke Rp3.875, TPIA naik Rp150 ke Rp3.300, SOBI naik Rp125 ke Rp2.375, AMFG naik Rp100 ke Rp8.900, HRUM naik Rp100 ke Rp8.050.

Rabu, 24-08-2011 (12:18)

 

 

IHSG Naik Tipis 

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi I di teritori positif meski sempat melemah karena sentimen negatif penurunan peringkat Jepang oleh Moody's. IHSG bergerak fluktuatif dalam transaksi yang cukup ramai. Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat mengikuti penguatan di bursa Wall Street yang cukup signifikan. Namun IHSG kemudian sempat berbalik ke teritori negatif terimbas sentimen negatif penurunan peringkat Jepang.
Pada perdagangan preopening, IHSG menguat tipis 9,705 poin (0,25%) ke level 3.890,169. Dan mengawali perdagangan Rabu (24/8/2011), IHSG tercatat menguat hingga 19,168 poin (0,49%) ke level 3.899,632.  Mengakhiri sesi I perdagangan Rabu (24/8/2011), IHSG menguat tipis 3,882 poin (0,10%) ke level 3.884,346. Indeks LQ 45 juga menguat 0,906 poin (0,13%) ke level 686,903. IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan titik tertinggi pada 3.906,492 dan terendah pada 3.867,827. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 81.704 kali pada volume 4,4 miliar lembar saham senilai Rp 2,3 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 89 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Citra Marga Nusaphala (CMNP) naik Rp 30 menjadi Rp 1.650, BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.550, Charoen Pokphan (CPIN) naik Rp 100 menjadi Rp 2.900, Astra International (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 67.450, Harum Energy (HRUM) naik Rp 100 menjadi Rp 8.050.

Saham-saham yang turun harganya antara lain Adaro (ADRO) turun Rp 50 menjadi Rp 2.200, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.600, PGN (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 3.150, Indofood (INDF) turun Rp 150 menjadi Rp 6.600.


Bursa-bursa regional juga bergerak sangat fluktuatif. Posisi bursa-bursa regional hingga siang ini adalah:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 4,30 poin (0,17%) ke level 2.558,32.
  • Indeks Hang Seng turun 161,01 poin (0,81%) ke level 19.714,52.
  • Indeks Nikkei-225 turun 10,93 poin (0,13%) ke level 8.722,08.
  • Indeks Straits Times turun 7,53 poin (0,27%) ke level 2.757,62. +

Rabu 24-08-2011 (09:37)

 

 

IHSG Rabu (24/8) Dibuka Naik 0,25%

IHSG pada perdagangan Rabu (24/8) ini dibuka naik 0,25% ke level 3.890,127. Penguatan indeks pagi ini seiring penguatan bursa global. Namun demikian, Samuel Sekuritas memperkirakan volume perdagangan akan mulai menipis seiring investor mengantisipasi libur panjang lebaran pekan depan. Resistance indeks berada di level 3.920. Sebanyak 76 saham menguat pagi ini, dan hanya 7 saham yang turun, sementara 69 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,35% ke level 688,41, sedang JII naik 0,30% ke level 539,32.
Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 97.47 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp114,37 miliar. Asing masih lebih banyak melakukan penjualan dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp87,35 juta. Bursa AS pada perdagangan semalam menguat signifikan sekitar 3% seiring semakin menguatnya spekulasi The Fed akan mengumumkan QE3 di akhir pekan ini setelah rilis data ekonomi AS yang lebih buruk dari ekspektasi. Data penjualan rumah baru di Juli turun 0,7% sementara data Richmond manufacturing index di bulan Agustus turun ke level terendah sejak Juni 2009.
Harga minyak dunia kembali menguat ke level US$85,4/barel semalam seiring turunnya persediaan minyak di AS. Harga metal dunia masih bergerak mixed dengan Timah +2,2% dan Nikel -0,9%. Marke. Bursa Asia pagi ini dibuka menguat meski tidak sebesar kenaikan yang terjadi di bursa AS semalam terimbas sentimen negatif dari penurunan rating utang Jepang oleh Moody’s menjadi Aa3. Harga minyak menguat tipis pagi ini ke level US$85,7/barel.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah GGRM naik 0,46%, ASII naik 0,37%, UNVR naik 1,19%, INTP naik 0,66%, BBCA naik 0,62%, dan HRUM naik 0,62%.

Selasa, 23-08-2011 (16:08)

 

 

IHSG Tetap Naik 1,06%

Bursa saham Indonesia ditutup menguat 40,85 poin atau 1,06% ke 3.880,46 pada perdagangan Selasa (23/8). Volume perdagangan mencapai 6,5 miliar saham senilai Rp4,6 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 168 saham naik, 66 saham turun dan 81 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp65,7 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp1,7 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,6 triliun. Indeks JII naik 4,7 poin ke 537,87, indeks ISSI naik 1,1 poin ke 125,47 dan indeks LQ45 naik 8,2 poin ke 686,06. Penguatan indeks Ditopang sektor pertambangan yang naik 30,9 poin ke 2.979 disusul sektor konsumsi naik 19,06 ke 1.303. Indeks pada sesi II semakin menunjukkan kekuatan untuk naik menjauhi zona negatif. Level terendah hari ini di 3.821,38 dan tertinggi di 3.881,20.
Penguatan juga dialami bursa saham Eropa seperti indeks FTSE naik 1,4% ke 5.170, indeks DAX naik 1,8% ke 5.576 dan indeks CAC naik 2,1% ke 3.117,47. Bursa saham Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 1,5% ke 19.793, indeks Nikkei naik 1,2% ke 8.733, indeks Shanghai naik 1,5% ke 2.554 dan indeks ASX naik 2,2% ke 4.173.
Saham yang menguat seperti DSSA naik Rp1.100 ke Rp13.800, MYOR naik Rp700 ke Rp15.450, UNTR naik Rp550 ke Rp23.950, HERO naik Rp500 ke Rp8.500, MBAI naik Rp400 ke Rp29.350, ROTI naik Rp375 ke Rp3.700, DKFT naik Rp360 ke Rp1.830, HRUM naik Rp300 ke Rp7.900, INDF naik Rp300 ke Rp6.750.
Saham yang melemah seperti saham ASII turun Rp250 ke Rp67.500, AKRA turun Rp225 ke Rp3.675, HMSP turun Rp200 ke Rp30.900, SMAR turun Rp200 ke Rp6.050, MDRN turun Rp150 ke Rp2.450, SMDR turun Rp100 ke Rp4.350.

Selasa, 23-08-2011 (12:17)

 

 

IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,43%

Pada sesi I perdagangan Selasa IHSG ditutup naik 0,43% ke level 3.856,41 setelah dibuka melemah 0,09%. Penguatan IHSG siang ini terimbas penguatan bursa regional dan Wall Street dengan didukung kuat saham sektor mining yang naik 1,18%. Namun, menurut Samuel Sekuritas, minimnya sentimen domestik baru dan antisipasi investor atas libur panjang Idul Fitri pekan depan diperkirakan akan membuat indeks bergerak sideways. Resistance indeks berada di level 3.872.
Sebanyak 120 saham naik siang ini, 66 saham turun, dan 94 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 0,56% ke level 681,65, sedang JII naik 0,42% ke level 533,41. Volume perdagangan siang ini mencapai 2,24 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,86 triliun. Namun, asing tercatat masih lebih banyak melakukan penjualan saham hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp193,21 miliar.
Bursa Asia siang ini relatif menguat seiring rebound yang terjadi di bursa AS dan Eropa semalam. Shanghai naik 0,56%, Hang Seng naik 0,56%, KLSE naik 0,08%, Nikkei naik 0,56%, STI naik 0,42%, dan Seoul naik 3,37%. Meski demikian penguatan bursa regional cukup rentan karena minimnya sentimen positif yang dapat secara signifikan mendorong optimisme pasar. Bursa AS berhasil rebound semalam meski hanya tipis sekitar 0,2% seiring sell-off yang terjadi di akhir sesi perdagangan yang dipicu oleh saham-saham sektor finansial. Di awal perdagangan, bursa AS sempat menguat sekitar 1,2% seiring ekspektasi The Fed akan kembali mengucurkan stimulus dalam bentuk QE3 di akhir pekan ini dan rilis data industrial production di bulan Juli yang lebih baik dari ekspektasi. Harga minyak dunia turut menguat semalam ke level US$84,4/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,7% dan Timah +0,2%.

Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah DSSA naik 8,66%, GGRM naik 1,48%, UNTR naik 2,77%, HERO naik 6,25%, ITMG naik 1,16%, dan DKFT naik 24,48%.

Selasa 23-08-2011 (09:45)

 

 

IHSG Selasa Pagi ini Dibuka Melemah

Pada perdagangan Selasa (23/8) IHSG dibuka melemah 0,09% ke level 3.835,98.Pelemahan IHSG pagi ini disebabkan aksi ambil untung yang tersisa dari perdagangan kemarin. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, minimnya sentimen domestik baru dan antisipasi investor atas libur panjang Idul Fitri pekan depan diperkirakan akan membuat indeks bergerak sideways. Resistance indeks berada di level 3.872.
Bursa AS berhasil rebound semalam meski hanya tipis sekitar 0,2% seiring sell-off yang terjadi di akhir sesi perdagangan yang dipicu oleh saham-saham sektor finansial. Di awal perdagangan, bursa AS sempat menguat sekitar 1,2% seiring ekspektasi The Fed akan kembali mengucurkan stimulus dalam bentuk QE3 di akhir pekan ini dan rilis data industrial production di bulan Juli yang lebih baik dari ekspektasi. Harga minyak dunia turut menguat semalam ke level US$84,4/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,7% dan Timah +0,2%.


Bursa Asia pagi ini dibuka menguat tipis seiring rebound yang terjadi di bursa AS dan Eropa semalam. Meski demikian penguatan bursa regional cukup rentan karena minimnya sentimen positif yang dapat secara signifikan mendorong optimisme pasar.
 Sebanyak 19 saham mengalami penurunan, 48 saham naik, dan 64 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 0,13% ke level 676,92, sedang JII melemah 0,10% ke level 532,57. Volume perdagangan pagi ini mencapai 85,82 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp107,19 miliar. Asing terlihat lebih banyak melakukan penjualan saham pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp23,33 miliar.
Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 5,82 poin (0,23%) ke level 2.521,69.
  • Indeks Hang Seng menguat 19,32 poin (0,10%) ke level 19.506,19.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 8,65 poin (0,10%) ke level 8.636,78.
  • Indeks Straits Times melemah 9,48 poin (0,35%) ke level 2.722,33.
  • Indeks KOSPI naik 28,32 poin (1,66%) ke level 1.739,02.

Jumat, 19-08-2011 (11:42)

 

 

IHSG Ambruk 110 Poin 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 110 poin akibat adanya ancaman resesi di perekonomian global. Investor berlomba-lomba mengamankan portofolionya sebelum jatuh lebih dalam. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 88,373 poin (2,20%) ke level 3.932,621 akibat jatuhnya bursa-bursa di Asia didorong proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat. Indeks langsung meluncur tajam saat dibukanya perdagangan dan parkir di level terbawahnya di 3.903,759. Investor mengamankan portofolionya akibat adanya ancaman resesi ekonomi global.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (19/8/2011), IHSG anjlok 110,922 poin (2,76%) ke level 3.910,072. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 22,402 poin (3,14%) ke level 692,936. Seluruh saham-saham di lantai bursa terkena tekanan jual masif, hasilnya seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi. Koreksi paling dalam diderita indeks sektor aneka industri yang lebih dari empat persen. Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.164 kali pada volume 2,383 miliar lembar saham senilai Rp 2,89 triliun. Sebanyak 21 saham naik, sisanya 244 saham turun, dan 38 saham stagnan.


Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 33,92 poin (1,33%) ke level 2.525,55.
  • Indeks Hang Seng jatuh 475,67 poin (2,38%) ke level 19.540,60.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 166,57 poin (1,86%) ke level 8.777,19.
  • Indeks Straits Times ambruk 74,14 poin (2,62%) ke level 2.750,82.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Duta Anggada (DFKT) naik Rp 290 ke Rp 1.470, Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 100 ke Rp 1.100, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 50 ke Rp 2.250, dan Garda Tujuh (GTBO) turun Rp naik Rp 44 ke Rp 190.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.600 ke Rp 69.150, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.000 ke Rp 43.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.750 ke Rp 54.250, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 24.300.

Kamis 18-08-2011 (09: 38)

 

 

 

IHSG Kamis pagi Dibuka Naik 0,91% Dekati 4.000

IHSG pada perdagangan Kamis pagi naik 0,91% ke level 3.989,37. Penguatan indeks pagi ini terjadi di tengah pelemahan bursa AS dan Asia. Sektor yang menjadi penguat indeks pagi ini adalah industri dasar yang naik 1,09%, konsumer naik 1,38%, infrastruktur naik 1,61%, dan manufaktur naik 1,16%. Sepertinya niat pemerintah untuk mendukung pembangunan infrastuktur dan jelang lebaran mendorong penguatan sektor tersebut. Samuel Sekuritas menjelaskkan  dalam ulasan pasarnya hari ini melihat secara teknikal indeks akan kembali memasuki fase konsolidasi setelah kemarin gagal menembus level psikologis di 4.000 dan membentuk doji candle. Support indeks berada di level 3.903.
Bursa AS dan Eropa dalam dua hari perdagangan terakhir bergerak melemah tipis memfaktorkan langkah pemerintah Jerman dan Perancis yang berencana akan menerapkan pajak transaksi keuangan dan menolak menerbitkan Eurobond. Sementara dari AS, sentimen negatif datang dari pernyataan dua pejabat bank sentral AS yang menolak adanya QE3. Harga komoditas dunia juga bergerak sideways semalam dengan minyak di level US$87,6/barel yang juga diikuti oleh harga metal dunia. Emas yang dipandang sebagai safe haven asset kembali menguat ke level US$1.791/oz kemarin.Bursa Asia pagi ini dibuka melemah seiring nilai tukar Yen yang kembali menguat dan diturunkannya estimasi pertumbuhan ekonomi China di 2012 oleh Morgan Stanley dan Deutsche Bank seiring perlambatan ekonomi AS dan Eropa. Harga minyak relatif terkoreksi tipis pagi ini ke level US$87,1/barel.


Sebanyak 70 saham tercatat naik pagi ini, sedang 22 saham turun, dan 64 saham masih stagnan. Indeks LQ45 pagi naik 1,21% ke level 708,94, sedang JII naik 1,39% ke level 553,93.

Asing pun tercatat lebih banyak melakukan pembelian pagi ini dengan net foreign buy sebesar Rp5,72 miliar. Volume perdagangan pagi ini mencapai 200,29 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp246,33 miliar.


Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 1,28%, GGRM naik 1,66%, UNTR naik 1,62%, INTP naik 2%, dan TLKM naik 3,47%.

Selasa 16-08-2011 (16:15)

 

 

 

IHSG Berakhir di Zona Merah

IHSG pada perdagangan Selasa (16/8) ditutup turun 0,17% ke level 3.953,28 terimbas efek negatif saham regional setelah ditutup naik 0,57% di sesi I. Penurunan saham regional, termasuk Indonesia ini dipicu munculnya kembali kekhawatiran investor terhadap penyelesaian utang di wilayah Zona Euro. Bahkan dikabarkan ada kemungkinan dilakukan downgrade terhadap rating kredit di wilayah zona euro ini. Volume perdagangan sore ini tercatat sebanyak 6,78 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp5,14 triliun. Namun, asing terpantau masih lebih banyak melakukan pembelian meskipun dalam nilai yang kecil dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp9,03 miliar.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 18,60 poin (0,71%) ke level 2.608,17.  
  • Indeks Hang Seng turun 48,02 poin (0,24%) ke level 20.212,08.
  • Indeks Nikkei 225 naik 21,02 poin (0,23%) ke level 9.107,43.
  • Indeks Straits Times anjlok 36,80 poin (1,28%) ke level 2.837,60.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Fastfood (FAST) naik 500 ke Rp 9.700, Citra Tubindo (CTBN) naik Rp 500 ke Rp 3.500, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 470 ke Rp 2.400, dan Sorini Agro (SOBI) naik 350 ke Rp 2.450.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 45.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 54.200, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 11.200, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 15.000.

.

Selasa, 16-08-2011 (12:08)

 

 

 

IHSG Sesi 1 Naik Dekati 4.000

Perdagangan sesi I Selasa (16/8) ditutup naik 0,57% ke level 3.982,61 mengikuti penguatan saham regional dan sambutan positif terhadap pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali menguat dan mencoba kembali menembus level psikologis 4.000.
Bursa AS kembali ditutup menguat di awal pekan ini seiring sentimen positif dari berita akuisisi Motorola Mobile Inc. oleh Google Inc. dengan harga pembelian yang relatif premium. Berita akuisisi ini juga berhasil memperkuat optimisme investor untuk kembali masuk ke pasar yang berada dalam level valuasi cukup murah. Harga minyak dunia kembali menguat ke level US$87.9/barel semalam meski tidak diikuti oleh harga metal dunia yang terkoreksi seperti Nikel -0,5% dan Timah -1%.
Bursa Asia siang ini mayoritas menguat memfaktorkan rally yang terjadi di bursa AS dan penguatan harga minyak dunia. Bursa Korea yang kemarin tutup hari ini mengejar ketertinggalannya dengan menguat sekitar 3%. Sementara harga CPO di bursa Malaysia meneruskan penguatannya dalam 4 hari terakhir sekitar 5,3% dari level terendahnya seiring ekspektasi demand CPO akan kembali naik di semester 2-2011. Hang Seng naik 0,41%, KLSE naik 0,38%, STI naik 0,29%, Seoul naik 4,1%, tapi Shanghai turun 0,3%.Sebanyak 128 saham tercatat naik siang ini, sementara 88 saham yang turun, dan 99 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup naik 0,64% ke level 706,98, sedang JII naik 0,46% ke level 550,94.

Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 4,17 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,64 triliun. Asing juga terpantau masih lebih banyak melakukan pembelian hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp88,64 miliar.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 7,98 poin (0,30%) ke level 2.618,79.  
  • Indeks Hang Seng menguat 83,29 poin (0,41%) ke level 20.343,39.
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 13,59 poin (0,15%) ke level 9.072,82.  
  • Indeks Straits Times naik 8,20 poin (0,29%) ke level 2.882,60.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 650 ke Rp 70.650, Century Textille (CNTX) naik Rp 600 ke Rp 6.000, Surya Citra (SCMA) naik Rp 400 ke Rp 6.350, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 370 ke Rp 2.300.


Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 450 ke Rp 30.500, Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 11.300, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 150 ke Rp 4.550, dan Pembangunan Jaya Ancol (NIPS) turun Rp 100 ke Rp 1.010.

.

Selasa 16-09-2011 (09:38)

 

 

 

IHSG Dibuka Naik 0,51% ke 3.980,42

IHSG pada perdagangan Selasa (16/8) dibuka naik 0,51% ke level 3.980,42 mengikuti penguatan saham regional. IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali menguat dan mencoba kembali menembus level psikologis 4.000. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya hari ini, beberapa saham berbasis komoditas terutama CPO dan batubara diperkirakan akan menjadi pendorong penguatan indeks hari ini. Resistance indeks berada di level 4.006.
Bursa AS kembali ditutup menguat di awal pekan ini seiring sentimen positif dari berita akuisisi Motorola Mobile Inc. oleh Google Inc. dengan harga pembelian yang relatif premium. Berita akuisisi ini juga berhasil memperkuat optimisme investor untuk kembali masuk ke pasar yang berada dalam level valuasi cukup murah. Harga minyak dunia kembali menguat ke level US$87.9/barel semalam meski tidak diikuti oleh harga metal dunia yang terkoreksi seperti Nikel -0,5% dan Timah -1%.
Bursa Asia pagi ini kembali dibuka relatif menguat memfaktorkan rally yang terjadi di bursa AS dan penguatan harga minyak dunia. Bursa Korea yang kemarin tutup hari ini mengejar ketertinggalannya dengan menguat sekitar 3%. Sementara harga CPO di bursa Malaysia meneruskan penguatannya dalam 4 hari terakhir sekitar 5,3% dari level terendahnya seiring ekspektasi demand CPO akan kembali naik di semester 2-2011.
Sebanyak 100 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 7 saham yang turun, dan 58 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,72% ke level 707,49, sedang JII naik 0,76% ke level 552,58. Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 293,46 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp247,52 miliar. Asing juga terpantau lebih banyak melakukan pembelian pagi ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp50,51 miliar.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 7,05 poin (0,27%) ke level 2.633,82.
  • Indeks Hang Seng menguat 166,30 poin (0,82%) ke level 20.426,40.  
  • Indeks Nikkei 225 bertambah ke 29,92 poin (0,33%) level 9.116,33.  
  • Indeks Straits Times tumbuh 12,20 poin (0,42%) ke level 2.886,60.

.

Senin, 15-08-2011 (16:14)

 

 

 

IHSG Kembali Dekati Level 4.000 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan ini dengan cerah ceria. IHSG semakin memantapkan posisinya mendekati lagi level 4.000. Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat tipis, bersamaan dengan penguatan di bursa-bursa regional lainnya. Investor kembali memburu saham-saham yang sudah terdiskon besar dengan memanfaatkan momentum tersebut.
Pada perdagangan preopening, IHSG tercatat menguat 17,565 poin (0,45%) ke level 3.908,091. Indeks LQ 45 juga menguat 4,360 poin (0,63%) ke level 693,963. IHSG selanjutnya dibuka menguat 27,782 poin (0,71%) ke level 3918,308. Indeks LQ 45 juga menguat 5,974 poin (0,87%) ke level 695,577.Menutup perdagangan Senin (15/8/2011), IHSG tercatat menguat hingga 69,496 poin (1,79%) ke level 3.960,022. Indeks LQ 45 menguat 12,828 poin (1,86%) ke level 702,431.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 149.847 kali pada volume 5,6 miliar lembar saham senilai Rp 4,7 triliun. Sebanyak 208 saham naik, 38 saham turun, dan 59 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 2.850 menjadi Rp 70.000, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 7.300, BNI (BBNI) naik Rp 125 menjadi Rp 4.325, BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.600, Latinusa (NIKL) melonjak Rp 45 menjadi Rp 380.
Saham-saham yang turun harganya antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 menjadi Rp 54.550, Clipan Finance Indonesia (CFIN) turun Rp 20 menjadi Rp 690, Multi Prima Sejahtera (LPIN) turun Rp 100 menjadi Rp 3.075.

Bursa-bursa regional juga ditutup menguat cukup signifikan, mengikuti penguatan di Wall Street akhir pekan lalu.

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 33,60 poin (1,30%) ke level 2.626,77.
  • Indeks Hang Seng menguat 640,09 poin (3,26%) ke level 20.260,10.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 122,69 poin (1,37%) ke level 9.086,41.
  • Indeks Straits Times menguat 21,93 poin (0,77%) ke level 2.872,52.

Senin 15-08-2011 (12:13)

 

 

IHSG Sesi 1 Ditutup Naik 0,64%

IHSG pada perdagangan sesi 1 Senin (15/8) ditutup naik 0,64% ke level 3.915,6 mengikuti penguatan saham regional. Diperkirakan IHSG akan melanjutkan rally dan akan menguji resistance 3.923. Investor lokal juga terpantau tengah mendominasi pembelian hingga perdagangan siang ini. Sebanyak 171 saham tercatat naik siang ini, sementara hanya 51 saham yang turun, dan 74 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup naik 0,60% ke level 693,8, sedang JII naik 0,78% ke level 540,62.
Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 2,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,58 triliun. Interest sentive stocks berpotensi menguat dikarenakan menjadi telah menjadi lagging pada 2 perdagangan terakhir.Bursa AS ditutup menguat sekitar 1% Jumat kemarin dikarenakan data retail sales AS yang memuaskan (naik dalam lima bulan berturut-turut) dan juga terimbas dari kebijakan sejumlah otoritas bursa di beberapa negara Eropa untuk melarang short selling. Namun investor masih tetap menkhawatirkan outlook ekonomi AS yang tercermin dari rendahnya volume perdagangan. Dari pasar komoditas dunia harga minyak melemah ke level US$85,4/barel (-0,4%) pada perdagangan hari Jumat begitu juga harga Nikel -0,09%. Namun nikel berhasil menguat cukup signifikan 4,7%.
Bursa Asia siang ini menguat, memfaktorkan sentimen positif dari data retail sales AS dan juga data GDP Jepang pada 2Q11 yang lebih baik dari estimasi pasar. Ekonomi Jepang dilaporkan kontraksi 1,3% (annualized) namun kontraksi ini lebih baik dari estimasi pasar yakni kontraksi 2,5%. Sementara itu, harga batu bara New Castle flat pada kisaran US$120/ton. Sanghai naik 0,18%, Hang Seng naik 2,29%, KLSE naik 0,62%, Nikkei naik 1,25%, STI naik 0,65%. Saham-saham yang naik tajam siang ini adalah ITMG naik 2,02%, ASII naik 0,96%, AALI naik 2,57%, LPCK naik 23,22%, SMDR naik 5,55%, dan HEXA naik 1,96%.

Senin 15-08-2011 (09:38)

 

 

 

IHSG Senin Dibuka Naik 0,45% ke 3.908,09

IHSG pada perdagangan Senin (15/8) naik 0,45% ke level 3.908,09 mengikuti penguatan saham regional. Diperkirakan IHSG akan melanjutkan rally dan akan menguji resistance 3.923. Sebanyak 112 saham tercatat naik pagi ini, sementara hanya 7 saham yang turun, dan 42 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,63% ke level 693,96, sedang JII naik 0,69% ke level 540,1. Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 162,33 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp148,37 miliar, penjualan pagi ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp19,95 miliar.
Bursa Asia pagi ini dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari data retail sales AS dan juga data GDP Jepang pada 2Q11 yang lebih baik dari estimasi pasar. Ekonomi Jepang dilaporkan kontraksi 1,3% (annualized) namun kontraksi ini lebih baik dari estimasi pasar yakni kontraksi 2,5%. Sementara itu, harga batu bara New Castle flat pada kisaran US$120/ton.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ITMG naik 1,12%, ASII naik 0,52%, UNTR naik 1,24%, UNVR naik 1,21%, INTP naik 1,37%, dan AALI naik 0,70%.

Jumat 12-08-2011 (16:16)

 

 

 

Dana Asing Keluar, Laju IHSG Terhambat

Pada perdagangan Jumat ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,161 poin (0,54%) ke level 3.890,526, dengan intraday tertinggi di 3.926,55 dan terendah di 3.864,42. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 3,309 poin (0,48%) ke level 689,603. Indeks hampir sepanjang perdagangan berada di teritori positif. Dibuka menguat 0,66% ke level 3.895, indeks terus naik hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.903. Namun, apresiasi teredam, bahkan sempat terjatuh  tipis ke level 3.864.
IHSG berhasil ditutup menguat, seiring apresiasi bursa global. Kepanikan investor mereda, menyusul pernyataan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang berkomitmen memotong defisit anggaran. Apalagi kondisi fundamental domestik juga cukup kokoh, dengan BI rate dan kurs yang positif, Semuanya sudah mulai rasional, sehingga IHSG berhasil ditutup menguat hari iniBursa AS berhasil menguat sekitar 4% semalam, setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun menjadi 395k, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 6,633 miliar lembar saham senilai Rp 5,374 triliun dan frekuensi 141.010 kali. Sebanyak 174 saham naik, sisanya 70 saham turun, dan 84 saham stagnan. Kendati menguat, aliran dana asing masih terpantau keluar dari bursa saham. Nilai transaksi jual asing (net foreign sell) mencapai sebesar Rp336 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp2,072 triliun dan transaksi beli sebesar Rp1,735 triliun.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 54.950, Delta Jakarata (DLTA) naik Rp 1.500 ke Rp 126.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 44.500, dan Modern (MDRN) naik Rp 275 ke Rp 2.900.
Sementara emiten-emiten lain yang melemah antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 5.800, Multibreeder (MBAI) turun Rp 500 ke Rp 30.500, Mandom (TCID) turun Rp 300 ke Rp 8.700, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 24.100.

Jumat, 12-08-2011 (11:55)

 

 

 

Bursa Asing Masuk, IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,88%

Pada perdagangan sesi 1 Jumat siang yang panas , IHSG ditutup menguat 0,88% ke level 3.903,63.Penguatan IHSG siang ini seiring sentimen positif dari bursa global. Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat. Investor juga mulai melihat fundamental emiten, d imana sekitar 76% emiten di S&P 500 membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Kembalinya optimisme investor juga berimbas pada harga komoditas dunia dengan harga minyak menguat ke level US$85,7/barel dan harga metal rally seperti Nikel +3% dan Timah +3,8%. Bursa Asia hingga siang ini mayoritas menguat memfaktorkan sentimen positif dari bursa AS dan ekspektasi trend kenaikan suku bunga di China akan segera berakhir. Harga minyak dunia pagi tadi melemah tipis ke level US$85,2/barel. Shanghai naik 3,95%, Hang Seng naik 1,11%, KLSE naik 0,54%, STI naik 1,33%, tapi Nikkei turun 0,29%, dan Seoul turun 0,12%.
Sebanyak 211 saham mengalami penguatan, 36 saham turun, dan 52 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup naik 0,82% ke level 691,94, sedang JII naik 0,71% ke level 539,54. Asing terpantau mulai masuk ke pasar siang ini dengan mencatatkan net foreign buy sebesar Rp123,74 miliar. Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 2,82 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,44 triliun.
Saham-saham yang menguat tajam siang ini adalah GGRM yang naik 3,77%, ITMG naik 1,59%, ASII naik 1,03%, CNTX naik 11,11%, HEXA naik 4,05%, dan BDMN naik 4,90%.

Jumat 12-08-2011 (09:37)

 

 

IHSG Dibuka Naik 0,66% ke3.895,13

 

Pada perdagangan Jumat pagi ini, IHSG dibuka menguat 0,66% ke level 3.895,13. Penguatan IHSG pagi ini seiring sentimen positif dari bursa global. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Jumat (12/8), beberapa saham yang kemarin masih melemah seperti sektor banking, semen dan batubara diperkirakan akan bergerak menguat hari ini. Saham-saham berbasis metal mining juga diperkirakan akan menguat seiring sentimen positif dari lonjakan harga metal dunia semalam. Resistance indeks berada di level 3.921. Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 493,05 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp454,86 miliar.
Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun, lebih baik dari ekspektasi. Data ini mengembalikan optimisme pasar bahwa ekonomi AS masih bisa tumbuh moderat. Investor juga mulai melihat fundamental emiten dimana sekitar 76% emiten di S&P 500 membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Kembalinya optimisme investor juga berimbas pada harga komoditas dunia dengan harga minyak menguat ke level US$85,7/barel dan harga metal rally seperti Nikel +3% dan Timah +3,8%.Bursa Asia pagi ini dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari bursa AS dan ekspektasi trend kenaikan suku bunga di China akan segera berakhir. Harga minyak dunia pagi ini melemah tipis ke level US$85,2/barel. Sebanyak 141 saham mengalami penguatan, 6 saham turun, dan 38 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,93% ke level 692,69, sedang JII naik 0,74% ke level 539,73. Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah ITMG yang naik 1,7%, ASII naik 0,89%, GGRM naik 0,94%, PTBA naik 1,06%, INTP naik 1,38%, dan BDMN naik 2,94%.

Kamis, 11-08-2011 (16:14)

 

 

Hampir Seharian Melemah, IHSG Ditutup Naik 5 Poin 

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan dengan naik tipis 5 poin setelah seharian bergerak di zona merah. Penguatan saham konsumer berhasil mengalahkan pelemahan saham finansial. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 42,634 poin (1,10%) ke level 3.820,942 terseret arus negatif bursa global dan regional. Rumor pemangkasan peringkat bank-bank Perancis membuat kekhawatiran investor meninggi. Pergerakan indeks cukup fluktuatif hari ini, di awal perdagangan sempat jatuh hingga posisi terdalamnya di 3.803,252. Tak lama kemudian indeks langsung berusaha balik ke zona hijau namun gagal.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 31,747 poin (0,83%) ke level 3.831,829. Sentimen krisis utang Eropa membuat kembali membuat investor khawatir.  Pada pertengahan perdagangan sesi II, IHSG sempat mencoba menanjak ke zona hijau namun gagal. Namun, menjelang penutupan aksi beli saham semakin marak. Mengakhiri perdagangan, Kamis sore ini, IHSG naik tipis 5,789 poin (0,14%) ke level 3.869,365. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,047 poin (0,15%) ke level 682,294.
Dana asing masih mengalir deras keluar dari lantai bursa, hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan (foreign nett sell) senilai Rp 686,634 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 144.309 kali pada volume 7,355 miliar lembar saham senilai Rp 6,392 triliun. Sebanyak 133 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 32,33 poin (1,27%) ke level 2.581,51.  
  • Indeks Hang Seng melemah 188,53 poin (0,95%) ke level 19.595,14.
  • Indeks Nikkei 225 turun 56,80 poin (0,63%) ke level 8.981,94.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 37,93 poin (1,34%) ke level 2.783,16.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 52.950, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.400, Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 430 ke Rp 2.300, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 425 ke Rp 3.175.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 1.550 ke Rp 6.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 43.950, Sorini Agro (SOBI) turun Rp 675 ke Rp 2.025, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 ke Rp 67.400,

Kamis 11-08-2011 (12:28)

 

 

IHSG Sesi 1 Ditutup Melesat 2,12%

Pada perdagangan sesi 1 Kamis siang ini, IHSG ditutup melemah 0,82% ke level 3.831,83. Sektor infrastruktur dan perdagangan berhasil rebound masing-masing naik sebesar 1,05% dan 0,38%, sekaligus mengurangi tekanan IHSG siang ini. Pelemahan indeks siang ini masih terimbas sentimen negatif koreksi bursa global. Bursa AS dan Eropa kembali terkoreksi signifikan memfaktorkan naiknya yield spread obligasi Perancis seiring ekspektasi krisis utang Eropa berpotensi menular ke perekonomian Perancis yang memiliki rating utang AAA. Koreksi signifikan terjadi pada saham-saham sektor finansial yang dipicu oleh naiknya rate CDS untuk obligasi Yunani, Italia, Spanyol dan Perancis. Harga minyak dunia bergerak sideways semalam dan ditutup di level US$82,1/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,1% dan Timah -0,1%. Volume perdagangan siang sebanyak 2,63 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,73 triliun.
Bursa Asia pagi dibuka di teritori negatif meski tidak setajam koreksi di bursa AS dan Eropa semalam karena tertolong rilis data factory orders Jepang di bulan Juni yang naik 7,7% MoM. Harga minyak pagi tadi relatif flat di level US$82/barel. Siang ini, Shanghai sudah berhasil naik 0,43%, Seoul juga naik 0,93%, tapi Hang Seng masih turun 1,45%, KLSE turun 0,49%, Nikkei turun 0,69%, STI turun 1,52%. Sebanyak 175 saham tercatat turun siang ini, sedang 60 saham yang naik, dan 62 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup turun 0,82% ke level 679,62, sedang JII turun 0,35% ke level 530,29. Asing terpantau masih menepi dari pasar hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp307,14 miliar..

Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah CNTX turun 19,74%, ASII turun 1,10%, MYOR turun 3,31%, HMSP turun 1,56%, INTP turun 2,02%, dan GGRM turun 0,58%.

Kamis 11-08-2011 (09:42)

 

 

IHSG Dibuka Melemah 1,12%

Perdagangan Kamis hari ini IHSG dibuka melemah lagi 1,12% ke level 3.820,26 setelah kemarin baru saja rebound. Pelemahan indeks pagi ini terimbas sentimen negatif koreksi bursa global. Bursa AS dan Eropa kembali terkoreksi signifikan memfaktorkan naiknya yield spread obligasi Perancis seiring ekspektasi krisis utang Eropa berpotensi menular ke perekonomian Perancis yang memiliki rating utang AAA. Koreksi signifikan terjadi pada saham-saham sektor finansial yang dipicu oleh naiknya rate CDS untuk obligasi Yunani, Italia, Spanyol dan Perancis. Harga minyak dunia bergerak sideways semalam dan ditutup di level US$82,1/barel sementara harga metal dunia terkoreksi dengan Nikel -1,1% dan Timah -0,1%.
Bursa Asia pagi ini dibuka di teritori negatif meski tidak setajam koreksi di bursa AS dan Eropa semalam karena tertolong rilis data factory orders Jepang di bulan Juni yang naik 7,7% MoM. Harga minyak pagi ini relatif flat di level US$82/barel. Sebanyak 147 saham tercatat turun pagi ini, sedang 35 saham yang naik, dan 43 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 1,56% ke level 674,5, sedang JII turun 1,6% ke level 523,65. Asing terpantau menepi dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp67,41 miliar. Volume perdagangan pagi sebanyak 589,03 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp650,31 miliar.
Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah UNVR turun3,16%, GGRM turun 0,88%, UNTR turun 1,63%, ASII turun 0,44%, SMGR turun 2,82%, dan PTBA turun 1,06%..

Rabu 10-08-2011 (16:15)

 

 

IHSG Ditutup masih Naik 3,4%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Rabu (10/8) ditutup naik 128,46 poin atau 3,4% ke 3.863,58. Volume perdagangan mencapai 8 miliar saham senilai Rp7,5 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 266 saham naik, 24 saham turun dan 47 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp208,4 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,4 triliun dan pembelian asing sebesar Rp2,2 triliun.
Indeks JII naik 21,9 poin ke 532,20, indeks ISSI naik 4,7 poin ke 124,01 dan indeks LQ45 naik 24,7 poin ke 685,25. Penguatan ditopang sektor pertambangan yang naik 141,9 poin ke 3.026 disusul sektor industri dasar naik 66,3 poin ke 1.234,42. Meski menguat tetapi pergerakan indeks sangat terbatas dan cenderung flat. Untuk level terendah di 3.736 dan level tertinggi di 3.883.55. Penguatan juga dialami bursa Asia seperti indeks Hang Seng naik 2,3% ke 19.783, indeks Nikkei naik 1,05% ke 9.038, indeks Shanghai naik Rp0,9% ke 2.549 dan indeks ASX naik 2,6% ke 4.141. Demikian juga bursa Eropa, indeks FTSE naik 1,3% ke 5.232, indeks DAX naik 2,2% dan indeks CAC naik 1,3% ke 3.220.
Untuk saham yang menguat seperti saham ASII naik Rp3.700 ke Rp67.800, DLTA naik Rp3000 ke Rp125.000, MBAI naik Rp2.100 ke Rp31.000, ITMG naik Rp2.050 ke Rp44.850, UNTR naik Rp1.200 ke Rp24.400, IMAS naik Rp1.050 ke Rp11.350, GGRM naik Rp950 ke Rp50.950. Berikutnya saham PTBA naik Rp850 ke Rp18.700, UNVR naik Rp800 ke Rp15.800, ADMF naik Rp650 ke Rp11.700, MYOR naik Rp650 ke Rp11.700, MYOR naik Rp650 ke Rp15.100, GYDR naik Rp600 ke Rp9.900, HMSP naik Rp550 ke Rp31.500, HRUM naik Rp400 ke Rp8.850, INTP naik Rp400 ke Rp14.800.
Sedangkan saham yang melemah seperti saham HERO turun Rp500 ke Rp7.500, ASRM turun Rp140 ke Rp1.350, SCMA turun Rp100 ke Rp6.200, TLKM turun Rp100 ke Rp7.100, EXCL turun Rp50 ke Rp5.300.

Rabu, 10-08-2011 (12:09)

 

 

IHSG Sesi 1 Ditutup Melesat 2,12%

Pada perdagangan sesi 1 Rabu (10/8) ini, IHSG ditutup naik 2,12% ke level 3.814,47. Kenaikan IHSG siang ini masih mengikuti kembalinya optimisme investor di pasar global. Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.
Bursa Asia juga masih rebound hingga siang ini seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong reboundnya saham-saham komoditas di bursa Asia. Dow semalam ditutup naik 3,98%, Shanghai naik 1,87%, Hang Seng naik 3,27%, KLSE naik 0,96%, Nikkei naik 1,23%, Seoul naik 1,01%, sedang STI turun 0,76%. Sebanyak 252 saham tercatat naik siang ini, sedang 24 saham turun, dan 40 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi 1 ditutup naik 3,49% ke level 683,6, sedang JII naik 3,93% ke level 530,31.Namun, asing terpantau masih lebih banyak melakukan aksi jual hingga siang ini, namun cenderung berkurang dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp32,66 miliar. Volume perdagangan siang sebanyak 3,72 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,73 triliun.


Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 47,31 poin (1,87%) ke level 2.573,38.  
  • Indeks Hang Seng meroket 632,90 poin (3,27%) ke level 19.963,60.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 103,53 poin (1,16%) ke level 9.048,01.  
  • Indeks Straits Times melemah 24,49 poin (0,85%) ke level 2.859,51.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 3.850 ke Rp 67.950, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 124.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.050 ke Rp 44.850, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 1.150 ke Rp 24.350.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 7.900, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 120 ke Rp 1.380, Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 110 ke Rp 1.380, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 6.200.

Rabu, 10-08-2011 (09:38)

 

 

Rebound, IHSG Rabu (10/8) Dibuka Naik 2,12%

Pada perdagangan Rabu (10/8) ini, IHSG dibuka rebound dengan naik 2,12% ke level 3.814,47. Kenaikan IHSG pagi ini diperkirakan seiring kembalinya optimisme investor di pasar global. Menurut Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya, Rabu (10/8), secara teknikal, indeks akan kembali dalam trend bullish jangka panjangnya jika berhasil bertahan di atas level resistance 3.794. Resistance indeks hari ini berada di level 3.850.
Fed mempertahankan suku bunga hingga 2013 Bursa AS berhasil rebound sekitar 4% semalam setelah The Fed berkomitmen akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan Fed Fund Rate di level 0,25% hingga pertengahan 2013 untuk terus menstimulus perekonomian AS. Investor juga mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang kemarin telah terkoreksi signifikan.
Bursa Asia pagi ini turut dibuka rebound seiring penguatan bursa AS dan kembalinya optimisme investor terhadap pasar yang memang telah Oversold. Penguatan harga komoditas dunia juga mendorong rebound-nya saham-saham komoditas di bursa Asia. Sebanyak 202 saham tercatat naik pagi ini, sedang 3 saham turun, dan 16 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 2,98% ke level 680,21, sedang JII naik 2,78% ke level 524,44.Namun, asing terpantau masih lebih banyak melakukan aksi jual pagi ini, namun cenderung berkurang dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp49,06 miliar. Volume perdagangan pagi sebanyak 788,52 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp886,13 miliar.
Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah ASII naik 3,74%, GGRM naik 3,50%, ITMG naik 2,80%, PTBA naik 4,48%, UNTR naik 2,8%, dan INTP naik 4,16%.

Selasa, 09-08-2011 (16:12)

 

 

IHSG Ditutup Terperosok Jatuh Hingga Turun 2,9%

Bursa saham Indonesia ditutup melemah 115,15 poin atau 2,99% menjadi 3.735,12. Volume perdagangan sebesar 10,1 miliar saham senilai Rp9,3 triliun.  Perdagangan diwarnai dengan 254 saham turun 39 saham naik dan 40 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp952,4 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,5 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,5 triliun.
Indeks JII turun 19,7 poin ke 510,25, indeks ISSI turun 4,3 poin ke 119,31 dan indeks LQ45 turun 21,44 poin ke 660,51. Pelemahan terdalam masih dialami sektor pertambangan turun 144,96 poin ke 2.884,15 disusul sektor perkebunan turun 61,42 poin ke 2.191.19. Indeks sempat menyentuh zona positif dan sebagai level tertinggi di 3.873,54 walaupun hanya sebentar. Sedangkan level terendah terjadi di awal perdagangan di 3.590,94 Bursa Asia mayoritas melemah seperti indeks Hang Seng turun 5,6% ke 19.330, indeks Nikkei turun 1,6% ke 8.944, indeks Shanghai turun Rp0,03% ke 2.525 dan indeks ASX naik 1,2% ke 4.034.
Saham yang melemah seperti saham ITMG turun Rp1.750 ke Rp42.500, PTBA turun Rp1.500 ke Rp17.850, AALI turun Rp1.100 ke Rp21.200, DSSA turun Rp1.000 ke Rp12.700, UNVR turun Rp1.000 ke Rp15.000, ASII turun Rp950 ke Rp64.100, MYOR turun Rp750 ke Rp14.500, GYDR turun Rp700 ke 9.300, ADMF turun Rp650 ke Rp11.050, HMSP turun Rp650 ke Rp30.450, HRUM turun Rp550 ke Rp8.450, SMGR turun Rp450 ke Rp8.700, KKGI ke Rp400 ke Rp6.200.
Sedangkan saham yang menguat seperti EXCL naik Rp200 ke Rp5.300, CLPI naik Rp120 ke Rp1.750, SCMA naik Rp100 ke Rp6.300, DKFT naik Rp95 ke Rp475.

Selasa, 09-08-2011 (12:12)

 

 

IHSG Terkoreksi, Pilih Saham yang Sudah Anjlok

Koreksi siang ini diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan. Namun, saham yang sudah terkoreksi dalam bisa dijadikan pilihan. Pada sesi pertama perdagangan Selasa (9/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) http://www.inilah.com/assets/image/graph_icon.gifditutup rontok 102,79 poin (2,67%) ke level 3.747,477. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45http://www.inilah.com/assets/image/graph_icon.gif yang anjlok 18,56 poin (2,72%) ke angka 663,391.
Laju indeks siang ini sangat ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 3,789 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 4.435 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp3,784 triliun di pasar reguler dan total Rp3,961 triliun dan frekuensi 100.284 kali. Baru 23 saham menguat, sedangkan 258 saham melemah dan 29 saham stagnan. Anjloknya indeks juga diwarnai aksi jual asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp587.05 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp600,5 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp1,187 triliun.

Semua sektor saham, kompak mendukung pelemahan indeks. Sektor pertambangan memimpin koreksi 3,87%, disusul perkebunan 3,32%, industri dasar 3,26%, keuangan 2,76%, properti 2,68%, perdagangan 2,67%, manufaktur 2,29%, aneka industri 2,12%, konsumsi 1,82% dan infrastruktur 1,31%. Koreksi indeks hari ini dipicu negatifnya bursa regional yang rata-rata turun di atas 5%, setelah Dow Jones anjlok 634,76poin (5,55%) ke level 10.809,80. koreksi indeks saat ini tidak terlalu berbahaya dibandingkan 2008. Saat itu, Dow Jones turun ke level 8.000-an sedangkan sekarang Dow Jones masih bertahan di atas 10.000. “Saya justru melihat, yang paling berbahaya adalah saat korontokan IHSG pada 2008.
Dari fundamental ekonomi Indonesia, tak ada yang perlu diikhawatirkan. Sebab, cadangan devisa RI mencapai level tertinggi dalam sejarah US$122,7 miliar dan nilai ekspor sudah mencapai US$200 miliar per Juni 2011. “Pada saat yang sama, laba bersih emiten kuartal kedua 2011 mencapai rata-rata 25%.
Saham-saham pilihannya adalah PT Bakrie and Brothers (BNBR), PT Borneo Lumbung Energi (BORN), PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Bumi Resources (BUMI), PT Salim Ivomas Pratama (SIMP), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan PT AKR Corporindo (AKRA). “Saya rekomendasikan strong buy saham-saham tersebut,” imbuh Willy. [ast]

Selasa 09-08-2011 (09:36)

 

 

IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok 3,88% ke 3.700,64

Pada perdagangan Selasa (9/8) ini, IHSG dibuka melemah 3,88% ke level 3.700, (IHSG) kembali terkena tekanan jual.  Pengumuman BI rate hari ini yang diperkirakan tetap di level 6,75% diperkirakan tidak akan memberi efek sentimen signifikan pada IHSG. Samuel Sekuritas dalam ulasan pasarnya Selasa (9/8) memperkirakan secara teknikal support kuat indeks berada di level 3.764 dan support berikutnya di level 3.710. Jika level support tersebut tertembus, IHSG akan mematahkan pola trend bullish yang terbentuk sejak 2009.
Bursa Asia pagi ini kembali terkoreksi sekitar 5% memfaktorkan anjloknya bursa AS dan penguatan nilai tukar Yen. Investor juga akan memfaktorkan rilis data inflasi China di bulan Juli sebesar 6,5% YoY, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi. Harga minyak meneruskan koreksinya ke level US$77,1/barel pagi ini atau turun 4,3%. Volume perdagangan pagi sebanyak 510,27 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp586,37 miliar.
Sebanyak 235 saham tercatat turun pagi ini, sedang 4 saham yang naik, dan 7 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 5,44% ke level 644,81, sedang JII turun 4,77% ke level 504,71. Asing terpantau masih menepi dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp138,38 miliar. Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 4,99%, ITMG turun 7,34%, GGRM turun 5%, AALI turun 9,86%, UNTR turun 4,38%, dan PTBA turun 4,9%.

Senin, 08-08-2011 (16:14)

 

 

 

IHGS Terpangkas 71 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menahan laju pelemahannya menjadi 'hanya' 71 poin (1,83%) berkat perburuan saham-saham yang sudah murah. Koreksi IHSG paling tipis di Asia yang rata-rata turun lebih dari 2%. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terpangkas 65,057 poin (1,66%) ke level 3.856,586. Saham-saham unggulan terkena koreksi akibat sentimen dipangkasnya peringkat utang AS. Sentimen negatif tersebut terus menyeret IHSG jatuh semakin lama semakin dalam, hingga ke posisi terendahnya hari ini di level 3.714,922. Indeks sama sekali tak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terjun bebas 195,861 poin (5,00%) ke level 3.725,782. Pemangkasan peringkat utang AS berakibat sangat parah terhadap psikologis investor.
Menutup perdagangan, Senin sore ini , IHSG terkoreksi 71,377 poin (1,83%) ke level 3.850,266. Sementara Indeks LQ 45 terpangkas 11,347 poin (1,64%) ke level 681,946.Perburuan di saham-saham unggulan yang sudah murah mampu menahan jatuhnya IHSG sehingga menjadi tidak terlalu dalam. Sayangnya, koreksi masif yang sudah terjadi pagi tadi sangat dalam sehingga indeks gagal kembali ke zona hijau. Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 216.771 kali pada volume 9,832 miliar lembar saham senilai Rp 9,474 triliun. Sebanyak 54 saham naik, sisanya 239 saham turun, dan 56 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 99,61 poin (3,79%) ke level 2.526,82.  
  • Indeks Hang Seng ambruk 455,57 poin (2,17%) ke level 20.490,57.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 202,32 poin (2,18%) ke level 9.097,56.  
  • Indeks Straits Times terjun 108,59 poin (3,63%) ke level 2.886,19.  


Tiga indeks utama di Eropa, yaitu Indeks The FTSE, DAX dan the CAC 40 sudah mulai bisa mengurangi koreksinya sehingga tidak terlalu dalam. Hingga sore ini, masing-masing melemah, 0,2%, 0,73% dan 1%

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 850 ke Rp 29.000, Indocement (INTP) naik Rp 650 ke Rp 14.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 22.300, dan Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke RP 15.250.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 2.500 ke Rp 122.000, Schering Plough (SCPI) turun Rp 2.450 ke Rp 26.050, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.150 ke Rp 65.050, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 50.000.

Senin, 08-08-2011 (12:11)

 

 

IHSG Sesi I Terjungkal Hampir 5%

Pada perdagangan sesi I Senin (8/8) ini, IHSG ditutup melemah 4,99% ke level 3.725,83. Pelemahan IHSG siang ini masih dipengaruhi sentimen negatif koreksi di bursa global. Namun, diperkirakan efek koreksi eksternal ini hanya akan berupa sentimen seiring fundamental ekonomi Indonesia yang relatif kuat dan berorientasi domestik. Pekan kemarin bursa global mengalami koreksi signifikan dalam 2 hari perdagangan terakhir seiring pesimisme investor ekonomi AS akan melambat setelah rilis data manufaktur di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi. Setelah bursa AS tutup di akhir pekan kemarin, lembaga rating Standard & Poor’s menurunkan rating utang AS satu level menjadi AA+ seiring meningkatnya risiko utang AS dan risiko politik.
Bursa Asia siang masih terkoreksi memfaktorkan penurunan rating AS dan ditambah dengan sentimen negatif dari langkah China menaikkan suku bunga acuannya sebesar 23 bps menjadi 6,43%. Harga minyak dunia pagi ini terkoreksi sekitar 3% ke level US$84,1/barel. Di Asia siang, Shanghai turun 3,68%, Hang Seng turun 4,04%, KLSE turun 3,06%, Nikkei turun 2,54%, STI turun 4,82%, dan Seoul turun 6,84%. Sebanyak 305 saham tercatat turun siang ini, sedang hanya 9 saham yang naik, dan 14 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 4,53% ke level 661,82, sedang JII turun 3,82% ke level 517,41. Asing terpantau masih menepi dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp468,88 miliar.
Volume perdagangan siang sebanyak 3,76 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,86 triliun. Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah MBAI yang turun 18,29%, ASII turun 4,09%, SCPI turun 8,59%, ITMG turun 4,46%, TOWR turun 13,38%, dan GGRM turun 3,03%.

Senin, 08-08-2011 (09:38)

 

 

IHSG Dibuka Anjlok 1,64%

Pada perdagangan Senin ini, IHSG dibuka melemah 1,64% ke level 3.857,1. Pelemahan IHSG pagi ini seiring sentimen negatif koreksi di bursa global dan akan mencoba menembus level support kuat di 3.900 serta memasuki trend bearish jangka pendek.
Pada hari senin ini di perkirakan efek koreksi eksternal hanya akan berupa sentimen seiring fundamental ekonomi Indonesia yang relatif kuat dan berorientasi domestik. Pekan kemarin bursa global mengalami koreksi signifikan dalam 2 hari perdagangan terakhir seiring pesimisme investor ekonomi AS akan melambat setelah rilis data manufaktur di bulan Juli lebih rendah dari ekspektasi. Setelah bursa AS tutup di akhir pekan kemarin, lembaga rating Standard & Poor’s menurunkan rating utang AS satu level menjadi AA+ seiring meningkatnya risiko utang AS dan resiko politik. Volume perdagangan pagi sebanyak 370,46 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp431,77 miliar.
Market. Bursa Asia pagi ini dibuka tekoreksi sekitar 1,5% memfaktorkan penurunan rating AS dan ditambah dengan sentimen negatif dari langkah China menaikkan suku bunga acuannya sebesar 23 bps menjadi 6,43% pagi ini. Harga minyak dunia pagi ini terkoreksi sekitar 3% ke level US$84,1/barel.
Sebanyak 190 saham tercatat turun pagi ini, sedang 8 saham yang naik, dan 19 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 2,31% ke level 677,27, sedang JII turun 1,95% ke level 527,46. Asing terpantau masih menepi dari pasar dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp93,61 miliar.
Di Asia, Shanghai turun 0,84%, Hang Seng turun 2,77%, KLSE turun 1,77%, Nikkei turun 1,31%, STI turun 3,2%, dan Seoul turun 1,66%.
Saham-saham yang turun tajam pagi ini adalah ASII turun 2,52%, ITMG turun 2,79%, GGRM turun 1,27%, AALI turun 2,07%, UNTR turun 1,64%, dan PTBA turun 1,52%.

Jumat, 05-08-2011 (16:15)

 

 

IHSG Ditutup Turun 4,86%

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Jumat (5/8) ditutup melemah 200,44 poin atau 4,86% ke 3.921,64. Volume perdagangan sebesar 10,2 miliar saham senilai Rp9,7 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 325 saham turun, 8 saham naik dan 13 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp1,2 triliun dengan penjualan asing mencapai Rp3,4 triliun dan pembelian asing mencapai Rp2,2 triliun.
Indeks JII turun 30,08 poin ke 536,91, indeks ISSI turun 6,9 poin ke 125,45 dan indeks LQ45 turun 37,8 poin ke 692,3. Pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan hingga 207,72, sektor perkebunan turun 151,64 poin ke 2.273.
Bursa saham Asia juga memerah seperti indeks Hang Seng turun 4,2% ke 20.946, indeks Nikkei turun 3,7% ke 9.299, indeks Shanghai turun 2,1% ke 2.626 dan indeks ASX turun 4% ke 4.105. Hal yang sama juga terjadi pada bursa Eropa seperti indeks FTSE turun 2,01% ke 5.284, indeks DAX turun 2,4% ke 6.259 dan indeks CAC turun 0,9% ke 3.288.
Saham yang melemah seperti SCPI turun Rp6.900 ke Rp28.500, indeks ASII turun Rp3.200 ke Rp67.200, ITMG naik Rp3.100 ke 45.200, MBAI turun Rp2.850 ke 28.150, AALI turun 1.400 ke Rp21.800, HMSP turun Rp1.350 ke Rp31.200, GGRM turun Rp1.300 ke Rp51.400, PTBA turun Rp1.200 ke Rp19.650, UNTR turun Rp1.000 ke 24.300.

Saham yang naik seperti CNTX turun Rp100 ke Rp8.00, PTSP naik Rp100 ke Rp800.

Jumat, 05-08-2011 (11:39)

 

 

IHSG Anjlok  5,14%

Pada perdagangan IHSG ditutup melemah 5,14% ke level 3.910,01. Pelemahan indeks siang ini masih mengikuti anjloknya Wall Street dan Bursa Asia menyusul kekhawatiran pelemahan ekonomi global, yang menyebabkan investor juga mengalami panik jual hingga siang ini. Asing terpantau melanjutkan aksi jual dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp816,13 miliar.
Dow semalam ditutup turun 4,31%. Di Asia siang, Shanghai turun 1,88%, Hang Seng turun 4,75%, KLSE turun 1,6%, Nikkei turun 3,62%, STI turun 3,36%, dan Seoul turun 3,29%. Sebanyak 304 saham tercatat turun siang ini, sementara hanya 6 saham yang naik, dan 11 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 5,47% ke level 690,1, sedang JII turun 4,96% ke level 538,86. Volume perdagangan siang sebanyak 4,53 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp4,61 triliun.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 50,52 poin (1,88%) ke level 2.633,52.
  • Indeks Hang Seng terjun bebas 1.022,08 poin (4,67%) ke level 20.862,66.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 348,16 poin (3,60%) ke level 9.311,02.
  • Indeks Straits Times anjlok 101,19 poin (3,26%) ke level 3.005,82.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 800 ke Rp 8.700, Tempo Scan (TSPC) naik Rp 250 ke Rp 3.025, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 100 ke Rp 6.350, dan Sinarmas (SMMA) naik Rp 25 ke Rp 3.325.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Schering Plough (SCPI) turun Rp 6.900 ke Rp 28.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 3.000 ke Rp 45.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.800 ke Rp 67.600, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.600 ke Rp 50.100.

Jumat, 05-08-2011 (09:40)

 

 

 

IHSG Dibuka Anjlok 3,12% ke 3.993,09

Pada perdagangan Jumat pagi ini, IHSG dibuka melemah 3,12% ke level 3.993,09. Pelemahan indeks pagi ini mengikuti anjloknya Wall Street dan Bursa Asia menyusul kekhawatiran ekonomi global, yang menyebabkan investor juga mengalami panik jual pagi ini. Asing terpantau melakukan aksi jual dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp565,18 miliar. Dow semalam ditutup turun 4,31%. Di Asia, Shanghai turun 1,78%, Hang Seng turun 4,14%, KLSE turun 1,28%, Nikkei turun 3,36%, STI turun 2,75%, dan Seoul turun 3,3%. Sebanyak 172 saham tercatat turun pagi ini, sedang 88 saham yang naik, dan 86 saham stagnan. Indeks LQ45 dibuka turun 4,38% ke level 698,09, sedang JII turun 3,9% ke level 544,85.
Volume perdagangan pagi sebanyak 5,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,06 triliun.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 50,17 poin (1,87%) ke level 2.633,87.  
  • Indeks Hang Seng jatuh tajam 942,38 poin (4,31%) ke level 20.942,36.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 324,92 poin (3,36%) ke level 9.334,26.  
  • Indeks Straits Times merosot tajam 86,96 poin (2,80%) ke level 3.020,05.  


Kamis, 04-08-2011 (16:11)

 

 

IHSG Ditutup Terpangkas 14 Poin

Bursa saham Indonesia pada perdagangan Kamis sore ditutup melemah 14,42 poin atau 0,3% ke 4.122,09. Volume perdagangan 6,3 miliar saham senilai Rp6,5 triliun. Perdagangan diwarnai dengan 201 saham turun, 77 saham naik dan 65 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp507,5 miliar dengan penjualan asing mencapai Rp2,1 triliun dan pembelian asing sebesar Rp1,6 miliar.
Indeks JII turun 1,1 poin ke 564,16, indeks ISSI turun 0,5 poin ke 131,76 dan indeks LQ45 turun 4,2 poin ke 728,46. pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan yang turun 34,7 poin ke3.313,24 disusul sektor konsumsi turun 27,4 poin ke 1.295,47. Indeks tidak dapat bertahan di zona positif meskipun saat dibuka berada di zona positif. Level tertinggi berada di sesi I 4.157,25. Selanjutnya, indeks bergerak di zona negatif dengan menyentuh level terendah di 4.095,62. Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 171.721 kali pada volume 6,493 miliar lembar saham senilai Rp 6,808 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 172 saham turun, dan 85 saham stagnan.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 5,55 poin (0,21%) ke level 2.684,04.  
  • Indeks Hang Seng turun 107,98 poin (0,49%) ke level 21.884,74.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 22,04 poin (0,23%) ke level 9.659,18.  
  • Indeks Straits Times melemah 21,89 poin (0,70%) ke level 3.108,45.


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 7.000 ke Rp 133.000, Merck (MERK) naik Rp 1.500 ke Rp 124.500, Century Textille (CNTX) naik Rp 1.300 ke Rp 7.900, dan Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 17.000.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 25.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 48.300, Multibreeder (MBAI) turun Rp 500 ke Rp 31.000, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 20.850.

Kamis, 04-08-2011 (12:08)

 

Aksi Jual Asing, IHSG Sesi I Ditutup Negatif

 

Pada perdagangan sesi I Kamis ini, IHSG ditutup melemah 0,40% ke level 4.119,89. Pelemahan indeks siang ini, karena pasar masih menyisakan kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi AS. Pelemahan Hang Seng juga ikut menekan IHSG siang ini. Asing juga masih melakukan aksi jual hingga siang ini dengan mencatatkan net foreign sell sebesar Rp226,48 miliar. Dow semalam ditutup naik 0,25%. Di Asia bursa mixed, Shanghai naik 0,33%, KLSE naik 0,42%, Nikkei naik 0,71%, sementara Hang Seng turun 0,13%, STI turun 0,36%, dan Seoul turun 0,75%. Sebanyak 170 saham tercatat turun siang ini, sedang 78 saham yang naik, dan 76 saham stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,42% ke level 729,66, sedang JII naik 0,06% ke level 565,72. Volume perdagangan siang ini sebanyak 2,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,98 triliun.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 8,93 poin (0,33%) ke level 2.687,42.  
  • Indeks Hang Seng turun tipis 27,78 poin (0,13%) ke level 21.964,94.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 58,15 poin (0,60%) ke level 9.695,29.  
  • Indeks Straits Times melemah 10,97 poin (0,35%) ke level 3.119,37.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 1.300 ke Rp 7.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 52.750, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 16.600, dan Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 400 ke Rp 14.200.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 25.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 70.200, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 14.450, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 300 ke Rp 31.200.

Kamis, 04-08-2011 (09:36)

 

IHSG Hari Ini Akan Bergerak Rebound

IHSG Kamis Hari  ini diperkirakan akan bergerak rebound seiring bursa regional.Menurut analisa Samuel Sekuritas, beberapa saham yang kemarin mengalami koreksi signifikan seperti BBRI, UNTR, ASII, TLKM dan INDF diperkirakan akan menguat hari ini. Namun demikian, secara teknikal IHSG sedang berada di level support trend bullish di 4.145. Jika level ini tertembus, indeks akan memasuki trend bearish jangka pendek. Resistance indeks hari ini berada di level 4,177.
Bursa Asia pagi ini dibuka positif seiring rebound yang terjadi di bursa AS semalam yang juga diikuti penguatan harga komoditas pagi ini. Bursa Jepang menguat setelah pemerintah mengintervensi penguatan nilai tukar Yen. Harga minyak pagi ini rebound ke level US$92,4/barel Bursa AS berhasil ditutup menguat semalam meski sempat melemah signifikan di awal perdagangan akibat rilis data ISM non-manufacturing index di bulan Juni berada di bawah ekspektasi dan terendah sejak Februari 2010. Penguatan bursa AS semalam ditopang oleh spekulasi investor bahwa The Fed akan mengucurkan stimulus tahap ke-3 untuk mengurangi potensi perlambatan ekonomi AS. Harga minyak dunia kembali mengalami koreksi signifikan ke level US$91,9/barel diikuti harga metal dunia seperti Nikel -4% dan Timah -3.5%.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 12,77 poin (0,48%) ke level 2.691,25.  
  • Indeks Hang Seng naik tipis 32,83 poin (0,15%) ke level 22.025,55.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 86,66 poin (0,90%) ke level 9.723,80.  
  • Indeks Straits Times turun tipis 0,99 poin (0,03%) ke level 3.129,35.  

Rabu, 03-08-2011 (15:18)

 

IHSG Melemah

IHSG masih melanjutkan koreksi hari ini di tengah memburuknya sentimen eksternal dan aksi jual asing. Namun, koreksi tertahan fundamental domestik yang cukup kokoh. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (3/8) ditutup melemah 41,34 poin (0,99%) ke level 4.136,50, dengan intraday terendah di 4.095,87 dan tertinggi di 4.177,57. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 7,89 poin (1,07%) ke level 732,74. Indeks sepanjang perdagangan berada di teritori negatif. Dibuka langsung anjlok 1,03% ke level 4.134, indeks melanjutkan koreksi hingga pada sesi pertama bertengger di level 4,122. Namun pelemahan tertahan, sehingga IHSG akhirnya ditutup di level 4.136. “Namun, koreksi IHSG terbatas karena fundamental ekonomi dalam negeri yang masih positif, ditunjukkan dengan laporan keuangan semester pertama 2011 emiten-emiten yang membaik.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 5,73 miliar lembar saham, senilai Rp 5,702 triliun dan frekuensi 146.268 kali. Sebanyak 63 saham naik, 199 saham turun, dan 80 saham stagnan. Keluarnya dana asing mendukung koreksi bursa kali ini. Nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp539 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,941 triliun dan transaksi beli sebesar Rp 1,402 triliun.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.000 ke Rp 123.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.400 ke Rp 49.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 52.000, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 550 ke Rp 70.650.
Emiten-emiten yang menguat antara lain Century Textille (CNTX) naik Rp 850 ke Rp 6.600, Charoen Pokphand (CPIN) naik 225 ke Rp 2.750, Astra Graphia (ASGR) naik Rp 180 ke Rp 1.210, dan Indofood (INDF) naik Rp 150 ke Rp 6.450.
Bursa regional Asia mendukung koreksi bursa. Indeks Komposit Shanghai turun 0,77 poin (0,03%) ke level 2.678,48, indeks Hang Seng jatuh 428,74 poin (1,91%) ke level 21.992,72, indeks Nikkei 225 turun 207,45 poin (2,11%) ke level 9.637,14 dan indeks Straits Times melemah 38,25 poin (1,20%) ke level 3.138,84.  

Rabu, 03-08-2011 (12:10)

 

IHSG Terpangkas 55 Poin atas Profit Taking Saham Unggulan

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 55 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan dan lapis dua. Kekhawatiran melambatnya perekonomian dunia kembali mencuat. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka langsung jatuh 44,393 poin (1,07%) ke level 4.133,453 akibat terseret arus pelemahan bursa global dan regional. Krisis utang AS kembali menjadi perhatian investor. Pada perdagangan, Rabu siang ini, IHSG terpangkas 55,097 poin (1,32%) ke level 4.122,749. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 9,868 poin (1,33%) ke level 730,768. Profit taking terjadi di seluruh saham-saham unggulan dan lapis dua. Koreksi yang terjadi di tiap indeks sektoral cukup tinggi, rata-rata lebih dari satu persen.Koreksi terbanyak diderita indeks sektor properti dan industri dasar, keduanya terpangkas lebih dari dua persen. Tak satu pun indeks sektoral yang mampu menguat hingga siang hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 73.507 kali pada volume 3,149 miliar lembar saham senilai Rp 2,752 triliun. Sebanyak 42 saham naik, 218 saham turun, dan 60 saham stagnan. Aksi jual masif di awal perdagangan memaksa indeks jatuh ke posisi terdalamnya di 4.095,871, terkoreksi lebih dari 80 poin. Setelah itu jatuhnya bursa bisa diperlambat oleh aksi beli selektif. Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah MERK turun 3,11%, ITMG turun 2,87%, GGRM turun 2,44%, MBAI turun 2,38%, HMSP turun 1,86%, dan SMDR turun 8,92%.

Berikut kondisi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,42 poin (0,09%) ke level 2.681,68.
  • Indeks Hang Seng ambruk 425,71 poin (1,90%) ke level 21.995,75.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 188,97 poin (1,92%) ke level 9.655,62.  
  • Indeks Straits Times anjlok 53,02 poin (1,67%) ke level 3.124,07.  

Rabu, 03-08-2011 (09:36)

 

 

IHSG Jatuh 44 Poin Akibat Pelemahan Bursa Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambles 44 poin akibat terseret arus pelemahan bursa global dan regional. Krisis utang AS kembali menjadi perhatian investor. Sementra nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 8.485 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di R8.470 per dolar AS.Pada perdagangan preopening, IHSG anjlok 43,410 poin (1,04%) ke level 4.134,436. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 10,775 poin (1,45%) ke level 729,861.
Mengawali perdagangan, Rabu , IHSG dibuka jatuh 44,393 poin (1,07%) ke level 4.133,453. Indeks LQ 45 dibuka ambruk 11,018 poin (1,48%) ke level 729,618. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG jatuh semakin dalam 75,104 poin (1,80%) ke level 4.102,742. Sementra Indeks LQ 45 terjun bebas 15,152 poin (2,05%) ke level 725,484. Kemarin, IHSG sempat cetak rekor tertinggi sebelum akhirnya terkoreksi 15 poin akibat aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal. Dana asing masih mengalir masuk bursa, nilainya mendekati Rp 700 miliar.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 6,02 poin (0,22%) ke level 2.673,24.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 487,58 poin (2,17%) ke level 21.933,88.  
  • Indeks Nikkei 225 terjun bebas 217,47 poin (2,21%) ke level 9.627,12.
  • Indeks Straits Times ambruk 59,60 poin (1,88%) ke level 3.117,49.  

Selasa 02-08-2011 (16:15)

 

 

IHSG Terkoreksi 15 Poin

IHSG akhirnya terjerembab di zona negatif. Memburuknya bursa regional dan aksi ambil untung investor menekan bursa domestik. Namun, aksi beli asing mencegah kejatuhan lebih dalam.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa sore ditutup terkoreksi 15,60 poin (0,37%) ke level 4.177,84, dengan intraday terendah di 4.148,94 dan tertinggi di 4.195,72. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang melemah 1,87 poin (0,25%) ke level 740,63. IHSG hampir sepanjang perdagangan berada di teritori negatif. Dibuka 0,13% ke level 4.187, indeks sempat melesat ke level 4.195 sebelum akhirnya berbalik lagi dan bertengger di angka 4.180. Namun tekanan jual terus menenggelamkan IHSG hingga ditutup di level 4.177.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 8,491 miliar lembar saham senilai Rp 6,568 triliun dan frekuensi 156.613 kali. Sebanyak 104 saham naik, 170 saham turun, dan 78 saham stagnan. Kendati terkoreksi, aliran dana asing masih mengalir ke pasar domestik, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) tercatat sebesar Rp688 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp2,060 triliun dan transaksi jual sebesar Rp1,371 triliun.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 3.000 ke Rp 124.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 26.500, Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 15.600, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 550 ke Rp 5.600. Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Schering Plough (SCPI) naik Rp 5.500 ke Rp 35.500, Century Textile (CNTX) naik Rp 1.150 ke Rp 5.750, dan Multi Breeder (MBAI) naik Rp 1.050 ke Rp 31.500, dan Lionmesh (LMSH) naik Rp 1.000 ke Rp 6.200
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 24,52 poin (0,91%) ke level 2.679,26.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 241,91 poin (1,07%) ke level 22.421,46.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 120,42 poin (1,21%) ke level 9.844,59.  
  • Indeks Straits Times terpangkas 38,45 poin (1,20%) ke level 3.176,82.  

Selasa, 02-08-2011 (12:17)

 

 

IHSG Ditutup Melemah

Pada perdagangan sesi I Selasa Siang ini IHSG ditutup turun 0,31% ke level 4.180,24 akibat aksi profit taking. Pelemahan IHSG siang ini masih disebabkan terjadinya koreksi setelah menguat signifikan kemarin memfaktorkan rilis data inflasi Juli yang lebih baik dari ekspektasi pasar di level 0,67% MoM. Minimnya sentimen domestik baru pasca earning season di semester 1-2011 ini akan membuat indeks bergerak seiring bursa global.
Sebanyak 172 saham mengalami penurunan, 81 saham naik, dan 76 saham masih stagnan. Indeks LQ45 sesi I ditutup turun 0,25% ke level 740,59, sedang JII turun 0,65% ke level 570,97. Volume perdagangan siang ini sebanyak 3,06 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,24 triliun. Namun, asing masih berada di pasar hingga penutupan perdagangan siang ini dengan melakukan net foreign buy sebesar Rp627,17 miliar.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 43,58 poin (1,61%) ke level 2.660,20.  
  • Indeks Hang Seng melemah 157,30 poin (0,69%) ke level 22.506,07.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 134,99 poin (1,35%) ke level 9.830,02.  
  • Indeks Straits Times turun 30,51 poin (0,95%) ke level 3.184,76.

Dow semalam ditutup turun 0,09%. Di Asia, Shanghai siang turun 1,61%, Hang Seng turun 0,69%, KLSE turun 0,09%, Nikkei turun 1,31%, STI turun 0,96%, dan Seoul turun 2,44%. Saham-saham yang turun tajam siang ini adalah ASII yang turun 1,25%, LION turun 10,252%, UNTR turun 1,63%, MYOR turun 2,74%, ITMG turun 0,88%, dan SMDR turun 5,69%.

Selasa, 02-08-2011 (09:36)

 

 

Posisi Sudah Overbought, IHSG Menipis 5 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terseret arus pelemahan bursa-bursa Asia akibat koreksi yang terjadi di Wall Street semalam. Posisi IHSG juga sudah terlalu tinggi.
Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 5,568 poin (0,14%) ke level 4.187,873. Sedangkan Indeks LQ 45 menipis 1,382 poin (0,18%) ke level 741,120.
Membuka perdagangan, Selasa Pagi ini , IHSG menipis 5,782 poin (0,14%) ke level 4.187,659. Indeks LQ 45 turun tipis 1,435 poin (0,19%) ke level 741,067. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah 12,760 poin (0,30%) ke level 4.180,681. Sementara Indeks LQ 45 turun 2,831 poin (0,38%) ke level 739,671. Kemarin, IHSG kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah menanjak 62 poin. Bursa-bursa Asia yang menguat serta meredanya krisis utang AS menjadi faktor pendorong naiknya IHSG.
Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai ambruk 47,83 poin (1,77%) ke level 2.655,95.  
  • Indeks Hang Seng turun 156,45 poin (0,69%) ke level 22.506,92.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 131,20 poin (1,32%) ke level 9.833,81.  
  • Indeks Straits Times melemah 32,23 poin (1,00%) ke level 3.183,04.

Senin, 01-08-2011 (16:12)

 

 

Cetak Rekor Baru, IHSG Makin Dekat ke 4.200

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah menanjak 62 poin. Bursa-bursa Asia yang menguat serta meredanya krisis utang AS menjadi faktor pendorong naiknya IHSG. Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 19,758 poin (0,47%) ke level 4.150,558. Sentimen positif muncul setelah ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang AS. Penutupan perdagangan sesi I, IHSG melesat 46,348 poin (1,12%) ke level 4.177,148. Krisis utang AS semakin mendekati tahap akhir dan diharapkan bisa berakhir positif.
Menjelang penutupan perdagangan, IHSG menanjak sangat tinggi dan menembus rekor intraday tertingginya di 4.193,556. Rekor intraday tertinggi sebelumnya yaitu di 4.177,739 yang diraih pada Rabu 27 Juni 2011 pekan lalu. Mengakhiri perdagangan awal pekan di bulan Ramadan, Senin sore, IHSG ditutup menanjak 62,641 poin (1,51%) ke level 4.193,441. Sementara Indeks LQ 45 melesat 12,666 poin (1,73%) ke level 742,502. Rekor terakhir yang bisa diraih IHSG pada Rabu 27 Juli 2011, IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112. Saham-saham unggulan sangat berjasa dalam pencetakan rekor kali ini. Volume dan nilai transaksi hari ini melonjak sangat tinggi karena ada transaksi tutup sendiri alias crossing terhadap saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) senilai Rp 12,5 triliun oleh Net Sekuritas (OK). Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 174.295 kali pada volume 19,482 miliar lembar saham senilai Rp 18,575 triliun. Sebanyak 182 saham naik, 82 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini :

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,05 poin (0,08%) ke level 2.703,78.  
  • Indeks Hang Seng menguat 223,12 poin (0,99%) ke level 22.663,37.
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 131,98 poin (1,34%) ke level 9.965,01.  
  • Indeks Straits Times naik 27,68 poin (0,87%) ke level 3.216,94.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 24.000 ke Rp 359.000, Schering Plough (SCPI) naik Rp 500 ke Rp 30.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.100 ke Rp 53.000, dan Merck (MERK) naik Rp 1.500 ke Rp 125.000.

Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 16.400, Indomobil (IMAS) turun Rp 500 ke Rp 11.950, Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 13.400, dan Axiata (XL) turun Rp 200 ke Rp 5.550.

Senin, 01-08-2011 (12:11)

 

 

IHSG Cetak Lagi Rekor Tertinggi Di Level 4.187

Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menyentuh posisi intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.187 didorong sentimen positif dari mulai meredanya krisis utang Amerika Serikat (AS).  Mengawali perdagangan awal pekan di bulan Ramadan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 19,758 poin (0,47%) ke level 4.150,558. Sentimen positif muncul setelah ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang AS. Puncak tertinggi yang bisa diraih IHSG sekaligus rekor barunya berada di 4.187.600. Rekor intraday tertinggi sebelumnya yaitu di 4.177,739 yang diraih pada Rabu 27 Juni 2011 pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan Senin siang, IHSG melesat 46,348 poin (1,12%) ke level 4.177,148. Sementara Indeks LQ 45 tumbuh 9,071 poin (1,24%) ke level 738,907. Volume dan nilai transaksi hari ini melonjak sangat tinggi karena ada transaksi tutup sendiri alias crossing terhadap saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) senilai Rp 12,5 triliun.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 97.479 kali pada volume 15,94 miliar lembar saham senilai Rp 15,478 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 71 saham turun, dan 73 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,97 poin (0,15%) ke level 2.705,70.
  • Indeks Hang Seng melonjak 338,89 poin (1,51%) ke level 22.779,14.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 192,41 poin (1,96%) ke level 10.025,44.  
  • Indeks Straits Times menguat 33,90 poin (1,06%) ke level 3.223,16.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.350 ke Rp 71.850, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 52.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 500 ke Rp 7.200, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 400 ke Rp 5.700.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 16.500, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 13.300, Surya Citra (SCMA) turun Rp 200 ke Rp 6.350, dan Sorini Agro (SOBI) turun Rp 175 ke Rp 2.500.

Senin, 01-08-2011 (09:38)     

 

 

IHSG Bergerak Semangat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di hari pertama bulan ramadan dengan menguat 19 poin. Sentimen positif muncul setelah ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan kenaikan batas utang AS. Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 19,727 poin (0,47%) ke level 4.150,527. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 4,897 poin (0,67%) ke level 734,733. Mengawali perdagangan awal pekan di bulan ramadan, Senin (1/8/2011), IHSG dibuka menguat 19,758 poin (0,47%) ke level 4.150,558. Indeks LQ 45 dibuka naik 5,115 poin (0,70%) ke level 734,951.Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG naik semakin tinggi, 30,381 poin (0,74%) ke level 4.161,181. Sementara Indeks LQ 45 menguat 7,274 poin (0,99%) ke level 737,083.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menutup perdagangan dengan suram, melemah 15 poin. Kinerja emiten-emiten yang positif tak mampu mengangkat IHSG keluar dari teritori negatif. Sentimen positif datang dari hampir selesainya krisis utang AS setelah adanya kesepakatan untuk menaikkan batas utangnya. Berita ini membuat bursa-bursa di regional mampu bergerak ke atas.

Berikut situasi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,25 poin (0,12%) ke level 2.704,98.
  • Indeks Hang Seng melesat 315,26 poin (1,40%) ke level 22.755,51.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 180,87 poin (1,84%) ke level 10.013,90.  
  • Indeks Straits Times menguat 22,23 poin (0,70%) ke level 3.211,49.

Jumat, 29-07-2011 (11:40)

 

 

IHSG Terpangkas 36 Poin, Hampir Tinggalkan 4.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 36 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan. Indeks pun bersiap meninggalkan level 4.100. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat tipis 8,101 poin (0,19%) ke level 4.153,928 dan menjadi satu-satunya bursa di regional yang menguat.  Penguatan ini tak bertahan lama. Setelah menanjak hingga ke posisi tertingginya di level 4.160,498, indeks langsung terkena tekanan jual dan ambruk hingga ke level 4.105,293. Pada penutupan perdagangan, Jumat Siang, IHSG terpangkas 36,164 poin (0,88%) ke level 4.109,663. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,306 poin (0,99%) ke level 725,751.

Aksi ambil untung banyak dilakukan pemodal lokal, sementara investor asing hingga siang ini masih melakukan pembelian bersih (foreign net buy) dengan jumlah yang tipis.Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 94.547 kali pada volume 3,547 miliar lembar saham senilai Rp 2,774 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 189 saham turun, dan 62 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-burs di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 12,65 poin (0,47%) ke level 2.696,13.  
  • Indeks Hang Seng terkoreksi 163,73 poin (0,73%) ke level 22.407,01.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 65,56 poin (0,66%) ke level 9.835,79.  
  • Indeks Straits Times turun tipis 7,52 poin (0,24%) ke level 3.182,33.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.850 ke Rp 12.700, Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 12.500, Multibreeder (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 30.500, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 31.600.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 4.000 ke Rp 336.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.500 ke Rp 70.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 51.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 51.000.

Jumat, 29-07-2011 (09:35)

 

 

IHSG Menguat di Tengah Koreksi Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound tipis 8 poin dan menjadi satu-satunya bursa di regional yang menguat. Krisis utang AS semakin mendekati tenggat waktu namun belum juga ada kesepakatan. Membuka perdagangan, Jumat Pagi ini, IHSG menguat tipis 8,101 poin (0,19%) ke level 4.153,928. Indeks LQ 45 naik tipis 1,854 poin (0,25%) ke level 734,911. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menanjak perlahan, 13,087 poin (0,32%) ke level 4.158,914. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 2,597 poin (0,35%) ke level 735,654.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 6,65 poin (0,25%) ke level 2.702,12.  
  • Indeks Hang Seng terkoreksi 108,78 poin (0,48%) ke level 22.461,96.  
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 7,64 poin (0,08%) ke level 9.893,71.  
  • Indeks Straits Times melemah tipis 4,92 poin (0,15%) ke level 3.184,93.

Kamis, 28-07-2011 (16:10)

 

 

Terkoreksi 28 Poin, IHSG Bertahan di Level 4.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 28,285 poin akibat tekanan jual di saham-saham unggulan. Saham-saham konsumer dan komoditas menjadi penopang jatuhnya bursa sehingga bertahan di level 4.100. Mengakhiri perdagangan, Kamis (28/7/2011), IHSG ditutup terkoreksi 28,285 poin (0,68%) ke level 4.145,827. Sementara Indeks LQ 45 turun 7,935 poin (1,08%) ke level 733,0,57. Indeks langsung terkena koreksi sehat akibat posisinya yang sudah sangat tinggi dan masuk area jenuh beli (overbought). Posisi terendahnya hari ini di level 4.122,001. Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 145.065 kali pada volume 6,391 miliar lembar saham senilai Rp 5,707 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 138 saham turun, dan 92 saham stagnan.


Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 14,71 poin (0,54%) ke level 2.708,78.  
  • Indeks Hang Seng naik tipis 29,05 poin (0,13%) ke level 22.570,74.  
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 145,84 poin (1,45%) ke level 9.901,35.  
  • Indeks Straits Times menguat tipis 2,53 poin (0,08%) ke level 3.196,07.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.200 ke Rp 17.300, Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, Century Textile (CNTX) naik Rp 825 ke Rp 4.175, dan Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 15.750.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.250 ke Rp 71.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 51.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 27.150, dan Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 500 ke Rp 8.200.

Kamis, 28-07-2011 (09:36)

 

 

Bursa Global dan Regional Bikin IHSG Ambles 28 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali raih rekor tertingginya di level 4.174 setelah berhasil mendapatkan 41 poin. Kali ini IHSG ditemani rupiah yang juga mencetak rekor terkuat. Menutup perdagangan, Rabu sore ini, IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 9,954 poin (1,36%) ke level 740,992.Investor bisa mengabaikan posisi IHSG yang sudah overbought serta sentimen negatif yang datang dari krisis utang Uni Eropa dan AS melalui bantuan sentimen positif membaiknya kinerja keuangan emiten.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 174.243 kali pada volume 8,139 miliar lembar saham senilai Rp 6,279 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 114 saham turun, dan 100 saham stagnan.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 20,47 poin (0,76%) ke level 2.723,49.  
  • Indeks Hang Seng turun 30,39 poin (0,13%) ke level 22.541,69.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 50,53 poin (0,50%) ke level 10.047,19.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,31 poin (0,04%) ke level 3.187,88.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 4.000 ke Rp 126.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 1.950 ke Rp 27.700, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.050 ke Rp 75.000, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 650 ke Rp 4.950.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 19.500 ke Rp 340.000, Harum Energy (HRUM) turun Rp 450 ke Rp 10.100, Fast Food (FAST) turun Rp 400 ke Rp 10.000, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 300 ke Rp 2.225.

Rabu, 27-07-2011 (16:14)

 

 

IHSG Naik Cetak Rekor Baru

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali raih rekor tertingginya di level 4.174 setelah berhasil mendapatkan 41 poin. Kali ini IHSG ditemani rupiah yang juga mencetak rekor terkuat. Menutup perdagangan, Rabu sore ini, IHSG melesat 41,335 poin (1,00%) ke level 4.174,112. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 9,954 poin (1,36%) ke level 740,992.Investor bisa mengabaikan posisi IHSG yang sudah overbought serta sentimen negatif yang datang dari krisis utang Uni Eropa dan AS melalui bantuan sentimen positif membaiknya kinerja keuangan emiten.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 174.243 kali pada volume 8,139 miliar lembar saham senilai Rp 6,279 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 114 saham turun, dan 100 saham stagnan.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 20,47 poin (0,76%) ke level 2.723,49.  
  • Indeks Hang Seng turun 30,39 poin (0,13%) ke level 22.541,69.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 50,53 poin (0,50%) ke level 10.047,19.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,31 poin (0,04%) ke level 3.187,88.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 4.000 ke Rp 126.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 1.950 ke Rp 27.700, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.050 ke Rp 75.000, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 650 ke Rp 4.950.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 19.500 ke Rp 340.000, Harum Energy (HRUM) turun Rp 450 ke Rp 10.100, Fast Food (FAST) turun Rp 400 ke Rp 10.000, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 300 ke Rp 2.225.

Rabu, 27-07-2011 (12:09)

 

 

Kinerja Positif Emiten Bantu IHSG Ukir Rekor Tertinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir rekor tertingginya di 4.162 didorong sentimen positif kinerja emiten-emiten di semester I-2010. Sentimen itu mampu meredam berita negatif krisis utang AS dan Eropa.
Pada perdagangan IHSG rabu siang ini melesat 26,072 poin (0,63%) ke level 4.158,849. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 6,027 poin (0,82%) ke level 737,065. Saham-saham unggulan yang sudah menguat masih bisa melanjutkan perkembangannya, ditambah beberapa saham lapis dua yang ikut menguat akibat maraknya aksi beli di lantai bursa.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.779 kali pada volume 4,756 miliar lembar saham senilai Rp 2,876 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 118 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,70 poin (0,06%) ke level 2.704,72.  
  • Indeks Hang Seng menipis 14,85 poin (0,07%) ke level 22.557,23.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 50,65 poin (0,50%) ke level 10.047,07.
  • Indeks Straits Times turun 4,09 poin (0,13%) ke level 3.182,48.

Rabu, 27-07-2011 (09:36)

 

 

IHSG Menipis 3 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis poin akibat terbawa arus tren negatif bursa Asia dan Global. Kekhawatiran gagal bayar utang AS membuat pelaku pasar ragu berinvestasi. Membuka perdagangan, Rabu pagi , IHSG melemah tipis 3,413 poin (0,09%) ke level 4.129,364. Indeks LQ 45 turun tipis 0,884 poin (0,12%) ke level 730,154. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG bergerak fluktuatif dan sempat naik tipis 0,657 poin (0,02%) ke level 4.133,434. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 0,436 poin (0,06%) ke level 731,404.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 8,58 poin (0,32%) ke level 2.694,44.
  • Indeks Hang Seng turun tipis 28,67 poin (0,13%) ke level 22.543,41.
  • Indeks Nikkei 225 turun 56,71 poin (0,56%) ke level 10.041,01.
  • Indeks Straits Times melemah tipis 11,28 poin (0,35%) ke level 3.175,29.

Selasa, 26-07-2011 (16:12)

 

 

IHSG Tembus Rekor Baru Lagi 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah di 4.132. setelah menanjak 45 poin. Transaksi di lantai bursa sangat ramai hingga menembus Rp 6 triliun. Penutupan perdagangan Selasa sore, IHSG melaju 33,418 poin (0,81%) ke level 4.120,512 ditopang positifnya kinerja emiten semester I-2011. Indeks pun kembali menembus rekor tertingginya yang baru di 4.133,689. Rekor terakhir yang sudah ditembus IHSG terjadi pada perdagangan Jumat 22 Juni 2011 lalu di level 4.106,822 setelah menanjak 38,749 poin (0,95%). Kala itu, aksi beli sangat tinggi dan dana asing sebanyak setengah triliun masuk ke lantai bursa.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 192.132 kali pada volume 9,171 miliar lembar saham senilai Rp 6,28 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 86 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 14,28 poin (0,53%) ke level 2.703,03.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 278,79 poin (1,25%) ke level 22.572,08.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 47,71 poin (0,47%) ke level 10.097,72.  
  • Indeks Straits Times bertambah 12,88 poin (0,41%) ke level 3.184,43.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.500 ke Rp 51.800, Astra Internasional (ASII) naik 1.500 ke Rp 73.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 25.750, dan Argha Prima (AKPI) naik Rp 455 ke Rp 2.325.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 550 ke Rp 3.975, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 150 ke Rp 5.350, Tifico (TFCO) turun Rp 110 ke Rp 900, dan Sari Roti (ROTI) turun Rp 100 ke Rp 3.500.

Selasa, 26-07-2011 (12:08)

 

 

IHSG Naik Tembus Rekor Tertinggi 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini mampu balik arah ke zona hijau ditopang positifnya kinerja emiten semester I-2011. Indeks pun kembali menembus rekor tertingginya yang baru. Pada perdagangan, Selasa siang ini, IHSG melaju 33,418 poin (0,81%) ke level 4.120,512. Sementara Indeks LQ 45 menguat 7,316 poin (1,01%) ke level 728,403.Minat beli investor asing dan lokal kembali muncul terbawa tren penguatan bursa-bursa regional. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa mampu mencetak poin, kecuali indeks sektor infrastruktur. Rekor terakhir yang sudah ditembus IHSG terjadi pada perdagangan Jumat 22 Juni 2011 lalu di level 4.106,822 setelah menanjak 38,749 poin (0,95%). Kala itu, aksi beli sangat tinggi dan dana asing sebanyak setengah triliun masuk ke lantai bursa.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 112.189 kali pada volume 5,347 miliar lembar saham senilai Rp 3,273 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 95 saham turun, dan 99 saham stagnan.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,58 poin (0,06%) ke level 2.690,33.
  • Indeks Hang Seng menguat 209,36 poin (0,94%) ke level 22.502,65.  
  • Indeks Nikkei 225 bertambah 75,37 poin (0,75%) ke level 10.125,38.  
  • Indeks Straits Times menguat tipis 6,19 poin (0,20%) ke level 3.177,74.

Selasa, 26-07-2011 (09:36)

 

 

IHSG Tertinggal Penguatan Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ketinggalan penguatan yang diraih bursa-bursa di Asia dengan melemah tipis 2 poin. Sentimen negatif masih datang dari AS dengan krisis utangnya. Mengawali perdagangan, Selasa  pagi ini IHSG dibuka turun tipis 2,297 poin (0,06%) ke level 4.084,797. Indeks LQ 45 dibuka melemah tipis 0,514 poin (0,07%) ke level 720,573. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah tipis 1,498 poin (0,04%) ke level 4.085.596. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 0,282 poin (0,04%) ke level 720,805.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,20 poin (0,04%) ke level 2.689,94.  
  • Indeks Hang Seng menguat 158,63 poin (0,71%) ke level 22.451,92.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat tipis 4,33 poin (0,04%) ke level 10.054,34.  
  • Indeks Straits Times naik 5,61 poin (0,18%) ke level 3.177,16.  

Senin, 25-07-2011 (16:13)

 

 

 

IHSG Turun 19 Poin

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 19 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan berbasis komoditas, terutama tambang. Penurunan peringkat utang Yunani juga turut menyeret IHSG bergerak ke bawah.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin sore ini IHSG terkoreksi 19,728 poin (0,49%) ke level 4.087,094. Sementara Indeks LQ 45 melemah 4,852 poin (0,66%) ke level 721,087.
Saham-saham tambang banyak terkena aksi profit taking, sehingga sektornya melemah lebih dari 1%. Sektor lain yang menjadi pemberat bursa kali ini adalah infrastruktur dan industri dasar.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 136.682 kali pada volume 8,924 miliar lembar saham senilai Rp 5,164 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 158 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 82,04 poin (2,96%) ke level 2.688,75.  
  • Indeks Hang Seng melemah 151,51 poin (0,68%) ke level 22.293,29.  
  • Indeks Nikkei 225 terpangkas 82,10 poin (0,81%) ke level 10.050,01.  
  • Indeks Straits Times turun 17,19 poin (0,54%) ke level 3.165,76.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 29.500 ke Rp 359.500, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 16.250, Argha Karya (AKPI) naik Rp 370 ke Rp 1.870, dan AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 300 ke Rp 2.900.
Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.550 ke Rp 52.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 49.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 25.250, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 72.450.

Senin, 25-07-2011 (12:09)

 

 

Aksi Profit Taking Pangkas IHSG 26 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 26 poin akibat aksi mbil untung di saham-saham unggulan. Sentimen negatif juga datang dari melemahnya bursa-bursa regional. Pada penutupan perdagangan, Senin siang hari ini, IHSG terpangkas 26,814 poin (0,66%) ke level 4.080,008. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 6,107 poin (0,85%) ke level 719,832.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 75.253 kali pada volume 2,838 miliar lembar saham senilai Rp 2,103 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 93 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini :

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 58,19 poin (2,10%) ke level 2.712,60.  
  • Indeks Hang Seng melemah 176,52 poin (0,79%) ke level 22.268,28.
  • Indeks Nikkei 225 turun 80,57 poin (0,80%) ke level 10.051,54.  
  • Indeks Straits Times terpangkas 29,61 poin (0,93%) ke level 3.153,34.  

Senin, 25-07-2011 (09:36)

 

 

IHSG Tinggalkan Level 4.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 13 poin akibat melemahnya bursa-bursa di Asia. Indeks pun terpaksa lengser dari level 4.100. Membuka perdagangan awal pekan, Senin ini. IHSG terkoreksi 13,357 poin (0,32%) ke level 4.093,465. Indeks LQ 45 melemah 3,462 poin (0,48%) ke level 722,477. Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG turun semakin dalam, 23,254 poin (0,57%) ke level 4.083,568. Sementara Indeks LQ 45 turun 6,323 poin (0,87%) ke level 719,616.
Berikut situasi bursa-bursa di Asi pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 20,26 poin (0,73%) ke level 2.750,53.  
  • Indeks Hang Seng turun 140,89 poin (0,63%) ke level 22.303,91.  
  • Indeks Nikkei 225 terkoreksi 63,48 poin (0,63%) ke level 10.068,63.  
  • Indeks Straits Times anjlok 28,57 poin (0,90%) ke level 3.154,38.